
...----------------...
"Ya sudah deh kalau begitu," ucap Arina, lalu ia pun segera pergi ke kamar nya.
Dan ke esokan harinya Arina tidak sengaja melihat Leon yang sedang ada di taman kerajaan sambil duduk manis.
Arina pun segera menghampiri Leon.
"Hei katanya kamu mau bilang sesuatu ke aku memang nya kamu mau bilang apa?" tanya Arina, "kamu tau putri Arina kan?"
"Tahu," jawab Arina, "Saat itu Arina mati karna tenggelam dan aku curiga kalau ada yang sengaja mendorongnya hingga tenggelam, aku ingin mencari tahu siapa yang sudah membuat Arina tenggelam namun sampai sekarang aku belum menemukan orang yang sudah membuat Arina tenggelam..." ucap Leon.
"Aku tahu siapa yang telah membuat putri Arina tenggelam," ucap Arina.
Arina tahu siapa yang telah membuat dirinya tenggelam yang telah membuat ia tenggelam adalah Vira.
Vira sekarang menjadi seorang putri yang disukai oleh semua rakyat bahkan sekarang Vira menjadi calon seorang ratu padahal awalnya Arina yang akan dijadikan calon ratu.
Vira sering berbuat baik kepada orang lain namun itu ia lakukan hanya berpura - pura saja agar ia bisa menjadi putri kesayangan semua rakyat.
"Putri Vira yang telah membuat putri Arina tenggelam!" ujar Arina, "Vira? Gak mungkin Vira dia kan seorang putri yang baik, ia sering menolong orang lain," ucap Leon.
"Tapi putri Vira menolong orang lain itu hanya berpura - pura supaya dia bisa menjadi putri kesayangan rakyat!" ujar Arina, "Mana mungkin Vira seperti itu, sudah aku pergi dulu," ucap Leon lalu segera pergi dari taman kerajaan.
Leon lebih membela Vira daripada Arina, semenjak Arina sudah mati Feon lebih menyukai Vira daripada Arina.
Sebenarnya Arina menyukai Leon dari ia kecil namun sekarang Leon menyukai Vira, tadi saja Leon lebih membela Vira daripada Arina.
Arina merasa cemburu kepada Leon dan Vira yang akhir - akhir ini mereka sedang dekat.
"Aku tidak terima Leon dan Vira bersama! Aku tidak mau Feon nanti tersakiti!" ujar Arina.
Tiba - tiba saja Arina berencana sesuatu.
"Pangeran Leon," panggil Arina, "ada apa?" tanya Leon.
"Pangeran Leon pasti menyukai putri Vira," ucap Arina, "ya, memang nya kenapa?" tanya Leon.
"Kamu jangan sama dia! Karna kamu bisa tersakiti nanti!" ujar Arina.
Arina tidak mau Leon tersakiti oleh Vira, Arina tahu kalau Vira menyukai laki - laki lain selain Leon.
__ADS_1
"Aku tidak percaya," ucap Leon lalu segera pergi meninggalkan Arina.
Arina menahan tangisan ketika melihat Leon lebih memilih Vira daripada dirinya.
Arina terus berusaha membuat Leon percaya dengannya namun Arina malah di usir oleh Leon dari istana.
"Kamu mengapa mengusir Zeila dari sini?" tanya mamahnya Leon, Leon hanya terdiam.
"Tidak apa - apa raja ratu kalau saya memang harus pergi dari istana ini tidak apa - apa," ucap Arina lalu segera pergi meninggalkan istana Leon.
"Aku mau tinggal di mana lagi sekarang?" tanya Arina Kepada dirinya sendiri.
Ia tidak tahu mau tinggal di mana lagi ia tidak punya uang untuk membeli rumah kontrakan untuk makan saja ia tidak punya uang sedikit pun.
Tiba - tiba saja ada seorang nenek penjual kue yang menghampiri Arina.
