Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 63. Pembicaraan Di Penginapan


__ADS_3

Lin Chen terus bergerak meninggalkan hutan kaki Gunung Elang dengan kecepatan penuh.


" Aku seperti merasakan sesuatu sebelumnya, namun karena aku terlalu terburu-buru hingga aku tidak dapat merasakan secara jelas. Aishh... Semoga saja hanya perasaanku saja." Batin Lin Chen yang merasakan kejanggalan saat melewati tempat sebelumnya.


Lin Chen menambahkan kecepatannya agar segera tiba di Kota Yuan.


Hingga beberapa saat kemudian, Lin Chen telah berada di dalam kota. Dengan segera dia pergi menuju penginapan mawar merah.


" Swusshh...."


*******


Di penginapan mawar merah.


Manajer Menara Informasi masih duduk dengan tenang menunggu informasi dari orang-orangnya.


" Sudah dua jam aku di tempat ini, semoga saja dia tidak berbohong kepadaku." Ucap pelan Manajer Menara Informasi dengan mengitari pandangannya.


Hingga tidak lama kemudian, terlihat seorang pemuda yang memasuki Penginapan.


" Tuan muda, selamat datang di penginapan mawar merah. Apa tuan muda ingin memesan kamar atau hanya sekedar beristirahat di restoran dasar kami?" Tanya pelayan menyambut kedatangan pemuda itu, yang tidak lain Lin Chen.


" Pelayan, aku ingin memesan kamar untuk satu malam. Namun, sebelum itu aku ingin bersantai terlebih dulu menikmati makanan dan minuman terbaik tempat ini." Ucap Lin Chen dengan menatap ke suatu tempat.


" Ternyata dia datang juga." Batin Lin Chen dengan tersenyum.


Setelah membayar biaya penginapan dan juga makanan yang di pesan, Lin Chen kemudian berjalan ke salah satu meja yang ada di restoran lantai dasar itu.


" Tuan muda." Tuan Manajer Menara Informasi menyambut kedatangan Lin Chen dengan tersenyum ramah.


" Tuan Manajer, aku kira anda tidak akan datang ke tempat ini." Lin Chen yang kemudian segera duduk.


" Hm... Soal itu ."


" Tenang saja, aku tidak terlalu memikirkan tentang alasan tuan manajer menerima undangan ku ini. Ada hal yang lebih penting untuk kita diskusikan." Lin Chen dengan tersenyum.


" Apa kita akan membicarakan nya di tempat ini?" Tuan Manajer dengan mengerutkan keningnya.


" Tentu saja, namun setelah pelayan mengantarkan pesanan ku."


Tuan Manajer menganggukan kepalanya, mereka terus mengobrol hal-hal yang tidak terlalu penting sembari menunggu pesanan datang.

__ADS_1


Setelah menunggu selama lima belas menit, pelayan akhirnya datang dengan membawakan pesanan Lin Chen.


Pelayan kemudian segera menaruh pesanan di atas meja, setelah selesai pelayan kemudian pamit undur diri.


" Jika tuan dan tuan muda membutuhkan sesuatu, bisa memanggil saya." Pelayan kemudian pergi.


Tuan Manajer yang melihat bagaimana pesanan Lin Chen menatap dengan tidak percaya.


" Sepertinya tuan muda begitu lapar."


" Bisa di bilang iya, bisa di bilang tidak." Ucap Lin Chen menjawab candaan Manajer Menara Informasi.


Lin Chen kemudian meminta Manajer untuk menikmati makanan dan minuman yang telah dia pesan.


Mereka berdua menikmati makan tanpa berbicara, hingga lima belas menit kemudian, tiba-tiba Lin Chen menghentikan gerakannya.


Dengan tenang Lin Chen mengibaskan tangannya untuk membuat formasi di tempat itu.


" Tuan muda." Tuan Manajer dengan kaget.


" Tenanglah, aku hanya memasang formasi agar orang lain tidak mendengar obrolan kita." Lin Chen menjelaskan.


Tuan Manajer menganggukan kepala dengan menghela nafas.


" Tuan Manajer, aku akan mulai menjelaskan tentang informasi yang baru saja aku dapatkan." Ucap Lin Chen membuka pembicaraan.


Tuan Manajer segera fokus mendengarkan informasi yang akan di berikan oleh Lin Chen.


