Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 33. Melawan Lima Tingkat Raja Puncak


__ADS_3

Di tempat lain.


Lin Chen terus melesat mengejar kelompok yang berjumlah lima orang dengan kecepatan penuh.


Hingga beberapa saat kemudian kelima sosok yang menggunakan pakaian serba hitam itu menghentikan gerakannya.


Lin Chen yang berada sekitar seratus meter dengan kelompok tersebut juga menghentikan gerakannya, lalu berdiri dengan tenang memegang pedang di tangan kanannya.


" Hahaha... Nak, kematian akan segera menjemputmu." Ucap salah satu dari mereka dengan tertawa, keempat lainnya juga tertawa menganggap remeh Lin Chen yang hanya seorang diri.


Lin Chen tetap terdiam tanpa bergerak sedikitpun, bahkan matanya yan tenang terus menatap kelimanya dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.


" Kita akan menyelesaikan dengan cepat atau bermain terlebih dulu dengannya?" Tanya salah satu dari mereka kepada rekannya yang lain.


" Tidak ada salahnya kita bermain dengannya, namun sepertinya aku tidak tertarik dengan pemuda lemah sepertinya." Ucap sosok berpakaian hitam yang bertindak sebagai ketua.


Lin Chen yang masih berdiam diri kemudian memainkan pedangnya, angin di sekitarnya berhembus mengikuti irama pedang yang di ayunkan memutar.


" Kalian terlalu percaya diri, dengan memisahkanku dengan yang lain apa kalian berfikir mampu membunuhku?" Tanya Lin Chen dengan menatap tajam kelimanya.


Mendengar ucapan Lin Chen membuat kelimanya tertawa terbahak-bahak.


" Aku suka dengan keberanian yang kau miliki, hanya saja aku ingin mengingatkan dirimu agar mengetahui batas kemampuanmu." Ucap ketua dari kelompok tersebut.


" Kalian bertanya batas kemampuanku? Mengapa kalian tidak mulai menyerang agar kalian dapat mengetahui kemampuan yang ku miliki." Jawab Lin Chen dengan tertawa kecil.


Hingga tiba-tiba tempat di sekitarnya terasa mencekam dengan aura yang di lepaskan oleh Lin Chen.


Bukan hanya tingkat kultivasinya yang naik menjadi tingkat Surga puncak, terlihat juga tubuh Lin Chen yang mulai di selimuti cahaya keemasan.


" Aura Dewa Naga!"


" Tubuh Dewa Naga!"


" Swusshh....." Lin Chen melesat dengan cepat menggunakan Langkah Dewa Naga.


Kelimanya yang melihat Lin Chen bergerak segera bersiap.


" Formasi!" Ketua kelompok tersebut memberikan perintah.


Keempat yang lainnya segera bergerak membuat formasi.


" Swusshh....." Cahaya hitam pekat muncul menyelimuti kelimanya.


Lin Chen hanya tersenyum tipis, kemudian mengayunkan pedangnya ke arah kelimanya mencoba mengacaukan formasi mereka.


" Dhuaaarrrr....." Serangan yang di lepaskan Lin Chen di hadang mereka dengan mudah.


" Lemah!" Ucap salah satu dari mereka yang kemudian segera keluar dari formasi kelompoknya.

__ADS_1


" Tidak!" Teriak rekannya yang lain dengan khawatir.


" Bodoh!" Lin Chen yang segera bergerak ke arahnya.


Tapak Dewa Naga yang di lepaskan Lin Chen bertabrakan dengan serangan tapak.


" Dhuaaarrrr....." Sosok yang menyerang Lin Chen terpukul mundur hingga belasan meter.


" Sangat kuat." Batin keempatnya saat melihat rekannya yang berada pada tingkat Raja puncak terlempar belasan meter.


" Serang secara bersamaan!" Teriak ketua kelompok tersebut menyadarkan ketiganya dari kekaguman pada sosok Lin Chen.


" Baik."


" Swusshh....." Keempatnya melesat ke arah Lin Chen.


Lin Chen kemudian menggunakan langkah bayangan mengindari serangan mereka dengan bergerak zig-zag.


Keempatnya yang melihat Lin Chen hanya menghindar segera meningkatkan serangannya.


Lin Chen terus bergerak menghindari serangan mereka dengan sesekali mengayunkan pedangnya.


" Kau yang pertama!" Ucap Lin Chen bergerak ke arah sosok yang sebelumnya terlempar.


Sosok yang sedang mencoba memulihkan diri itu segera membuka matanya saat merasakan bahaya mendekat.


" Dhuaaarrrr.."


Namun gerakan Lin Chen lebih cepat melepaskan Tapak Penghapus Langit membuat sosok yang sedang memulihkan diri tidak dapat menghindar hingga kini terlihat terluka dengan sangat parah.


