
Lin Chen terus bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kota Yan yang kini hanya berjarak beberapa ratus meter lagi.
" Swusshh...." Lin Chen segera turun setelah berada sekitar lima puluh meter dari gerbang kota Yan.
Dengan langkah tenang Lin Chen segera berjalan ke arah penjaga.
Penjaga gerbang yang sedang mengawasi para pengunjung maupun pendatang yang akan memasuki kota, segera mengalihkan pandangan saat melihat kedatangan Lin Chen.
" Pemuda itu." Batin penjaga dengan terkejut. Dia dapat melihat jika Lin Chen baru saja melewati hutan gelap seorang diri.
Lin Chen sendiri terus berjalan tanpa menghiraukan tempat di sekitarnya. Hingga akhirnya tiba di depan penjaga gerbang.
" Prajurit." Ucap Lin Chen membuyarkan keterkejutan prajurit tersebut.
" Ah.. tuan muda, tunjukan tanda pengenal anda." Ucap prajurit setelah tersadar.
Lin Chen dengan tenang memberikan lencana Sekte Naga Langit.
" Apa kabar Sekte Naga Langit yang sedang bangkit memang benar adanya." Batin prajurit setelah memeriksa lencana milik Lin Chen.
Prajurit kemudian mengembalikan lencana milik Lin Chen, lalu mempersilahkan nya untuk masuk ke dalam kota Yan.
Lin menganggukkan kepala, kemudian segera masuk ke dalam kota.
Di dalam kota Yan, Lin Chen terus berjalan dengan menatap tempat di sekitarnya. Saat ini tujuan pertama nya mencari sebuah penginapan untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan.
Setelah berjalan selama lima belas menit, Lin Chen akhirnya melihat sebuah bangunan penginapan yang cukup mewah berada sekitar lima puluh meter dari tempatnya.
Dengan cepat Lin Chen berjalan menuju bangunan tersebut.
" Tuan muda, selamat datang di penginapan harmoni." Sapa pelayan wanita dengan tersenyum ramah.
" Pelayan, aku ingin memesan makanan dan juga kamar khusus." Ucap Lin Chen dengan cepat.
" Baik tuan muda, mari.." Pelayan mengajak Lin Chen menuju meja kosong, lalu segera pergi menyiapkan pesanan Lin Chen.
__ADS_1
" Tuan muda, mohon tunggu sebentar." Ucap pelayan dengan hormat.
Lin Chen kemudian duduk dengan tenang di tempatnya, sesekali dia akan mencoba mendengarkan pembicaraan dari para pengunjung lainnya.
" Kebetulan sekali banyak pengunjung di tempat ini." Ucap Lin Chen dengan pelan.
Saat ini, Lin Chen berniat mencari beberapa Informasi di kota Yan. Dari pengalaman sebelumnya, Lin Chen tidak ingin kota-kota yang dia lewati juga mengalami hal yang serupa dengan apa yang terjadi di kota Awan panas.
Hingga setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan Lin Chen tiba.
Pelayan segera menghidangkan makanan dan minuman di atas meja, setelah itu pamit undur diri.
Lin Chen yang sudah beberapa hari hanya terus melakukan perjalanan, segera menyantap makanan dengan cepat.
Hal itu sendiri menarik perhatian pengunjung lain.
" Lihatlah, pemuda yang sangat menyedihkan." Ucap salah satu pengunjung.
" Benar, pemuda miskin yang berpura-pura kaya dengan menggunakan pakaian mewah." Rekannya menimpali.
Lin Chen sendiri tidak memperdulikan obrolan mereka dengan terus menyantap makanan di atas meja.
Pandangan para pengunjung sendiri menatap dengan jijik, kagum dan penasaran akan identitas Lin Chen.
Para pengunjung yang datang di tempat itu, kebanyakan penduduk kota Yan sendiri. Namun ada beberapa pengunjung yang berasal dari kota lain, sekedar untuk singgah sebelum melanjutkan perjalanan seperti hal nya Lin Chen.
Lin Chen yang sedang fokus menikmati makanan nya, segera mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk saat kedatangan beberapa kelompok pemuda bersama tetua yang mendampingi mereka.