"Halo cu, mau beli kue nya tidak?" tanya nenek penjual kue itu, "maaf nek aku sedang tidak ada yang sedikit pun," jawab Arina.
"Oh ya sudah kalau begitu tidak apa - apa, oh iya cu kamu bilang kamu sedang tidak ada uang sedikit pun kan bagaimana kalau kerja di nenek saja," ajak nenek, "kerja apa ya nek?" tanya Arina.
"Membantu nenek menjual kue - kue ini," jawab nenek penjual kue itu.
Dan setelah semua kue habis...
"Ini uang untuk mu maaf jika hanya sedikit," ucap nenek, "segini cukup kok nek yang penting sekarang aku bisa makan," ucap Arina.
"Oh iya nek boleh tahu nama nenek siapa ya?" tanya Arina, "nama nenek Surti kalau cucu siapa?" , "nama saya Zeila."
"Kalau boleh tahu kamu tinggal di mana?" tanya nenek Surti.
Arina terdiam sejenak.
"A-aku tidak punya tempat tinggal lagi nek," jawab Arina.
Nenek Surti merasa kasihan kepada Arina lalu ia pun menawarkan Arina untuk tinggal di rumahnya.
Arina pun menerima tawaran nenek Surti lalu mereka pun segera pulang ke rumah nenek Surti.
Sesampainya di sana nenek Surti segera menunjukkan di mana kamar untuk Arina dan nenek Surti menyuruh Arina untuk segera beristirahat.
Lalu Arina pun segera beristirahat di kamarnya.
__ADS_1
Dan saat malam hari Arina melihat nenek Surti sedang memasak di dapur untuk makan malam.
"Nenek sedang menyiapkan makan malam?" tanya Arina, "iya," jawab nenek Surti, "boleh saya bantu nek?" tanya Arina, " boleh."
Lalu Arina pun segera membantu nenek Surti memasak.
Dan setelah makanannya selesai mereka pun segera memakan makanannya bersama - sama.
Dan setalah selesai mereka makan nenek Surti menanyakan sesuatu kepada Arina.
"Oh iya orang tua kamu kemana?" tanya nenek Surti, "a-aku sendiri tidak tahu mereka di mana," jawab Arina.
"Kalau begitu kamu tinggal di sini saja," ucap nenek Surti, "iya nek."
"Oh iya nek aku pergi cuci piring dulu ya," ucap Arina, lalu ia pun segera pergi cuci piring.
Dan setelah selesai Arina cuci piring Arina melihat nenek Surti sedang membuat kue.
Arina tertarik untuk membuat kue akhirnya ia pun membantu nenek Surti membuat kue.
Setelah kuenya selesai di buat Arina dan nenek Surti pun segera pergi ke kamar masing - masing untuk tidur.
Dan ke esokan harinya Arina dan nenek Surti segera pergi menjual kue.
Dan setelah kue nya habis Arina dan nenek Surti pun segera pulang ke rumah.
Dan saat Arina dan nenek Surti baru saja sampai di rumah tiba - tiba saja Arina tak sengaja melihat sebuah surat yang tergeletak di tanah.
Arina pun segera membaca isi surat itu dan ternyata malam ini pangeran Leon sedang mengadakan sebuah pesta dansa.
Arina tertarik untuk datang ke pesta dansanya.
"Nenek, pangeran Leon mengadakan sebuah pesta dansa!" ujar Arina, "wah kalau begitu kamu harus ikut *** nenek akan mendandani mu," ucap nenek Surti.
Dan saat malam hari nenek Surti segera mendandani Arina yang akan pergi ke pesta dansa.
Arina sangat gembira karna bisa pergi ke pesta dansa pangeran Leon.
"Nenek harap kamu bisa berjodoh dengan pangeran Leon," ucap nenek Surti sambil mendandani Arina, "iya nek," jawab Arina.
Dan setelah selesai di dandan Arina mirip sekali dengan Arina yang dulu.
__ADS_1