
...----------------...
"Mereka harus dikasih pelajaran!" tegas papah Arina, "iya, mereka harus diberi pelajaran!" tegas mamah Arina.
Keesokan harinya...
"Permisi putri Arina, ini ada jus untuk tuan putri," ucap Yulia, 'Pasti dia mau merancuni ku dengan jus ini,' (batin Arina di dalam hati)
"Oh terima kasih ya," ucap Arina, lalu Arina pun segara mengambil jusnya.
Yulia kira Arina akan segera meminumnya tetapi ternyata Arina malah menumpahkan minuman jus racun itu.
"Kamu kira aku gak tau kalau kamu dan Vira membuat rencana jahat untuk meracuni ku?" tanya Arina.
Yulia kaget karna Arina bisa tahu rencana yang di buatnya bersama Vira.
"S-saya tidak bermaksud untuk meracuni tuan putri kok!" ujar Yulia, "bohong!" ucap papah Arina yang tiba - tiba saja datang bersama istrinya.
"Kamu berusaha meracuni anak saya kan?!" tanya mamah Arina, "s-saya di suruh oleh putri Vira untuk meracuni tuan putri Arina!" ucap Yulia yang terpaksa jujur.
"Vira!" teriak papah Arina memanggil anaknya terakhirnya yaitu Vira.
Vira yang mendengar ayahnya memanggilnya Vira pun segera bergegas menghampiri ayahnya.
__ADS_1
"Iya pah ada apa?" tanya Vira, "jadi kamu yang buat Arina mati saat itu?" tanya papah Vira.
Vira terperangah bagaimana kedua orang tuanya bisa tahu kejahatannya selama ini? Padahal dia tidak bilang ke siapapun tentang itu.
"T-tidak kok pah mana mungkin aku seperti itu kepada kakakku sendiri," jawab Vira berbohong, "tidak usah berbohong kami sudah tahu semua rencana busuk mu!" tegas mamah Vira.
"Kami kecewa denganmu nak," ucap mamah Vira.
Lalu kedua orang tua Vira pun segara pergi meninggalkannya.
Dan setelah kedua orangtuanya pergi Vira langsung menampar pipi Arina.
"Pasti kakak kan yang sudah melaporkan aku ke mamah dan papah?!" tanya Vira marah, "betul sekali," jawab Arina.
"Kamu kira aku tidak bisa melawanmu Vira Eliana?" tanya Arina sambil mengucapkan nama panjang adiknya yaitu Vira.
Lalu Arina pun segara meninggalkan Vira sendirian.
"ARINA ALEANARA!!! teriak Vira memanggil nama panjang Arina.
Vira sangat marah dengan kakaknya yaitu Arina karna ia sudah melaporkan kejahatannya kepada kedua orangtuanya.
Tiba - tiba saja Yulia tak sengaja mendengar teriakan Vira lalu iapun segera lari menghampiri Vira.
__ADS_1
"Tuan putri ada apa?" tanya Yulia, "sekarang kita dalam bahaya!!" ujar Vira.
"Dalam bahaya?" tanya Yulia, "sebentar lagi kita akan di penjara!" ucap Vira, lalu Vira pun segera lari masuk kedalam istana.
"Putri Vira tunggu!" ucap Yulia lalu segera mengejar Vira.
Vira pergi ke kamarnya lalu segera mengunci pintu.
"Aku kesal banget sama kak Arina! Berani sekali dia membongkar semua kejahatan ku!" tegas Vira.
"Aku hanya bisa pasrah, percuma jika aku melawan Arina aku nanti aku malah mendapatkan balasan yang lebih menyakitkan!" ujar Vira.
"Hancur aku hancur! Aku tidak bisa menjadi penguasa di kota ini!" teriak Vira stres.
Keesokan harinya kedua orang tua Arina mengudang semua rakyatnya untuk acara besar di kerajaan.
"Baik tanpa lama - lama kita langsung saja panggil calon ratu baru kita Arina!" ucap kedua orang tua Arina.
Mendengar namanya di panggil Arina pun segara maju ke depan.
Saat Arina maju ke depan semua orang langsung bertepuk tangan kecuali Vira dan Yulia.
Dan saat Arina sudah sampai Ayahnya segera memasangkan mahkota yang sangat indah kepada Arina.
__ADS_1