Reinkarnasi Putri Malang

Reinkarnasi Putri Malang
Tenggelam


__ADS_3

...----------------...


Arina adalah seorang putri yang cantik ia tinggal di sebuah istana yang besar dan mewah bersama kedua orang tuanya dan juga adik perempuannya.


Semua keluarga Arina adalah orang yang kuat kecuali adiknya yang bernama Vira, adiknya Arina sangat iri dan benci kepada Arina karna ia lebih kuat darinya dan juga ia lebih di sayang oleh kedua orang tuanya.


Suatu hari Vira membuat rencana jahat untuk Arina, ia bilang kepada Arina akan mengajaknya ke sebuah danau untuk melihat pemandangan yang indah di sana namun saat mereka sudah sampai di danau Vira malah mendorong Arina ke danau yang sangat dalam.


"Sekarang mamah dan papah pasti lebih sayang sama aku dari pada kak Arina!" ucap Vira lalu ia pun segera pulang ke istana.


Dan saat Vira sudah pulang tiba - tiba saja ada seorang laki - laki yang tak sengaja melihat ada seorang perempuan yang meminta tolong di danau.


Laki - laki itu pun segera terjun ke danau dan mencari sumber suara itu.


Dan tak lama kemudian laki - laki itu melihat ada seorang perempuan yang sudah pingsan dan perempuan itu adalah Arina.


Lalu laki - laki itu pun segera membawa Arina pergi dari danau itu.


"Dia putri Arina?"


"Hei Arina kamu masih hidup kan?" tanya laki - laki itu yang barusan menolong Arina.


"Sepertinya dia pingsan aku harus memanggil ambulance!" ujar laki - laki itu, lalu ia pun segera menelpon ambulance.


Dan tak lama kemudian ambulance pun sampai dan Arina segera di bawa ke rumah sakit.


Dan sesampainya Arina di rumah sakit ia segera di periksa oleh dokter dan setelah selesai di periksa laki - laki yang tadi menolong Arina pun segera menanyakan bagaimana kondisi Arina.


"Dokter, bagaimana kondisinya?"


"Maaf tapi nyawanya sudah tidak bisa di selamatkan lagi jika pangeran Leon mau lihat silahkan," jawab dokter.


Leon adalah seorang pangeran dari sebuah istana yang tak kalah besar dari istana Arina


"A-apa Arina sudah...."


Leon segera lari melihat kondisi Arina, Leon sangat sedih melihat Arina yang sudah mati.


"Arina mengapa kamu sudah pergi? padahal aku sangat menyukaimu!" ucap Leon.


Dari kecil Leon diam - diam menyukai Arina namun Leon masih malu untuk bilang ke Arina bahwa ia menyukainya.


Dan keesokan harinya Arina pun segera di makamkan.


Semua orang sedih kecuali Vira ia malah senang saat mendengar kabar duka tersebut.


Saat di pemakaman Arina Vira hanya berpura - pura menangis agar tidak ada yang curiga kepadanya kalau ia yang mendorong Arina ke danau.

__ADS_1


"Aku curiga kalau ada seseorang yang menjatuhkan Arina ke danau," ucap Leon.


Vira langsung tercengang, ia sangat takut kalau semuanya terbongkar.


'Aduh Leon mulai curiga, semoga aku gak ketahuan karna kalau aku ketahuan semuanya bisa kacau!' batin Vira.


"Vira, kok wajah mu tiba - tiba berubah menjadi ketakutan ada apa?" tanya Leon, "g-gak ada apa - apa kok, oh iya aku pulang duluan ya," jawab Vira lalu ia pun segera pulang ke istana dengan jalan yang terburu - buru.


Leon curiga kepada Vira kalau ada yang di sembunyikan olehnya.


"Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Vira aku harus mencari tahu!" ujar Leon.


Lalu Leon pun segera pulang ke rumahnya namun sebelum ia pulang Leon mau bilang sesuatu dulu kepada Arina.


