
Lin Chen tersenyum, kemudian segera bergerak menyambut serangan yang datang.
" Swusshh...." Tapak Naga dari kehampaan muncul menghalau serangan lawan, dengan gerakan cepat Lin Chen melepaskan tinju ke wajahnya.
Namun tinju Lin Chen di tahan oleh rekannya yang sedari tadi belum melakukan pergerakan.
Lin Chen mundur menjaga jarak, kemudian kembali melesat menggunakan langkah dewa naga.
Dengan melepaskan aura dewa naga, Lin Chen menghampiri salah satu dari mereka.
" Swusshh....."
" Dhuaaarrrr...." Serangan tapak Penghapus Langit mengenai pendekar yang sebelumnya menahan serangan Lin Chen.
Melihat rekannya terkena serangan, pendekar lainnya segera mengeluarkan senjata berbentuk sabit, kemudian menyerang ke arah Lin Chen.
Lin Chen melakukan hal yang sama, dengan menggenggam erat pedang naga abadi, Lin Chen bergerak secara zig-zag.
" Dhuaaarrrr...." Sekali lagi kedua serangan itu saling bertabrakan membuat tubuh Lin Chen mundur.
Kedua Pendekar itu kemudian berkumpul kembali.
" Kita serang bersama." Ucap salah satu dari mereka.
Lin Chen mendengus dengan kesal, lalu segera mempersiapkan serangan selanjutnya.
" Swushh..." Pedang Naga abadi tiba-tiba mengeluarkan cahaya dengan aura yang begitu kuat bersamaan ledakan petir di sekitarnya.
" Pedang Naga Abadi - Petir Kehancuran! "
Track... Trak... Trackk..
Gelombang petir yang begitu besar muncul menyelimuti pedang naga abadi yang berada di tangan kanan Lin Chen.
Lin Chen melesat sangat cepat menggunakan langkah dewa naga.
" Swushh...." Dengan bergerak secara zig-zag, Lin Chen mengayunkan pedang ke arah kedua pendekar itu.
Melihat adanya bahaya yang menghampiri ke arah mereka, keduanya segera membuat formasi untuk menahan serangan Lin Chen.
" Mati!"
" Dhuaaarrrr....." Serangan yang di lepaskan pedang naga abadi menabrak perisai pertahanan keduanya.
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr...."
Suara ledakan yang begitu keras terdengar memukul mundur keduanya yang menatap dengan tidak percaya.
" Swushh...." Lin Chen yang tidak ingin membuang kesempatan yang ada, kembali bergerak ke arah salah satu dari mereka. dengan mengepalkan tangan kirinya, Lin Chen melepaskan tinju ke arah wajah.
" Boooommmsss...." Pendekar yang terkena tinju Lin Chen terlempar sekitar lima meter.
" Arghh....." Teriaknya kesakitan dengan darah segar yang keluar di sudut bibirnya.
__ADS_1
Melihat rekannya terluka, membuat pendekar itu sangat marah. Dengan menatap tajam penuh aura membunuh, dia melesat menuju Lin Chen.
" Mati!"
" Kau yang mati!" Ucap Lin Chen dengan melepaskan Tapak Dewa Naga yang di selimuti energi keemasan.
" Dhuaaarrrr...." Pendekar itu terlempar dengan keras, begitu juga dengan Lin Chen.
" Arghhh...." Teriak keduanya dengan rasa sakit.
Lin Chen mencoba untuk kembali bangkit, dengan susah payah dia bergerak untuk melumpuhkan keduanya yang saat ini juga sedang sama-sama terluka.
Melihat Lin Chen ke arahnya, membuat keduanya mencoba berdiri kembali.
Namun gerakan Lin Chen lebih cepat, dengan melemparkan Pedang Naga Abadi.
" Swusshh....." Pedang Naga Abadi melesat menuju kedua Pendekar itu.
" Crasshh....." Seakan memiliki pikiran sendiri, Pedang Naga Abadi bergerak memotong kedua tangan dan kaki mereka.
" Arghhh....." Teriak kesakitan terdengar, Lin Chen terus bergerak ke arah salah satu dari mereka.
Saat sudah berada di dekatnya, Lin Chen menyentuh kepala mereka untuk mencari informasi.
" Swusshh...." Lin Chen menggunakan teknik Perubahan Dewa.
" Lepaskan b*jingan!" Teriak salah satu dari mereka saat melihat apa yang di lakukan Lin Chen pada rekannya itu.