" Arghhh..." Sosok itu memuntahkan darah dari dalam mulut terus menerus.


" Tubuhku terasa hancur." Batinnya dengan tubuh terkapar di tanah di sertai darah yang mengalir di tubuhnya.


Lin Chen kembali melesat ke arah keempatnya dengan melepaskan serangan Tapak Dewa Naga yang beradu dengan serangan keempatnya.


" Swusshh......"


" Dhuaaarrrr...." Lin Chen terpukul mundur dengan keringat yang membasahi tubuhnya akibat kelelahan terlalu memaksakan diri menggunakan teknik Dewa Naga.


Sedangkan dua dari keempat sosok berpakaian hitam terlempar lima meter menabrak pohon di sekitarnya.


" Booooommmmsss..." Pepohonan di sekitarnya rubuh hingga membuat tempat itu terlihat seperti tanah luas.


" Sangat kuat!" Dua sosok yang tidak terlempar membatin dengan tangan yang bergetar setelah beradu serangan dengan Lin Chen.


" Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu sosok dengan sosok yang menjadi ketua.


" Jika ada kesempatan kita segera pergi!"

__ADS_1


" Tapi."


" Apa kau bodoh, dia bukan pemuda biasa. Hanya berada pada tingkat Surga puncak namun dapat membuat kita yang berada pada tingkat Raja Puncak kerepotan." Ucapnya dengan kesal.


Sedangkan Lin Chen yang berdiri sekitar lima puluh meter dari mereka mencoba memulihakan dirinya dengan menelan pil.


Apa yang di lakukan Lin Chen sendiri tidak di ketahui oleh mereka sehingga membuat kelompok berpakaian serba hitam itu berfikir Lin Chen masih memiliki banyak energi.


" Dua kali serangan lagi, jika dalam dua kali serangan gagal maka nyawaku akan terancam." Lin Chen membatin saat mencoba memahami batas kemampuan miliknya.


Energi Qi yang di miliki Lin Chen sebenarnya cukup banyak, hanya saja karena dirinya yang terlalu memaksakan menggunakan teknik Dewa Naga membuat energi Qi miliknya cepat terkuras dengan habis.


Menghadapi lima sosok tingkat Raja Puncak bukanlah hal yang mudah untuk Lin Chen yang memiliki pengalaman sangat sedikit.


Andai saja dirinya sudah mengalami banyak pengalaman dalam pertarungan mungkin akan berbeda cerita.


Di saat Lin Chen sedang mencoba memulihakan dirinya, kedua sosok yang sebelumnya terlempar kini sudah bangkit kembali dan berdiri di samping dua rekannya.


" Kita serang secara bersamaan menggunakan teknik terkuat milik kita." Ucap ketua kelompok tersebut kepada ketiga rekannya.


" Sepertinya aku sudah tidak mampu." Ucap salah satu dari mereka.


" Tenanglah, jika serangan ini gagal kita akan pergi. Namun kita harus membuatnya terluka terlebih dulu."


" Baik." Ucap ketiganya yang kini mulai mempersiapkan serangan puncaknya.


Lin Chen yang melihat keempatnya sedang bersiap untuk menyerangnya mencoba mencari cara.


" Bagaimana? Apa sekarang kalian menyadari batas kemampuan yang kalian miliki?" Tanya Lin Chen dengan penuh senyum.


" Semoga saja berhasil." Batin Lin Chen yang sedang mencoba mengulur waktu agar dirinya dapat memulihkan diri terlebih dulu.


Mendengar ucapan Lin Chen membuat mereka terpancing emosi karena merasa di rendahkan olehnya.


" Cih! Jika kau tidak licik mung-..."


" Licik? Apa kau bercanda, aku hanya seorang diri sedangkan kalian? Lalu siapa yang licik. Dan aku hanya ingin memberitahu kalian jika aku cerdik bukan licik!" Ucap Lin Chen dengan terus mencoba mengulur waktu.


Keempatnya menggertakan giginya, mereka sadar dengan apa yang di katakan oleh Lin Chen. Jika mereka melawan Lin Chen seorang diri mungkin kini sudah tewas.


Hingga beberapa saat kemudian salah satu dari mereka menyadari jika Lin Chen hanya sedang mengulur waktu.


" Hahaha... Apa kau mencoba mengulur waktu agar dapat memulihkan diri? Kau terlalu naif!" Ucap salah satu dari mereka yang kemudian meminta rekannya untuk segera menyerang Lin Chen.


" Hah..." Lin Chen menghembuskan nafasnya dengan kasar saat rencananya di ketahui oleh mereka.


Kemudian segera bersiap.


" Majulah!" Ucap Lin Chen dengan ujung pedang yang diarahkan ke mereka.

__ADS_1


__ADS_2