Reinkarnasi Putri Malang

Reinkarnasi Putri Malang
Rion


__ADS_3

...----------------...


Sementara Arina dan nenek Surti segera kabur dari istana dan pulang ke rumah.


"Untunglah kita berhasil kabur nek," ucap Arina, "iya."


Arina dan nenek Surti sangat senang karna bisa berhasil kabur dan pulang ke rumah.


Namun tiba - tiba saja Fino datang ke rumah nenek Surti.


Seketika Arina dan nenek Surti langsung panik.


"Sudah kuduga pasti kalian berusaha untuk kabur kan?" tegas Fino marah, "m-maafkan kami!" ucap nenek Surti, "kalian berdua ikut aku sekarang!" tegas Fino sambil menarik tangan Arina dan nenek Surti lalu memasukkan mereka ke dalam mobil.


Fino membawa Arina dan nenek Surti kembali ke istana.


Dan sesampainya di istana Arina dan nenek Surti dimasukkan ke dalam gudang oleh Fino.


Fino segera meningkatkan tali kepada Arina dan nenek Surti dan juga menutup mulut mereka dengan selotip berwarna hitam.


Setelah itu Fino pergi meninggalkan Arina dan nenek Surti.


Sesudah Fino pergi Vira datang menghampiri Arina dan nenek Surti.


"Kalian tidak akan bisa kabur dari sini," ucap Vira, "lepaskan kami!" tegas Arina marah.


Vira tidak terlalu jelas mendengar perkataan Arina karna mulut Arina di tutupi oleh selotip jadi ia tidak bisa berbicara dengan jelas, namun Vira faham maksud Arina.


"kamu mau minta di lepaskan? Tidak bisa," jawab Vira.


"Oh iya aku sudah mendapatkan foto kakakku yang kamu sembunyikan," ucap Vira, "kembalikan foto itu!" ujar nenek Surti.


"Nenek bilang apa? Aku tidak mendengarnya."


"oh iya mulut nenek kan di tutupi oleh selotip," ucap Vira, lalu Vira pun segera melepaskan selotip di mulut nenek Surti, namun setelah nenek Surti selesai bicara Vira menutup mulutnya kembali dengan selotip.


"Jadi nenek mau bilang apa?" tanya Vira, "cepat kembalikan foto yang kamu ambil!" ujar nenek Surti.


"Gak bisa dong nek," jawab Vira, lalu Vira pun menutup kembali mulut nenek Surti dengan selotip.


"Aku tidak mau mengembalikan fotonya kepada kalian berdua," ucap Vira, lalu ia pun segera pergi meninggalkan Arina dan nenek Surti.

__ADS_1


Dan tiba - tiba saja datang seorang pria dingin dan tampan yang bernama Rion.


Rion adalah pria dingin dan tampan, dan juga ia suka sekali menolong orang lain.


Rion datang menghampiri Arina dan nenek Surti.


Dan Rion segera menyelamatkan Arina dan nenek Surti.


"Terima kasih ya sudah menyelamatkan kita," ucap nenek Surti "iya sama - sama, sekarang kita harus kabur dari sini!" ujar Rion.


Lalu Rion, Arina, dan nenek Surti pun segera kabur dari istana lewat gerbang, kebetulan saja pintu gerbang tidak dikunci dan sedang tidak ada penjaganya.


Rion mengantarkan Arina dan nenek Surti pulang ke rumah.


"Kalian tunggu di sini aku akan kembali lagi," ucap Rion, lalu ia pun segera pergi dari rumah nenek Surti.


Rion pergi ke istana Vira untuk mengambil foto Arina saat kecil dan mengembalikannya kepada Arina.


Saat di istana Rion masuk ke dalam istana secara diam - diam, kebetulan saja di istana sedang sepi.


Rion pergi ke kamar Vira untuk mengambil fotonya dia kamar Vira.


Setelah Rion mengambil foto itu ia pun segera keluar dari istana dan segera pergi ke rumah nenek Surti.


Dan sesampainya di sana...