" Tetua, mengapa kita harus datang ke sekte lemah itu." Ucap pemuda tersebut kepada tetua yang bersamanya.
" Tuan muda, jangan menilai sesuatu dari luarnya. Memang mereka yang benar-benar tidak mengetahui Sekte Elang Emas menganggap nya sekte lemah karena mereka berada pada sekte tingkat menengah. Asal tuan muda ketauhi, jika Sekte Elang Emas sendiri memiliki pendekar Dewa Bumi tingkat awal." Jawab Tetua itu dengan pandangan tidak suka menatap pemuda yang bersamanya.
" Cih! Hanya pendekar Dewa Bumi tingkat awal." Dengus pemuda itu dengan arogan.
Sedangkan tetua dan pemuda yang lainnya, hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku pemuda yang di panggil nya tuan muda itu.
__ADS_1
Lin Chen yang mendengar pembicaraan itu cukup merasa kaget. " Aku tidak menyangka jika Sekte Elang Emas memiliki pendekar tingkat tinggi." Batin Lin Chen.
Lin Chen mencoba mengingat informasi yang di berikan tetua Lou kepada dirinya.
Dari apa yang di katakan tetua Lou sebelumnya, jika Sekte Naga Langit dan Sekte Elang Emas memiliki pertemanan yang cukup baik. Namun semua itu berubah setelah Sekte Naga Langit yang mendapatkan serangan dari Aliansi sekte aliran hitam.
Lin Chen akhirnya berfikir jika Pendekar Dewa Bumi tingkat awal yang di miliki Sekte Elang Emas kemungkinan besar adalah leluhur nya, bukan Patriak sekte.
" Pantas saja mereka menyusup Sekte Elang Emas. Dengan menguasai sekte yang terlihat lemah dan hanya berada pada sekte tingkat menengah, akan membuat kelompok lain tidak terlalu memfokuskan pada sekte tersebut. Artinya mereka memiliki informasi yang lebih baik di bandingkan kelompok besar yang ada di Benua Timur ini." Batin Lin Chen setelah mencoba memahami.
Setelah mendengar pembicaraan mereka, Lin Chen akhirnya memutuskan untuk segera tiba di Sekte Elang Emas.
Lin Chen mengkhawatirkan jika dia tiba terlalu lama, akan membuat Sekte Elang Emas sudah di kuasai oleh mereka.
" Aku begitu penasaran dengan kelompok ini, semoga saja rencana mereka dapat aku ketahui lebih cepat agar hal buruk tidak terjadi." Ucap Lin Chen, yang kemudian segera bangkit dari tempatnya.
Lin Chen berjalan ke arah pelayan, lalu membayar pesanan dan juga kamar yang telah dia pesan sebelum nya.
Setelah melakukan pembayaran, pelayan segera mengantarkan Lin Chen menuju kamar khusus yang berada di lantai dua.
Lin Chen akhirnya tiba di depan kamar, lalu segera masuk ke dalam. Pelayan segera pamit undur diri.
Di dalam kamar.
Lin Chen segera membersihkan diri, hingga setengah jam kemudian, Lin Chen teleh menyelesaikan.
" Tidak ada yang bisa aku lakukan saat ini, sebaiknya aku segera beristirahat untuk melanjutkan perjalanan besok pagi."
Lin Chen saat ini sudah menguasai beberapa teknik tingkat tinggi. Teknik Dewa Naga, Teknik Langkah Bayangan dan Langkah Sunyi, Formasi, Teknik Perubahan Dewa, Teknik Tapak Penghapus Langit dan beberapa teknik lainnya.
Sedangkan untuk naik tingkat, Lin Chen merasa tidak terlalu baik untuk pondasi dan juga masa depan nya. Setelah mengalami kenaikan tingkat secara pesat dalam waktu yang singkat, Lin Chen akan menahan diri untuk kembali naik tingkat, setidaknya selama satu bulan atau beberapa bulan kedepan.
Namun, semua itu bisa saja berubah jika keadaan memaksa dirinya untuk segera naik tingkat.
Lin Chen yakin, perjalanan nya ke depan akan semakin sulit.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tinggalkan jejak Like & Komen bestie.