Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 55. Akhir Pertempuran


__ADS_3

Sabetan pedang yang di lepaskan Lin Chen melempar mereka satu persatu.


" Boommmss...."


" Dhuaaarrrr...."


Ledakan keras terus terdengar, bahkan dinding penjara mulai hancur berantakan dengan terlempar nya para pendekar Spiritual tingkat awal.


" Pedang yang sangat mengerikan. Seberapa kuat pemuda itu, bahkan saat ini aku merasa jika dia belum mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya." Batin pendekar yang bertindak sebagai ketua dari dua puluh pendekar lainnya.


Melihat rekannya yang terlempar, mereka semua semakin meningkatkan serangan ke arah Lin Chen.


Hingga suara ledakan terus terdengar dari teknik-teknik yang mereka lepaskan membuat tempat itu kini hancur berantakan.


" Swusshh...."


" Swusshh...."


Beberapa tetua dari Klan Cu tiba-tiba mendatangi tempat tersebut, pandangan mereka semua fokus kepada pemuda yang bergerak dengan kecepatan tinggi melepaskan serangan.


" Pemuda yang sangat mengerikan." Batin semua tetua Klan Cu dengan bergedik ngeri.


" Bukankah dia pemuda yang begitu di hormati oleh Leluhur dan Patriak?" Tanya salah satu tetua Klan Cu.


" Tetua Cu Tu benar, dia pemuda yang datang bersama Patriak dan lainnya." Tetua lainnya menimpali.


" Apa kita akan membantunya?" Tanya salah satu tetua dengan menatap tetua lainnya.


" Sepertinya tidak perlu, kau bisa lihat sendiri." Ucap Tetua Cu Tu dengan tersenyum.


Mereka semua kembali menatap ke arah Lin Chen yang kini telah berhasil melumpuhkan kedua puluh pendekar itu.


Lin Chen yang mengetahui kedatangan mereka semua, segera bergerak menuju tempat para tetua Klan Cu.


Rombongan Tetua Klan Cu segera menatap Lin Chen yang bergerak ke arahnya dengan hormat.


" Tuan muda." Ucap mereka semua saat Lin Chen tiba di tempatnya.


" Aku serahkan mereka kepada kalian." Ucap Lin Chen yang kemudian segera melesat pergi.


" Baik tuan muda." Jawab mereka bersamaan, lalu segera bergerak ke arah dua puluh pendekar yang sudah terluka dengan sangat parah.


Lin Chen terus bergerak, kini dia akan kembali ke tempat pertempuran Leluhur Cu, Patriak Cu Gang dan Rou Dan.


" Swusshh...." Lin Chen akhirnya tiba, pandangan matanya menatap ke arah pendekar sewaan yang masih fokus memulihkan diri.


Terlihat kini Patriak Cu Pou, Tetua Agung dan pria bertopeng mulai kelelahan.

__ADS_1


Hal itu di manfaatkan dengan cepat oleh Patriak Cu Gang, Leluhur Cu dan Rou Dan untuk melepaskan serangan terkuat nya.


" Dhuaaarrrr...."


" Dhuaaarrrr...."


Ledakan keras terus terjadi dengan terlempar nya Patriak Cu Pou. Patriak Cu Gang kembali melesat dengan melepaskan Tapak ke arah bagian dada.


" Boommmss..." Serangan tapak mengenai dengan telak tubuh Patriak Cu Pou yang berusaha bangkit.


" Arghh.... Cu Gang aku akan membunuhmu!"


" Lakukan jika kau mampu." Patriak Cu Gang yang tiba-tiba berada di dekatnya.


Dengan gerakan cepat mengayunkan pedang ke arah leher Patriak Cu Pou.


" Pengkhianat sepertimu tidak pantas untuk hidup!"


" Crassshhh..." Darah segar dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya terjatuh ke bawah tanah.


Tanpa ampun, Patriak Cu Gang membelah tubuh tanpa kepala itu menjadi dua.


" Swusshh..." Patriak Cu Gang membakar tubuh Patriak Cu Pou.


Di tempat lain.


Leluhur Cu memegang dengan erat pusaka Klan Cu, dengan gerakan cepat menyelimuti pedang tersebut dengan aura yang cukup kuat.


