Reinkarnasi Putri Malang

Reinkarnasi Putri Malang
Lomba Karate


__ADS_3

...----------------...


"Iya nek," jawab Arina, "Ya udah kalau begitu Arina cuci piring dulu ya nek."


Lalu Arina pun segera pergi mencuci piring.


Dan setelah Arina selesai mencuci piring tiba - tiba saja nenek Surti datang menghampiri Arina.


"Putri Arina," panggil nenek Surti, "iya nek ada apa?" tanya Arina.


"Satu minggu lagi raja Zio akan mengadakan lomba karat! Kamu harus ikut, nenek yakin kamu pasti akan menang," ucap nenek Surti, "lomba karate? Wah aku mau ikut nek!" ucap Arina.


Arina sangat bersemangat untuk mengikuti lomba karate karna dulu ia sering mengikuti lomba karate dan ia selalu memang juara 1.


"Coba nenek mau lihat kamu karate," ucap nenek Surti, "boleh nek."


Lalu Arina pun segera menunjukkan gerakan karate.


Namun saat Arina akan menunjukkan gerakan karatenya ia tiba - tiba saja lupa.


"Nek, tiba - tiba saja aku lupa gerakan karate! Padahal dulu aku sering karate," ucap Arina, "tidak apa - apa nenek bisa mengajarkan mu karate, dulu nenek adalah seorang guru karate," ucap nenek Surti.


lalu Arina pun diajarkan karate.


Setelah nenek Surti mempraktekkan beberapa gerakan karate nenek Surti pun menyuruh Arina untuk mengikutinya.


Tetapi Arina tidak terlalu bisa akhirnya nenek Surti pun mengajarkannya lagi.


Sudah beberapa kali nenek Surti mengajarkannya tetap saja Arina masih belum bisa.


"Kamu perlu banyak latihan, besok setelah selesai jualan kue kita latihan lagi ya," ucap nenek Surti, "iya nek," ucap Arina.


Dan keesokan harinya nenek Surti dan Arina pun segera pergi berjualan kue dan setelah selesai berjualan kue mereka pun segera pulang ke rumah mereka.


Dan sesampainya nenek Surti dan Arina di rumah nenek Surti pun segera mengajarkan Arina karate.


Sudah nenek Surti ajarkan berkali - kali tetap saja tidak ada perubahan.


"Tidak apa - apa kalau kamu masih belum bisa nanti lama - lama juga kamu bisa kok," ucap nenek Surti, "sudah nek mungkin memang aku tidak pantas ikut lomba itu," ucap Arina, lalu ia pun segera pergi dari rumah nenek Surti.


Nenek Surti pun segera menghampiri Arina.


Arina pergi ke sebuah taman dan nenek Surti mengikutinya secara diam - diam.


Dan nenek Surti mendengar Arina ngomong sesuatu.


"Mengapa aku tidak sekuat dulu? Mengapa sekarang aku tidak bisa karate? Padahal dulu aku selalu menang juara satu saat mengikuti lomba karate tapi mengapa sekarang aku jadi gak bisa karate?" tanya Arina kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sudahlah mungkin aku tidak pantas untuk ikut lomba karate." , "kamu cocok kok untuk ikut lomba karate," ucap nenek Surti sambil menepuk pundak Arina belakang.


Arina kaget saat nenek Surti tiba - tiba saja datang.


"Eh nenek?"


"Kamu pasti bisa menjadi kuat kembali," ucap nenek Surti, "bagaimana caranya nek?" tanya Arina, "dengan berusaha dan tidak menyerah," jawab nenek Surti sambil memegang kedua tangan Arina, "lama - lama kamu pasti bisa!" ujar nenek Surti.


"Oh begitu ya nek," ucap Arina.


Akhirnya Arina mau berlatih karate lagi berkat nenek Surti.


"Aku tidak sabar untuk latihan karate lagi nek!" ucap Arina, "iya besok kita latihan lagi, ya udah sekarang ayo kita pulang," ucap nenek Surti.


Dan keesokan harinya Arina segera berlatih karate.


setelah Arina selesai berlatih karate...


