Reinkarnasi Putri Malang

Reinkarnasi Putri Malang
Lomba Karate (2)


__ADS_3

...----------------...


Setelah memanggil peserta pertama raja Vio pun memanggil peserta kedua dan seterusnya.


Dan sudah setengah jam Vira belum di panggil - panggil.


"Baiklah seterusnya Zeila!" ucap raja Vio, "Raja, Zeila tidak hadir, bagaimana kalau di gantikan sama saya saja?" tanya Vira.


"Ya sudah kalau begitu silakan," ucap raja Vio.


Lalu Vira segera maju ke depan.


Namun saat Vira akan maju ke depan tiba-tiba saja nenek Surti datang dan maju ke depan.


"Putri Vira kata kata kamu raja Vio membatalkan lomba karate!" ucap nenek Surti.


Seketika wajah Vira langsung berubah menjadi panik.


"Vira saya tidak pernah memberitahu hal itu kepadamu," ucap raja Vio dengan suara yang tegas, "s-saya permisi dulu!" ucap Vira.


Lalu Vira pun segera lari pergi dari istana raja Vio.


"Oh iya nenek tahu Arina di mana? Karna sekarang ia harus tampil," ucap raja Vio, "oh saya tahu sebentar ya raja saya panggilkan dulu Arina."


lalu nenek Surti pun segera pergi ke rumahnya.


Dan sesampainya nenek Surti di sana Iya langsung memanggil Arina.


"Putri Arina, putri harus pergi ke istana Vio sekarang karna ini waktunya untuk kamu tampil !" ujar nenek Surti, "tampil? Memangnya tampil apa nek?" tanya Arina, "kamu kan ikut lomba karate," jawab nenek Surti.


"Bukanya kata putri Vira lomba karate sudah dibatalkan oleh raja Vio?" tanya Arina, "semua yang di katakan oleh Vira itu bohong," jawab nenek Surti, "sudah ayo kita berangkat ke istana raja Vio!" ujar nenek Surti.


Lalu nenek Surti dan Arina pun segera pergi ke istana raja Vio.


Dan sesampainya di sana...


"Cepat kamu ke depan," ucap nenek Surti.


lalu Arina pun segera pergi ke depan.


Dan sesampainya di depan Arina segera menunjukkan gerakan karatenya.


Dan sementara Vira ia pergi menghampiri Leon.


"Leon, aku gak bisa tampil gara - gara nenek Surti," ucap Vira, "kamu tenang aja sebentar lagi pasti kamu bisa tampil kok," ucap Leon, "caranya?" tanya Vira, "kamu tidak perlu tahu caranya, sudah aku mau menjalankan misinya dulu," ucap Leon.

__ADS_1


Lalu Leon pun segera pergi memanggil dua pengawalnya dan ia menyuruh kepada dua pengawalnya untuk membawa nenek Surti ke gang yang sepi.


Arina pun langsung panik.


"Raja, maaf saya harus pergi dulu!" ujar Arina.


Lalu Arina pun segera lari mengejar nenek Surti yang di bawa oleh dua pengawal Leon.


Sesampainya di sebuah gang yang sepi dua pengawal Leon pun segera meninggalkan nenek Surti.


Dan Arina segera lari menghampiri nenek Surti.


"Nenek gak kenapa - napa kan?" tanya Arina panik, "nenek baik - baik aja kok," jawab nenek Surti.


"Ya udah nek ayo kita pulang saja," ucap Arina, "tapi bagaimana dengan lomba karate mu?" tanya nenek Surti, "lebih baik sekarang kita pergi pulang saja nek," ucap Arina.


Lalu nenek Surti dan Arina pun pulang ke rumah.


Sementara Vira...


"Leon, bagaimana rencananya berhasil?" tanya Vira, "sebentar aku tanyakan dulu kepada dua pengawal ku," ucap Leon.


Lalu Leon pun segera pergi menghampiri dua pengawalnya.


"Bagaimana rencananya berhasil?" tanya Leon, "berhasil pangeran Leon," jawab dua pengawal Leon, "bagus, kalau begitu aku pergi dulu."