" Beberapa bulan yang lalu, aku bertemu dengan Tetua dan Murid dari Sekte Elang Emas yang sedang menghadiri turnamen. Saat itu kami sudah mengetahui adanya penghianat di antara mereka, bahkan kami juga sudah berhadapan secara langsung. Kedatangan ku ke tempat ini sendiri seperti yang sebelumnya aku katakan pada Manajer. Aku meminta Informasi mengenai Gunung Elang dan Sekte Elang Emas karena ingin menemui mereka. Namun baru beberapa saat yang lalu aku yang sedang dalam perjalanan ke penginapan ini tidak sengaja bertemu dengan dua sosok yang mencurigakan mengarah menuju Gunung Elang." Lin Chen menghentikan ucapannya, dia membiarkan tuan Manajer mencerna kata-katanya terlebih dulu.


Saat merasa tuan manajer sudah memahami ucapnya, Lin Chen kemudian kembali menjelaskan.


" Aku bertarung dengan mereka, hingga akhirnya aku dapat mengalahkannya. Mengenai informasi yang aku dapatkan dari keduanya cukup membuatku sangat muak, mereka sering melakukan kejahatan dengan menculik wanita muda maupun wanita yang sudah berkeluarga. Dan yang paling membuatku kaget, ternyata tetua dan murid Sekte Elang Emas yang aku temui di turnamen telah berhasil di tangkap oleh mereka." Lin Chen menjelaskan kepada Manajer dengan detail mengenai informasi yang telah berhasil dia dapatkan.


Hingga setengah jam kemudian, Lin Chen selesai menjelaskan Informasi yang dia dapatkan.


Tuan Manajer terdiam, dia mencoba mencari jalan keluar atas masalah ini.


Lin Chen sendiri menyesap minumannya dengan tenang sambil mengawasi tuan Manajer.


Setelah terdiam selama beberapa saat, tuan manajer kemudian menatap ke arah Lin Chen.

__ADS_1


" Tuan muda, aku sangat butuh bantuan tuan muda." Manajer Menara Informasi dengan serius menatap Lin Chen.


" Tanpa tuan manajer minta, aku sudah memutuskan untuk membantu masalah ini." Jawab Lin Chen dengan tenang.


" Lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Mempersiapkan diri melakukan penyerangan, namun sebelum itu aku ingin tuan Manajer berkerja sama dengan keamanan kota."


" Aku mengerti, aku akan menggerakkan orang-orang yang aku miliki untuk berjaga di setiap sudut kota. Namun yang membuatku bingung, mengapa masalah hilangnya wanita wanita ini tidak terdengar."


Lin Chen menggelengkan kepalanya. " Bukan tidak terdengar, tetapi mereka begitu cerdik memanfaatkan situasi di kota ini. Pihak keamanan kota sendiri terlalu fokus pada masalah Sekte Elang Emas hingga melupakan tugas mereka untuk mengamankan kota." Ucap Lin Chen dengan santai.


Ucapan Lin Chen sendiri membuat tuan manajer Menara Informasi seperti tertampar. Dengan terjadinya masalah ini, artinya dia juga telah ceroboh dengan melupakan hal penting yang seharusnya dia lakukan.


Bagaimana tidak, mereka berniat mengamankan kota dari masalah yang di hadapi Sekte Elang Emas.


Mereka semua tidak menyadari jika kota Yuan sendiri telah terjadi hal-hal yang mereka tidak ketahui karena terlalu fokus pada masalah Sekte Elang Emas.


Tuan Manajer Menara Informasi menatap Lin Chen dengan hormat.


" Tuan muda, terima kasih banyak. Maafkan atas sikap saya sebelumnya kepada tuan muda."


Lin Chen menggelengkan kepalanya.


" Seseorang tidak akan mengetahui kesalahannya sendiri saat belum mencobanya, apa yang di lakukan tuan manajer sudah benar, hanya saja cara yang di lakukan yang salah." Ucap Lin Chen dengan tenang.


" Tuan muda benar, aku telah melupakan tujuan utama ku untuk melindungi kota ini sendiri."


" Karena tuan manajer sudah mengetahui hal ini, sebaiknya kita segera mempersiapkan diri sebelum hal yang lebih besar terjadi."


" Baik tuan muda."


Mereka kemudian berbincang selama beberapa saat sebelum akhirnya membubarkan diri.


Lin Chen segera menuju kamar yang dia pesan, sedangkan manajer kembali menuju Menara Informasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like & Komen.


Buat kalian yang suka genre Action bisa mampir ke karya terbaru Othor The Strongest Mr. Max. Seorang anak yang bertekad membalaskan dendam kedua orang tuanya.

__ADS_1


Di ceritakan juga pertarungan antara Geng dan Max yang memiliki beberapa kelebihan. Cerita hampir mirip dengan fantasi timur, hanya saja di buat di dunia Modern.


THE STRONGEST MR. MAX.


__ADS_2