" Swusshh...." Lesatan energi pedang yang d ayunkan oleh leluhur Cu bergerak dengan cepat ke arah pria bertopeng.


Melihat serangan yang datang ke arahnya, pria bertopeng kemudian membuat perisai pertahanan.


" Dhuaaarrrr...." Energi pedang menabrak perisai, lalu menghancurkan nya.


" Sangat kuat." Batin pria bertopeng dengan kaget. Bahkan tangannya saat ini bergetar.


" Swusshh...." Leluhur Cu tiba-tiba berada di sampingnya melepaskan pukulan ke arah wajah.


" Boommmss...." Pria bertopeng terlempar hingga belasan meter, Leluhur Cu bersiap membunuh nya dengan pedang yang ada di genggamannya.


Namun baru saja ingin mengayunkan pedangnya, tiba-tiba Lin Chen menghentikan nya.


" Swusshh...." Lin Chen muncul di dekat mereka berdua. Dengan menggunakan teknik Perubahan Dewa, Lin Chen menyerap pengetahuan milik pria bertopeng untuk mencari informasi.


Leluhur Cu yang berada di sampingnya menatap dengan kaget.


" Teknik yang benar-benar mengerikan. Bukan hanya untuk merubah wujud menjadi orang lain saja, bahkan teknik ini juga mampu menyerap pengetahuan orang lain." Leluhur Cu dengan lutut bergetar.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian, Lin Chen selesai menyerap pengetahuan dan informasi dari pria bertopeng.


Lin Chen menatap ke arah Leluhur Cu, lalu meminta nya untuk segera menyelesaikan.


" Baik tuan muda."


Lin Chen sendiri berniat menuju suatu tempat, setelah mendapatkan informasi dari pria bertopeng, Lin Chen akan segera meninggalkan Klan Cu keesokan harinya.


" Swusshh...." Lin Chen tiba di tempat para pendekar yang kini telah selesai memulihkan diri.


" Tuan muda." Ucap mereka dengan hormat saat melihat kedatangan Lin Chen.


Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu meminta mereka untuk segera membantu yang lainnya membereskan kekacauan yang terjadi.


Di tempat Rou Dan, kini dia telah berhasil membunuh Tetua Agung. Setelah membunuh nya, Rou Dan segera menuju tempat Lin Chen.


" Tuan muda." Ucapnya dengan hormat.


Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu meminta Rou Dan ikut dengan nya.


" Swusshh..." Lin Chen dan Rou Dan tiba di tempat Leluhur Cu dan Patriak Cu Gang yang sedang berbincang.


" Tuan muda."


" Sepertinya masalah di tempat ini telah selesai, besok pagi aku akan segera pergi dari kota ini untuk melanjutkan perjalanan ku." Ucap Lin Chen yang berniat segera pergi untuk menjalankan kembali tugasnya.


" Tap-..."


" Kedatangan ku ke tempat ini hanya untuk beristirahat." Ucap cepat Lin Chen.


Mereka bertiga terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Sebenarnya mereka sangat ingin Lin Chen berada di kota Giok selama beberapa hari lagi, namun mereka juga tidak bisa memaksakan Lin Chen untuk mengikuti keinginan mereka.


Lin Chen sendiri merasa jika waktu nya telah cukup banyak terbuang, karena tujuan awal di datang ke kota Giok hanya ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan nya menuju Sekte Elang.


Melihat ketiganya yang masih terdiam, Lin Chen merasa tidak ada salahnya untuk berada di tempat ini selama satu hari lagi.


" Baiklah, aku akan pergi lusa. Saat ini aku ingin beristirahat, besok pagi ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian." Ucap Lin Chen membuyarkan mereka semua.


" Terima kasih tuan muda." Ucap mereka bertiga dengan senang.


Setelah membicarakan beberapa hal, mereka semua segera membubarkan diri.


Lin Chen yang merasa tidak kelelahan menuju bagian atas bangunan yang tidak hancur.


Lalu duduk di atasnya dengan pandangan menatap ke arah langit malam.


" Aku sangat merindukan mereka semua." Ucap Lin Chen dengan tersenyum.

__ADS_1


Saat ini Lin Chen sedang memikirkan keluarga nya.


__ADS_2