Reinkarnasi Putri Malang

Reinkarnasi Putri Malang
Putri Arina


__ADS_3

...----------------...


Nenek Surti kaget saat melihat Arina yang sangat mirip sekali dengan Arina yang dulu.


"Kamu mirip sekali seperti putri Arina!" ujar nenek Surti.


Arina tidak percaya ia pun segera melihat dirinya sendiri di cermin Arina sangat kaget karna dirinya mirip seperti dulu saat ia masih hidup.


"Cepat kamu berangkat ke sana," ucap nenek Surti, "nenek harap kamu bisa berjodoh dengan pangeran Leon."


"iya nek, kalau begitu Zeila pergi dulu ya."


Lalu Arina pun segera pergi ke istana Leon, ia pergi kesana berjalan kaki karna Arina tidak mempunyai alat transportasi.


Dan sesampainya di istana Leon semua orang kaget saat melihat Arina datang karna mereka kira Arina sudah tidak ada.


Meskipun semua orang dari tadi melihat ke arah Arina ia tidak peduli Arina tetap fokus mencari keberadaan Leon.


Dan Arina melihat Leon sedang berdansa bersama Vira.


Saat Leon sedang berdansa dengan Vira Leon tak sengaja melihat Arina.


Leon kaget ia pun segera melepaskan tangan Vira, "loh kok kamu berhenti?" tanya Vira, "lihat di sana ada Arina," ucap Leon.


Vira panik saat melihat Arina masih hidup, selama ini Vira mengira Arina sudah tidak ada selamanya padahal Arina hidup kembali.


Feon segera lari menghampiri Arina, "A-arina bukanya kamu udah....."


'Aduh aku takut ketahuan!' batin Arina, "b-bukan aku bukan Arina!"


Tiba - tiba saja Feon membawa Arina ke sebuah tempat yang sepi.


"Arina, maafkan aku selama ini," ucap Leon sambil memegang tangan Arina, "maukah kamu berdansa dengan ku?" tanya Leon.


Belum sempat Arina menjawab Leon segera mengajaknya ke tempat yang ramai dan berdansa dengannya.


Dan setelah selesai mereka berdansa...


"Pangeran Leon coba anda tutup mata dulu," ucap Arina, lalu Leon pun segera menutup matanya dengan tangan.


Lalu Arina segera menghapus dandanannya dengan cepat.

__ADS_1


"Sudah?" tanya Leon, "iya," jawab Arina, lalu Leon pun segera membuka matanya.


Dan Leon sangat kaget karna Arina sudah tidak mirip lagi seperti Arina yang dulu.


"Zeila? Bukannya yang duduk di sampingku tadi itu Arina ya?" , "kamu lupa kalau Arina itu kan udah tidak ada," ucap Arina, "o-oh iya ya."


Lalu Arina pun segera pamit untuk pulang ke rumah nenek Surti.


Dan sesampainya Arina di rumah nenek Surti...


"Bagaimana tadi Zeila?" tanya nenek Surti, "lumayan seru nek," jawab Arina, "oh baguslah, kalau begitu cepat kamu segera mandi habis itu kamu segera pergi beristirahat," ucap nenek Surti.


Lalu Arina pun segera pergi untuk mandi.


Dan tak lama kemudian Arina sudah selesai mandi dan ia pun segera pergi ke kamarnya untuk tidur.


Dan keesokan harinya Arina dan nenek Surti segera pergi berjualan kue.


Dan tak sengaja Arina dan nenek Surti melihat ada dua ibu - ibu di sebuah taman, Arina dan nenek Surti pun segera menawarkan jualannya kepada dua ibu - ibu itu.


"Bu maaf menganggu, mau beli kuenya gak bu?" tanya Arina, "em boleh."


Lalu dua ibu - ibu itu pun segera membeli kuenya dan segera membayarnya.


"O-oh kalau begitu kita permisi dulu ya" ucap Arina, lalu Arina dan nenek Surti pun segera pergi mencari pembeli lain.


