Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 59. Masalah Di Lantai Dasar Penginapan


__ADS_3

Pagi hari.


Lin Chen yang sedang tertidur, segera bangun saat wajahnya terkena pantulan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamar.


Dengan cepat bangkit, lalu duduk di pinggiran tempat tidur. "Setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari tanpa istirahat, membuat aku sangat kelelahan. Akhirnya aku dapat merasakan bagaimana berisitirahat layaknya manusia biasa."


Lin Chen lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri, dengan membuka jubah yang dia pakai, terlihat tubuh putih kekar dan mulus terpampang layaknya pahatan terbaik yang pernah ada.


Lekukan otot-otot nya yang menghiasi tubuh sehalus sutra itu, seakan menjadi daya tarik untuk setiap wanita yang melihatnya.


Lin Chen segera membersihkan diri, hingga beberapa waktu kemudian, Lin Chen telah keluar dari dalam kamar mandi.


Rambut basah, hingga terlihat sisa-sisa air yang menempel pada wajah dan kulitnya membuat Lin Chen terlihat sangat tampan dan seksi.


Lin Chen segera mengenakan pakaian berwarna biru langit, lalu merapihkan penampilan nya.


"Sebaiknya aku segera turun, sudah saatnya melanjutkan perjalanan menuju Sekte Elang Emas." Lin Chen kemudian berjalan ke arah pintu, lalu keluar menuju lantai dasar penginapan.


Dengan langkah tenang, Lin Chen menuruni anak tangga.


Terlihat di lantai dasar sudah di penuhi oleh para pengunjung yang sedang menikmati makanan dan sekedar berbincang kecil.


" Tuan muda, selamat pagi." Sapa pelayan wanita yang sebelumnya menyambut kedatangan Lin Chen.


" Aku ingin memesan makanan dan minuman terbaik."


" Baik tuan muda, saya akan segera menyiapkan pesanan tuan muda." Pelayan kemudian pergi dari hadapan Lin Chen, sedangkan Lin Chen sendiri berjalan ke arah meja yang berada di sudut ruangan.


Lin Chen duduk dengan mendengar pembicaraan para pengunjung.


"Tidak ada informasi penting yang mereka bicarakan." Lin Chen menghela nafas panjang.


Setelah menunggu beberapa saat, pelayan akhirnya datang dengan membawakan pesanan milik Lin Chen.


" Tuan muda, silahkan." Pelayan menghidangkan makanan di atas meja.


Lin Chen tersenyum, lalu segera menikmati pesanannya.


Setengah jam kemudian, Lin Chen kini telah selesai menikmati makanan dan minuman yang ada di atas meja.


Lin Chen segera bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah pelayan untuk mengembalikan kunci kamar khusus yang dia tempati.


Saat Lin Chen akan keluar dari dalam penginapan, tiba-tiba datang lima orang prajurit. Salah satu prajurit yang datang, tidak lain prajurit yang sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap Lin Chen saat ingin masuk ke dalam kota Yan.


Para pengunjung yang melihat kedatangan prajurit kota Yan, saling berbisik satu sama lain menanyakan penyebab datangnya prajurit tersebut.


Lin Chen terus berjalan ke arah pintu keluar, dnegan langkah tenang dan tanpa rasa takut, dia berjalan melewati prajurit kota.

__ADS_1


" Nak, apa kau tidak bisa menghargai kami!" Teriak seorang prajurit dengan marah.


Lin Chen menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan menatap prajurit itu.


" Mohon maaf sebelumnya, tapi aku sedang terburu-buru." Ucap Lin Chen, lalu bersiap melanjutkan perjalananya.


Prajurit kota Yan merasa terhina dengan sikap Lin Chen yang sama sekali tidak memandang keberadaan mereka.


" Samp-..."


Prajurit dengan bergerak ke arah Lin Chen, namun tiba-tiba Lin Chen menghilang dari tempatnya.


" Kemana dia pergi?" Tanya prajurit yang menyerang Lin Chen.


Semua orang yang ada di dalam penginapan mencoba mencari keberadaan Lin Chen, mereka sangat kaget saat melihat Lin Chen tiba-tiba menghilang dari tempatnya.