"Bagiamana berhasil?" tanya Vira, "berhasil !" jawab Leon.


Vira sangat senang karna rencananya dengan Leon berhasil.


Vira pun segera pergi menghampiri raja Vio.


"Raja, bagaimana kalau Zeila digantikan oleh saya saja?" tanya Vira, "baiklah," jawab raja Vio.


Lalu Vira pun segera menunjukkan gerakan karate di depan banyak orang.


Dan setelah selesai Vira menunjukkan gerakan karatenya banyak orang yang bertepuk tangan karna gerakannya yang bagus.


"Wah gerakan mu bagus sekali!" ujar raja Vio yang ikut bertepuk tangan juga, "terima kasih raja, dan juga terima kasih semuanya!" ucap Vira.


Lalu Vira pun segera pergi menghampiri Leon.


"Wah Vira gerakan mu bagus sekali!" ujar Leon, "aku yakin kamu pasti akan menang Vira!"


"Pastinya dong!" ucap Vira.

__ADS_1


Vira tidak sabar menunggu besok karna besok adalah pengumuman siapa pemenang lomba karate dan Vira yakin ia akan menang.


Dan keesokan harinya saat pengumuman pemenang lomba karate di istana Vio...


"Baiklah pemenang lomba karate adalah putri Vira" ucap raja Vio.


Semua orang di istana Vio pun bertepuk tangan.


"Baiklah putri Vira silahkan maju ke depan," ucap raja Vio, lalu Vira pun segera maju ke depan.


Vira di kasih piala oleh ratu Levia.


"Sekali lagi beri tepuk tangan untuk putri Vira!" ujar raja Vio.


Lalu semua orang yang ada di istana pun bertepuk tangan.


"Terima kasih semuanya kalau begitu saya permisi dulu," ucap Vira lalu segera pergi dari istana raja Vio dan pulang ke istananya.


Dan sesampainya Vira di istananya ia segera memberi tahu kepada kedua orang tuanya kalau ia menang lomba karate.


Kedua orang tua Vira senang karna anaknya bisa menang lomba karate.


Karna Vira menang lomba karate keesokan harinya ia pun diajak jalan-jalan oleh kedua orang tuanya pergi ke mall.


Di mall Vira belanja banyak sekali barang - barang yang mewah.


Vira sangat senang sekali karna ia bisa pergi ke mall dan bisa membeli banyak barang - barang yang mewah.


Sementara Arina...


"Putri Arina, nenek lihat kamu sedang sedih memang nya kamu kenapa?" tanya nenek Surti, "aku sedih karna aku tidak bisa menang lomba karate..." jawab Arina.


"tidak apa - apa lain kali kamu bisa ikut lomba karate lagi kok," ucap nenek Surti yang berusaha membuat Arina tidak sedih kembali.


"Iya nek," ucap Arina sambil tersenyum, "oh iya bagaimana kalau kita membuat kue bersama?" tanya nenek Surti, "em boleh nek."


Lalu nenek Surti dan Arina pun membuat kue bersama.


Dan setelah selesai membuat kue nenek Surti dan Arina pun segera memakan kuenya bersama.


"Wah rasanya enak sekali!" ucap Arina, "iya dong," ucap nenek Surti, "sudah ayo lanjutkan makannya!"


lalu Arina pun segera melanjutkan makannya.


Dari dulu Arina sangat menyukai kue namun dulu Arina tidak tahu cara membuat kue jadi dulu Arina menyuruh pengawal untuk membelikannya kue, namun sekarang Arina tidak membeli lagi tetapi membuat kue sendiri.

__ADS_1


Arina senang bisa tinggal bersama nenek Surti karna ia bisa belajar banyak hal dari nenek Surti dan bisa menjadi lebih mandiri, dan juga setiap ia sedang sedih nenek Surti selalu menyemangati Arina agar ia tidak sedih kembali.


"Nek, tahu gak aku senang sekali bisa tinggal bersama nenek karna nenek orangnya baik sekali dan juga aku sudah menganggap nenek Surti adalah nenek kandung ku sendiri!" ucap Arina.


__ADS_2