"Ini foto yang kamu cari kan?" tanya Rion, "iya, terima kasih ya," ucap Arina.


"Iya, sama - sama," ucap Rion, "oh iya kalau boleh tahu nama kamu siapa ya?" tanya Arina, "nama ku pangeran Rion adik kandung Leon," jawab Rion.


"Kalau nama mu siapa?" tanya Rion, "nama ku Arina eh maksudku Zeila," jawab Arina, "Arina?"


Arina panik karna ia takut kalau Rion mengetahui siapa dirinya yang asli, karna kalau Rion tahu ia takut kalau Rion membongkarnya kepada semua orang.


"Sudah Arina kamu kasih tahu saja siapa dirimu sebenarnya," ucap nenek Surti dengan suara pelan, "baiklah nek."


"I-iya aku adalah Arina." "h-hah bukannya putri Arina sudah tidak ada?" tanya Rion tidak percaya, "aku hidup kembali," jawab Arina.


"Arina aku rindu dengan mu!" ucap Rion sambil memegang kedua tangan Arina, "sebenarnya aku menyukaimu dari kecil!"


Seketika pipi Arina berubah menjadi merah saat mendengar bahwa Rion menyukainya.

__ADS_1


Nenek Surti melihat Rion dan Arina yang saling menatap satu sama lain.


"Hey kalian kenapa?" tanya nenek Surti, "g-gak kenapa - napa kok nek," jawab Rion, "masa?" tanya nenek Surti sambil senyum - senyum, "a-aku pergi ke kamar dulu," ucap Arina, lalu Arina pun segera pergi ke kamarnya sambil membawa foto ia saat masih kecil.


"O-oh iya nek aku pergi dulu ya," ucap Rion, lalu Rion pun segara pergi dari rumah nenek Surti.


Sementara Arina...


Arina sangat malu dengan kejadian barusan saat ia saling menatap satu sama lain dengan Rion.


"Aduh aku masih malu banget dengan kejadian barusan saat aku saling tatap dengan Rion!" ucap Arina, "tapi kalau di lihat - lihat Rion tampan juga ya," ucap Arina sambil senyum - senyum.


Sementara Rion...


Rion pulang ke istananya dan sesampainya di sana ia segera pergi ke kamarnya.


"Aduh kejadian tadi sangatlah memalukan saat aku saling tatap dengan putri Arina!" ujar Rion, "besok aku pergi ke Arina lagi deh!" ucap Rion.


Dan keesokan harinya Rion segara pergi ke rumah nenek Surti untuk bertemu dengan Arina.


Dan sesampainya ia di sana...


'Tok, tok, tok' suara ketukan pintu.


Nenek Surti yang mendengar suara ketukan pintu pun segera membukakan pintunya.


"Eh pangeran Rion, silahkan masuk," ucap nenek Surti.


Lalu Rion pun segera masuk ke dalam rumah nenek Surti dan duduk di sofa ruang tamu.


"Sebentar ya nenek ambilkan teh tawar hangat dulu," ucap nenek Surti, "eh tidak usah nek, saya ke sini hanya ingin menanyakan di mana putri Arina karna saya mau mengajaknya keluar untuk hal penting," ucap Rion, "oh dia sedang ada di kamar, sebentar ya nenek panggilkan dulu," jawab nenek Surti, lalu nenek Surti pun segera pergi ke kamar Arina.


"Arina, ada pangeran Rion datang kemari katanya mau mengajak Arina pergi keluar," ucap nenek Surti, 'Rion ajak aku pergi bersama? A-aku gak salah dengar nih?" batin Arina.


"Cepat kamu berdandan dan memakai gaun yang cantik!" ujar nenek Surti, "i-iya nek."


"Ya sudah kalau begitu nenek tunggu di ruang tamu ya," ucap nenek Surti, lalu nenek Surti pun segera keluar dari kamar Arina.


Sementara Arina ia segera berdandan dan mengganti pakaiannya dengan gaun yang indah dan juga cantik.


Dan setelah Arina siap ia pun segera keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2