" Apa seperti ini sifat prajurit kota Yan?" Terdengar sebuah suara, hingga tidak lama kemudian Lin Chen berdiri di dekat prajurit yang sebelumnya memeriksa dirinya.


" Ya! Kami akan bersikap keras kepada siapapun yang tidak menghargai keberadaan kami!"


Lin Chen tertawa. " Senior sebaiknya pergi dari tempat ini, aku ingin sedikit memberikan mereka pelajaran. Awalnya aku tidak tertarik dengan masalah para prajurit yang sering melakukan penindasan kepada para penduduk dengan meminta uang pajak. Tapi tidak dengan kali ini saat mereka yang terlebih dulu mengusik ku." Lin Chen menatap prajurit di sampingnya.


" Tapi tuan muda."


" Aku akan menghitung sampai tiga, jika senior tidak pergi dari tempat ini. Aku anggap senior juga melakukan hal yang sama seperti mereka." Ucap Lin Chen, yang kemudian mulai menghitung.


Lin Chen dapat mengetahui siapa saja prajurit yang sering melakukan penindasan dengan merampas dan meminta pajak kepada orang-orang di kota Yan ini.


Sedangkan ketiga prajurit yang mendengar ucapan Lin Chen mendengus dengan kesal.


" Nak, kau terlalu ikut campur dengan urusan kami."


" Oh, benarkah?" Ucap Lin Chen tersenyum tipis.


Lalu menatap prajurit lain yang sedari tadi hanya diam. " Sebaiknya senior bawa rekan senior keluar dari tempat ini sekarang, atau aku akan benar-benar menutup mata jika terjadi sesuatu nantinya." Ucap Lin Chen, lalu segera bersiap saat melihat salah satu prajurit melesat ke arahnya.


" Dhuaaarrrr...." Pukulan prajurit itu di tahan dengan mudah oleh Lin Chen.


Prajurit yang di panggil senior oleh Lin Chen, segera mengajak rekan nya meninggalkan penginapan.


" Apa?" Batin semua orang yang ada di dalam penginapan dengan kaget.


Lin Chen yang melihat kedua prajurit yang sudah pergi itu tersenyum, lalu memasang formasi agar pertarungan yang akan terjadi tidak membuat bangunan penginapan hancur.


Setelah membuat formasi, Lin Chen menatap prajurit yang berada di hadapannya. Dengan tenang Lin Chen menarik tangan prajurit yang menyerangnya.


Krakk....

__ADS_1


Suara tulang retak pun terdengar, hingga tidak lama kemudian terdengar suara teriak kesakitan dari prajurit yang ada di hadapannya.


" Arghhhh....."


" Saudara..." Ucap prajurit itu meminta bantuan kepada prajurit yang lainnya.


" B*jingan!" Teriaknya, lalu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan, dengan gerakan lebih cepat dari prajurit yang sebelumnya, dia melesat menyerang ke arah Lin Chen.


" Swushh...."


Lin Chen tidak tinggal diam. " Langkah Dewa Naga! "


" Swushh...."


Keduanya sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi.


" Dhuaaarrrr...."


Kedua serangan tersebut membuat tembok bangunan penginapan bergetar.


Jika saja ruangan itu tidak di pasangi formasi, mungkin bangunan penginapan kini sudah menjadi reruntuhan.


" Formasi tingkat tinggi." Batin para pengunjung dengan kaget, saat melihat bangunan yang hanya bergetar saja, saat kedua serangan saling bertabrakan.


" Boooommmsss...." Prajurit yang menyerang Lin Chen terlempar.


Lin Chen kembali bergerak ke arah prajurit yang terlempar, dengan mengarahkan pukulan ke wajahnya.


" Swushh..." Dengan gerakan cepat, prajurit yang masih belum bergerak itu segera melesat menahan pukulan Lin Chen.


" Dhuaaarrrr..." Prajurit yang mencoba menahan pukulan Lin Chen terlempar.


" Sangat kuat." Batin semua orang dengan mulut terbuka.


*


*


*


*


*


*


Yuk mampir ke karya terbaru Othor.

__ADS_1


THE STRONGEST MR. MAX


Othor sangat menunggu kedatangan kalian di karya baru.


__ADS_2