"Nenek Surti, saya mau beli kue," ucap seorang gadis perempuan yang akan membeli kue nenek Surti, "oh boleh," jawab nenek Surti.


Lalu gadis perempuan itu pun segera memilih kue yang akan di belinya.


Dan setelah gadis itu memilih ia pun segera membayar kuenya dan segera memakannya.


"Wah rasanya enak sekali!" ujar gadis perempuan itu, "terima kasih," ucap nenek Surti.


"Oh iya tahu gak tadi malam di pesta dansa pangeran Leon ada seseorang yang wajah dan suaranya itu mirip sekali dengan putri Arina," ucap gadis perempuan itu yang tadi malam melihat ada seseorang yang wajahnya mirip dengan putri Arina dan orangnya adalah Arina sendiri.


"O-oh kalau begitu kita permisi dulu ya," ucap Arina, lalu Arina dan nenek Surti pun segera pulang ke rumah karna jualannya sudah habis.


Sesampainya di rumah Arina langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintunya.


Nenek Surti pun segera mengetuk pintu kamar Arina.

__ADS_1


Sudah tiga kali nenek Surti mengetuk pintu kamar Arina tetap saja Arina tidak mau membukakan pintunya.


Tiba - tiba saja nenek Surti tak sengaja mendengar suara tangisan Arina yang sedang menangis di dalam kamar.


"Zeila, tolong buka sebentar pintunya," ucap nenek Surti.


Akhirnya Arina mau membukakan pintunya.


"Iya nek kenapa?" tanya Arina yang berusaha menutup air matanya.


Nenek Surti melihat di wajah Arina ada bekas tangisan.


"Zeila, kamu kenapa nangis? coba sini cerita ke nenek," ucap nenek Surti, "S-sebenarnya nek aku ini Arina."


Nenek Surti langsung terperangah saat mendengar bahwa Zeila itu sebenarnya Arina.


"B-berarti kamu bukan Zeila?" tanya nenek Surti, "bukan," jawab Arina.


"Mengapa kamu tidak menutupi semua ini?" tanya nenek Surti, "gak kenapa - napa kok nek emang Arina yang mau," jawab Arina.


"lalu apa yang membuat mu menangis?" tanya nenek Surti, "semenjak aku pergi ke pesta dansa pangeran Leon jadi banyak orang yang sering ngomongin ku dan juga semenjak aku berpura - pura menjadi orang lain sekarang Leon menyukai Vira," jawab Arina.


Nenek Surti pun segera memeluk Arina.


"Nenek yakin kamu adalah jodoh pangeran Leon dan juga suatu saat pasti semua orang tidak akan ngomongin kamu lagi kok," ucap nenek Surti sambil memeluk Arina, "iya nek."


Arina senang bisa bertemu dengan nenek Surti dan juga Arina sudah menganggap nenek Surti adalah neneknya sendiri.


Nenek Surti sangat menyayangi Arina, dan nenek Surti sudah menganggap Arina adalah cucunya sendiri.


"Aku senang sekali bisa bertemu dengan nenek Surti, aku sudah menganggap nenek Surti adalah nenek aku sendiri," ucap Arina, "nenek juga sudah menganggap mu sebagai cucu nenek," ucap nenek Surti.


"Ya udah kalau begitu sekarang kita makan dulu nenek sudah siapkan makanan kesukaanmu," ucap nenek Surti, lalu Arina pun segera bergegas mencuci tangan dan setelah itu ia pun segera pergi ke meja makan.


Dan saat di meja makan ada dua nasi goreng.


Arina senang sekali karna hari ini makanannya nasi goreng.


Nasi goreng adalah makanan kesukaan Arina dari kecil.


Saat Arina akan memakan nasi goreng ia memakannya dengan lahap.

__ADS_1


Dan setalah makanannya habis...


"Wah kamu sangat menyukai nasi goreng ya," ucap nenek Surti.


__ADS_2