
...----------------...
Rion terpesona dengan kecantikan Arina dan seketika pipi Arina berubah menjadi merah merona.
"A-arina, kamu cantik banget," ucap Rion, "k-kamu bilang apa barusan?" tanya Arina tak percaya.
"Em gak apa - apa, ya udah ayo kita pergi," ucap Rion, "nek, kita pergi dulu ya.", "iya, hati - hati ya."
Lalu Rion dan Arina pun pergi ke mobil Rion dan pergi ke sebuah restoran mewah.
Dan sesampainya di sana mereka berdua segera membeli makanan dan minuman termahal di sana, dan semuanya di bayar oleh Rion karna Rion yang menyuruh Arina untuk membeli makanan yang paling mahal.
Awalnya Arina menolak namun karna Rion memaksa akhirnya Arina menurutinya.
Setelah selesai memesan Rion dan Arina tinggal menunggu makanan mereka datang.
Lalu tak lama kemudian makanan Rion dan Arina sudah datang.
"Ini makanannya ya" ucap pelayan restoran di sana, "oh iya terima kasih ya mbak," ucap Rion, "iya kak sama - sama." lalu pelayan restoran itupun segera pergi.
__ADS_1
"Ini makanannya tuan putriku," ucap Rion, seketika pipi Arina berubah menjadi merah merona.
'R-rion memanggilku tuan putri?!' tanya Arina tak percaya.
"K-kamu bilang apa barusan? Tuan putriku?" seketika Rion langsung panik, "emmm, sudah ayo cepat makan ntar keburu dingin loh makanannya," ucap Rion, "iya."
Lalu Rion dan Arina pun segera menghabiskan makanan mereka.
Dan setelah selesai makan...
"Wah makanannya enak banget! Aku suka!" ucap Arina, "baguslah kalau kamu suka aku juga ikutan suka," jawab Rion sambil tersenyum.
Seketika Arina langsung terperangah saat mendengarnya.
"J-jadi dia Yulia?" tanya Arina tak percaya, "iya benar, kamu ingat kan saat kamu masih tinggal di istana orang tuamu Yulia sangat benci sekali kepada putri Arina dan selalu membuat rencana jahat bersama Vira untuk mu," jawab Rion.
"Arina, kita harus balas dendam kepada mereka berdua!" ujar Rion sambil memegang kedua tangan Arina, "t-tapi!"
"Kita harus tetap melakukannya! Dan sekarang kita akan memulaikannya!" ujar Rion.
__ADS_1
Lalu Rion pun segera membayar makanannya lalu segera pergi keluar restoran bersama Arina.
"Kita harus pergi ke istana orang tuamu sekarang!" ujar Rion, lalu Rion dan Arina pun segera pergi ke istana.
Dan sesampainya di sana ada dua penjaga gerbang istana yang melarang Rion dan Arina untuk masuk kedalam istana.
"Kalian dilarang masuk ke istana ini," ucap salah satu penjaga gerbang istana, "memangnya kenapa? Kamu gak tahu siapa kita?" tanya Rion.
Tiba - tiba saja dua penjaga gerbang istana itu langsung tercengang saat menyadari bahwa yang ada di depannya itu adalah Rion dan Arina.
"P-pangeran Rion? Putri Arina? Bagaimana kalian bisa ada di sini?" tanya salah satu penjaga gerbang istana.
"Saya ingin bertemu dengan Vira!" tegas Rion, "b-baiklah!"
Lalu dua penjaga gerbang istana itupun segera membukakan gerbang istananya.
Lalu Rion dan Arina pun segera mencari keberadaan Vira.
Saat sedang mencari Vira Arina tak sengaja melihat Leon dan Vira yang sedang duduk berdua di taman istana.
__ADS_1
Arina sakit hati saat melihat Leon dan Vira berduaan, ia menahan tangisan saat melihat orang yang di sukainya di rebut oleh adiknya sendiri.