Lin Chen hanya diam dan terus berkosentrasi.
" Kalian sudah tidak layak untuk hidup!" Ucap Lin Chen dengan marah.
Saat Lin Chen menggunakan Teknik Perubahan Dewa, dia melihat bagaimana kelakuan mereka yang sering mengambil wanita muda maupun yang sudah memiliki suami untuk memuaskan hasrat nya.
Lin Chen begitu jijik dengan apa yang di lakukan oleh mereka berdua.
Setelah membunuh keduanya, Lin Chen segera pergi dari tempat itu saat merasakan beberapa aura yang tidak jauh dari tempatnya berada saat ini.
" Swusshh...." Dengan sisa kekuatan yang di miliki, Lin Chen bergerak dengan kecepatan penuh.
Setelah kepergian Lin Chen dari tempat itu, terlihat beberapa sosok yang menatap tempat di sekitarnya dengan wajah memerah.
" B*jingan! Siapa yang telah melakukan hal ini kepada kedua adikku!" Teriaknya dengan menghancurkan pohon-pohon di sekitarnya.
" Tetua, hentikan." Sosok yang lainnya memperingati.
" Apa kau bilang hah! Apa kalian tidak melihat bagaimana kedua adikku tewas dengan sangat menyedihkan itu!" Teriaknya dengan menampar wajah sosok yang memperingati dirinya.
Sosok yang lainnya segera membantu rekannya yang terlempar saat terkena tamparan pria yang di panggil tetua itu.
" Tetua, jika kau melakukan hal ini sekali lagi. Jangan salahkan kami jika membuat dirimu ikut menyusul kedua adikmu itu." Ucap sosok yang lebih mendominasi.
" Tetua pertama, maafkan aku." Ucapnya dengan nada pelan.
" B*jingan! Liat saja aku akan membalaskan kematian kedua adikku." Ucapnya berteriak dengan marah.
__ADS_1
*******
Di tempat lain.
Lin Chen yang sedang bergerak menjauh dari tempat itu, mendengar teriakkan tersebut hanya tersenyum.
Lin Chen terus bergerak mencari tempat untuk memulihkan diri. Hingga beberapa saat kemudian Lin Chen akhirnya melihat sebuah gua.
Dengan cepat Lin Chen pergi menuju gua.
" Swusshh..." Lin Chen segera turun, kemudian mencoba memeriksa tempat itu. Setelah merasa semua baik-baik saja, Lin Chen segera masuk ke dalam.
Di dalam goa.
Lin Chen yang sudah berada di dalam pun segera mencari tempat.
Hingga dirinya menemukan batu besar yang berada di ujung ruangan itu.
Dengan tenang dirinya duduk di atas batu tersebut, kemudian segera mengeluarkan pil dari cincin penyimpanan yang berguna membantu dirinya memulihkan diri.
Kemudian segera menutup kedua matanya untuk fokus berkultivasi memulihkan energi Qi.
*******
Di tempat lain.
Saat ini tuan manajer Menara Informasi sedang menuju penginapan. Dia berniat menemui Lin Chen.
Setelah tiba, dia segera memesan minuman dan makanan pada seorang pelayan. Setelah itu, dia duduk dengan tenang menunggu informasi dari orang-orang yang di perintahkan mencari keberadaan Lin Chen.
*********
Di dalam Gua.
2 Jam berlalu, Lin Chen yang sedang memulihkan diri, tidak lama kemudian membuka mata.
" Sudah hampir malam, sebaiknya aku segera kembali ke kota." Ucap Lin Chen yang kemudian segera bangkit dari duduknya.
Lin Chen segera keluar dari gua. Saat berada di luar, Lin Chen segera melesat dengan kecepatan penuh menuju kota Yuan.
Tujuan kali ini adalah penginapan mawar merah.
" Semoga saja tuan manajer mau di ajak kerja sama. Dengan ini aku dapat melakukan penyelidikan dengan cepat sebelum terjadi sesuatu yang merepotkan." Batin Lin Chen yang kemudian menambahkan kecepatannya.
" Swusshh...." Kilatan Cahaya melewati beberapa sosok yang tidak sengaja sedang bersembunyi.
Di tempat persembunyian.
" Saudara.."
" Biarkan saja, jangan melakukan pergerakan yang membuat keberadaan kita di ketahui."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk mampir ke karya Othor.
__ADS_1
THE STRONGEST MR. MAX