"Arina, aku pulang dulu ya, oh iya Arina aku bakal cari tahu siapa seseorang yang sudah membuat mu tenggelam!" ucap Leon, lalu ia pun segera pulang ke rumahnya.


Dan 10 tahun kemudian Arina hidup kembali di dunia.


"A-aku hidup lagi?"


Arina senang masih bisa hidup lagi di dunia namun saat ia melihat dirinya sendiri di depan cermin Arina seperti beda orang.


"Mengapa aku sangat berbeda dari pada 10 tahun yang lalu."


Arina menjadi lebih muda dan saat ia baru sampai kembali di dunia ia tiba - tiba saja memakai baju lusuh tapi suaranya masih sama seperti dulu.


"Leon!" panggil Arina.


"Iya? maaf kamu siapa ya?" tanya Leon.


'Leon tidak boleh tahu siapa aku sebenarnya!' (ucap Arina di dalam hati)


"Nama ku Zeila" jawab Arina.


Arina sengaja tidak memberitahu nama aslinya karna jika ia memberi tahu nama aslinya Leon pasti tidak akan percaya.


"Oh salam kenal nama ku Leon."


"Oh iya kamu tinggal di mana?" tanya Leon.


'Oh iya ya aku mau tinggal di mana? Kalau aku kembali ke istana pasti aku tidak akan di terima' (ucap Arina di dalam hati)


Arina terdiam sejenak.


"hei kamu kenapa?" tanya Leon, "aku gak kenapa - napa kok," jawab Arina.


"Jadi kamu tinggal di mana?" tanya Leon, "aku sendiri tidak tahu," jawab Arina.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu tinggal di istana aku saja."


Arina kaget saat Leon mengajaknya untuk tinggal di kerajaannya.


"Y-ya sudah kalau begitu."


Lalu Leon dan Arina pun segera pergi ke istana Feon.


Dan sesampainya mereka berdua di sana...


"Mah pah, ini Zeila dia tidak punya rumah boleh tidak dia tinggal di sini?" tanya Leon, "emm boleh - boleh aja" jawab papahnya Leon yang bernama Zio.


"Boleh," ucap mamahnya Leon yang bernama Levia


Lalu Levia pun segera mengantarkan Arina ke kamarnya


"Ini kamar mu semoga kamu betah ya di sini," ucap Zia lalu segera pergi.


"Wah kamarnya luas juga ya," ucap Arina.


Arina pun segera beristirahat di kamar barunya.


Dan saat malam hari Arina makan malam bersama keluarga Leon.


Saat sedang makan malam Zio dan Levia bertanya kepada Arina di mana orang tuanya.


Arina diam sejenak ia tidak tahu harus menjawab apa.


"Zeila kamu kenapa?" tanya Levia, "gak kenapa - napa kok ratu" jawab Arina.


"Jadi orang tua kamu kemana?" tanya Levia, "aku tidak tahu mereka di mana" jawab Arina.


"Ya sudah kalau begitu kamu tinggal di sini saja," ucap Levia.


Arina sebenarnya ingin kembali ke istananya namun ia pasti tidak akan di terima di sana.


Lalu Arina pun segera melanjutkan makanannya.


Dan setelah selesai makan Arina segera mencuci piringnya namun Levia bilang tidak usah karna ada pembantu istana yang akan mencuci piring.


Tetapi Arina tetap mencuci piring, ia tidak mau merepotkan di sana.


Karna Arina tetap ingin mencuci piring akhirnya Levia pun membolehkannya dan Levia pun segera pergi.


Arina pun melanjutkan mencuci piringnya dan setelah selesai mencuci piring Leon datang menghampiri Arina.


"Zeila, besok aku mau bilang sesuatu ke kamu," ucap Leon, "kenapa tidak sekarang saja?" tanya Arina, "sudah besok saja sekarang lebih baik kamu pergi tidur."

__ADS_1


__ADS_2