"Gerakan karate mu sudah lumayan bagus," ucap nenek Surti, "terima kasih nek."


Arina senang sekali karna gerakan karatenya sudah lumayan bagus dan Arina yakin ia pasti bisa mengikuti lomba karate.


Dan satu hari sebelum lomba karate di mulai nenek Surti dan Arina pergi ke istana raja Vio untuk daftar lomba karate.


"Selamat Zeila kamu diterima," ucap raja Via, "terima kasih raja," ucap Arina, "ya sudah kalau begitu kamu permisi dulu ya raja," ucap nenek Surti.


Dan saat nenek Surti dan Arina sudah pulang Vira datang ke istana raja Vio untuk daftar lomba karate.


"Mohon maaf peserta lomba karate sudah cukup jadi pendaftaran lomba karate ini sudah ditutup," ucap raja Vio, "apa? Tambah satu peserta aja loh!" ucap Vira, "maaf tidak bisa," jawab raja Vio, "Ya sudah deh kalau begitu."


Lalu Vira pun segera kembali ke istananya.


Vira kesal karna ia tidak bisa ikut lomba karate padahal ia sudah berlatih selama satu minggu.


"Putri Vira, sudah jangan marah - marah" ucap pengawal yang menemani Vira ke istana Vio.


Vira tetap marah.


Saat Vira akan pulang ke istana ia melewati depan rumah nenek Surti dan ia tak sengaja mendengar percakapan nenek Surti dan Arina yang sedang berada di teras rumah.


"Aku senang sekali bisa ikut lomba karate!" ucap Arina, "semoga kamu bisa menang ya," ucap nenek Surti, "iya nek."


'oh jadi Zeila ikut lomba karate ya' batin Vira.


"Kamu tunggu sini aku akan ke rumah nenek Surti dulu," ucap Vira, "baiklah putri Vira."


Lalu Vira pun segera pergi ke rumah nenek Surti.

__ADS_1


Arina kaget saat adiknya Vira datang menghampirinya.


"Zeila!" panggil Vira, "i-iya?" tanya Arina, "raja Vio sudah membatalkan lomba karate besok!" ucap Vira bohong.


Arina kaget saat mendengar kabar itu.


"A-apa?"


"Aku pergi dulu," ucap Vira.


Arina langsung lari pergi ke kamarnya lalu ia mengunci pintunya.


Nenek Surti pun segera mengejar Arina namun pintunya sudah dikunci oleh Arina.


Lalu nenek Surti pun mengetuk pintu Arina dan menyuruhnya untuk membukakan pintunya.


Namun Arina tidak mau membukakan pintunya.


Akhirnya nenek Surti pun mengetuk pintunya kembali.


Sudah beberapa kali nenek Surti mengetuk pintunya Arina masih tidak mau membukakan pintu kamarnya.


"Putri Arina, tolong bukakan pintunya sebentar ada yang mau nenek tanyakan kepadamu," ucap nenek Surti.


Akhirnya Arina mau membukakan pintunya.


"Iya nek mau tanyakan apa?"


Nenek Surti melihat ada bekas tangisan di wajah Arina.


"Arina kamu kanapa?" tanya nenek Surti, "sebenarnya aku sedih karna raja Vio membatalkan lomba karate yang akan diadakan besok..." ucap Arina.


"Sudah tidak apa - apa pasti nanti akan ada lomba karate lagi kok," ucap nenek Surti, "iya nek."


Akhirnya Arina tidak menangis lagi berkat nenek Surti.


Sementara Vira sangat gembira sekali karna ia bisa mengikuti lomba karate dan ia tidak sabar besok saat lomba.


"Pasti aku akan menjadi pemenang!" ucap Vira, "aku jadi tidak sabar besok."


Dan keesokan harinya Vira segera pergi ke istana raja Vio, di sana ramai sekali orang yang datang ke lomba karate yang diadakan oleh raja Vio.


dan saat di sana...


"Baiklah karna sudah hadir semuanya mari kita mulai lomba hari ini ya!" ucap raja Vio.


Lalu raja Vio pun segera memanggil peserta pertama.

__ADS_1


__ADS_2