
...----------------...
"Hem apa aku buang aja ya fotonya?"
Lalu Arina pun segera menyuruh pembantu istananya yang bernama Yulia untuk membuang foto kakaknya Arina.
Dan setelah Yulia membuang fotonya ia pun segera kembali ke istana.
Dan sesampainya di istana Yulia segera pergi menghampiri Vira.
"Putri Vira, fotonya sudah saya buang," ucap Yulia, "bagus, kalau begitu saya pergi dulu," ucap Vira.
Lalu Vira pun segera pergi menghampiri kedua orangtuanya.
"Mah pah," panggil Vira, "iya, ada apa?" tanya papah Vira.
"Foto kak Arina hilang mah..." ucap Vira sambil berpura - pura menyesal.
Mamah dan papah Vira sangat kaget karna foto Arina hilang.
Mereka berdua panik karna foto Arina hanya itu saja.
Papah Vira pun segera memanggil empat pengawalnya untuk mencari foto Arina.
Dan keempat pengawal itu pun segera pergi mencari foto Arina.
Sementara mamah dan papah Vira marah kepadanya karna sudah menghilangkan foto Arina.
"Vira, kenapa fotonya bisa hilang? Kamu tahu kan foto kak Arina itu hanya satu saja dan itu pun sudah hilang!" ucap mamah Vira, "maaf mah, tadi aku sedang di kamar dan aku tinggal sebentar fotonya karna aku ingin mengambil minum, tetapi saat aku kembali ke kamar fotonya sudah hilang."
"Iya mamah sama papah maafkan tapi lain kali jangan diulangi lagi ya," ucap papah Vira, "iya pah."
Vira senang karena Mamah dan papanya tidak marah lagi kepadanya.
'bagus deh aku tidak dimarahi lagi,' batin Vira.
'oh iya semoga pengawal tidak menemukan foto kak Arina deh!' batin Vira.
Vira tidak mau pengawal menemukan foto kak Arina karna kalau fotonya ketemu rencana Vira akan ketahuan.
Sementara empat pengawal yang sedang mencari foto Arina...
"Udah dua jam kita cari tapi gak ketemu - ketemu, sudahlah ayo kita pulang saja!"
__ADS_1
ucap salah satu pengawal yang bernama Felo, "ya sabar dulu lah!" ucap salah satu pengawal yang bernama Alio.
Lalu mereka pun melanjutkan mencari foto Arina.
Sudah tiga jam mereka berempat mencari foto Arina namun tidak ketemu.
Akhirnya mereka berempat pun pergi ke istana karna sudah lelah mencari.
Dan sesampainya di istana...
"Bagaimana fotonya sudah ketemu?" tanya mamah Vira, "maaf ratu raja sudah lima jam kami mencari foto putri Arina yang hilang namun fotonya tidak ketemu," ucap Alio.
"Kalian sudah cari dengan benar?" tanya mamah Vira, "sudah raja ratu, tapi fotonya tidak ketemu," jawab Alio.
Mamah dan papah Vira semakin panik karna fotonya belum ketemu.
"Kita permisi dulu," ucap Alio, lalu Alio dan pengawal lainnya pun segera pergi bertugas kembali.
"Maafin aku mah pah..." ucap Vira, "iya gak apa-apa kok," jawab mamah Vira, "ya sudah kalau begitu Vira pergi ke kamar dulu ya mah," ucap Vira, lalu Vira pun segera pergi ke kamarnya.
Dan sesampainya di sana Vira gembira sekali karna foto kakaknya tidak ketemu, karna kalau fotonya ketemu Vira pasti akan dimarahi oleh kedua orang tuanya dan kejahatannya akan terbongkar.
Vira sengaja membuang foto kakaknya karna ia kesal karna orang tuanya masih ingat dengan kakaknya yaitu Arina.
Namun sekarang Vira gembira karna kedua orangtuanya menjadi lebih sayang kepadanya dan juga sekarang Leon sudah menjadi kekasihnya dan juga sekarang Vira sudah menjadi calon ratu.
"Aku kesel banget sama kak Arina karna dia lebih beruntung daripada aku, tapi sekarang aku yang lebih beruntung!" ucap Vira, "sudahlah mendingan sekarang aku pergi ke Leon," ucap Vira, lalu ia pun segera pergi ke istana raja Vio untuk bertemu pangeran Leon.
Dan sesampainya di istana raja Vio Vira disambut oleh salah satu pembantu di sana.
"Selamat datang putri Vira," ucap salah satu pembantu di sana, "mau bertemu dengan pangeran Leon ya?"
"Iya benar, sekarang di mana Leon?" tanya Vira, "pangeran Leon sedang ada di taman istana kalau putri Vira mau ke sana mari saya antarkan," ucap pembantu di sana, "tidak usah."
Lalu Vira pun pergi ke taman istana.
Dan sesampainya Vira di sana ia melihat Leon sedang duduk di sebuah kursi yang ada di sana.
lalu Vira pun segera menghampiri Leon.
"Leon!" panggil Vira, lalu ia pun duduk di samping Leon.
Vira melihat Leon sedang melihat ke atas awan sambil tersenyum.
__ADS_1
Vira heran melihat Leon.
"Leon, kamu lagi ngapain sih?" tanya Vira, "e-eh maaf barusan tiba - tiba saja aku teringat dengan Arina," jawab Leon.
Vira kesal karna Leon masih ingat dengan Arina.
"Sudah kamu lupakan saja dia, kan kak Arina sudah tidak ada," ucap Vira, "Vira, kamu tidak boleh bicara seperti itu Arina kan kakakmu! Kamu tidak rindu dengan dia?" tanya Leon.
"Sudah lah aku pulang saja," ucap Vira kesal, lalu ia pun segera pulang ke istananya.
Dan sesampainya di sana Vira segera pergi ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
"Kenapa sih Leon dan kedua orang tuaku masih ingat dengan kak Arina? Aku kan jadinya kesel!" ucap Vira.
Dan saat Vira sedang kesal tiba - tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Putri Vira."
"Iya sebentar!"
Lalu Vira pun segera membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa?" tanya Vira, "putri Vira gawat!" ujar Yulia.
"Foto putri Arina yang sudah putri Vira buang ada seseorang yang menemukannya!" ujar Yulia, "apa?!" ucap Vira panik.
"Kan saya sudah bilang jangan sampai ada yang tahu!" ujar Vira, "maafkan saya putri Vira!" ucap Yulia.
"Iya saya maafkan, tapi saya ingin tahu siapa yang menemukan foto Arina?" tanya Vira, "saya tidak tahu namanya tapi saya lihat yang menemukan fotonya itu seorang nenek," jawab Yulia.
Entah kenapa Vira curiga dengan nenek Surti tapi Vira masih tidak terlalu yakin.
Vira pun segera menyuruh pembantunya Yulia untuk pergi ke rumah nenek Surti dan menanyakan apakah ia mengambil sebuah foto atau tidak.
Lalu Yulia pun segera menjalankan tugas dari Vira untuk pergi ke rumah nenek Surti.
Dan sementara di rumah nenek Surti...
"Putri Arina," panggil nenek Surti, "nenek gak usah panggil aku putri, panggil saja aku Arina," ucap Arina, "baiklah kalau begitu Arina."
"Oh iya nenek mau bilang sesuatu ke kamu, tadi nenek ketemu foto ini di tempat sampah dekat rumah," ucap nenek Surti, lalu nenek Surti pun memberikan fotonya kepada Arina.
Dan saat Arina melihat fotonya Arina kaget karna itu adalah foto dirinya saat berusia lima tahun.
__ADS_1