Ringkernasi Kucing Ekor Lima

Ringkernasi Kucing Ekor Lima
episode 11


__ADS_3

baju dan celanaku kotor, sambil menggendong yanchen keluar dari hutan.


setibanya di luar


"lio yanchen kenapa" tika bertanya dengan nada kawatir


"dia terkilir waktu terjatuh" dengan nada dingin ku menjawab


"tika aku tadi melihat lio jatuh dari sumur dan di tolong kedua nona besar"


"apa... lio kamu gapapa kan, tapi kenapa yanchen yang kamu gendong" dengan raut wajah bingung


"aku baik baik saja"


"tikaa kenapa kamu ga kawatirin aku malah lio yang kamu kawatirkan" dengan air mata bawang menghiasa pipinya


"maafkan aku chen,,, oh ia kena kamu yang terkilir? apa kamu juga jatuh kedalam sumur?" rasa penasaran tika akhirnya mulai muncul


"apa kalian jangan jangan" expresi tika penuh kecurigaan


yanchen melompat dari gendongan liogo


"ti… ti… tidak seperti tu!" mencoba meyakinkan tika


"kamu sepertinya sudah baikan nona yanchen, kalau begitu aku pergi dulu" membalikan tubuh mengarah pulang


"hai tunggu dulu" yanchen pura pura terjatuh dan tersandar di punggung lio


aku rasakan seperti pernah merasakan kejadian ini, (oh aku ingat persis seperti aku dan yaya)


"kau tausah pura pura nona, sebenarnya kau baik baik saja kan"


"yanchen kamu sengaja ya menggoda lio di depanku dan mencari kesempatan" yanchen dengan kesal mengucafkan itu


"ti.. tidak aku sungguh kakiku keseleo tadi waktu aku mengikuti lio dan aku" bembicaraan tersendat

__ADS_1


"kamu kenapa yanchen" tika mendesak yanchen


"aku aku aku terjatuh ketika lio melepaskan tongkatku yang dia tangkap"


"apa kamu ingin membunuh lio" tika pun berekpresi marah,


tiba tiba di belakang tika


"ada apa ini ribut sekali" dengan wajah tersenyum raichin memegang pundak tika


"ah tidak apa apa kok ketua"


"berhentilah memanggil ketua, sekarang posisi ketua sudah tergantikan dengan orang lain"


"oh maaf ketua, eh maksudnya rai"


"lio antarkan aku pulang" dengan wajah imutnya yanchen memohon kepada lio


"kamu sama tika dan raichin saja, aku sibuk"


"lio aku dan tika ada tugas misi dari sekolah, tolong antarkan yanchen ya"


"baiklah, mungkin tidak ada pilihan lain! chen naiklah ke pundakku ya"


yanchen pun naik ke pundakku dan ku antar pulang.


setibanya di gerbang " sudah sampai, cukup disini saja ya" ku sambil menoleh yanchen


"gak mau, pokoknya sampai rumah"


"tapi bagaimana aku masuk? gerabangnya saja di kunci" menoleh kearah gerabang


gerbangnya terbuka sendiri, padahal tidak ada orang yang membukanya


"ah ada apa ini kenapa gerbangnya bisa terbuka" dengan wajah keheranan lio melihatnya

__ADS_1


"di rumahku ini pagarnya otomatis mengenali pemilik rumah jadi tidak perlu membuka atau menutup, secara otomatis saja"


"oh begiti, baiklah aku akan mengantarmu masuk"


krek krek krek pintu pagar kembali tertutup.


"bagaimana aku keluar kalo pintunya tertutup"


"tenang keamanan kami akan mengenalimu jika ingin keluar nanti gerbangnya terbuka sendiri"


"bagaimana bisa begitu? kalau maling yang ingin keluar apa terbuka otomatis juga"


"mana mungkin? semua terpantau dan terprogram, perangkat akan mengenali orang jahat atau tidak, dan lagi disini penuh perangkap jadi tidak mudah lolos dari sistem keamanan kami" penuh bangga yanchen menjelaskan kepada lio


di depan pintu terlihat penjaga wanita dengan otot seperti laki laki,


"berhenti, siapa kau anak muda dan kau apakan nona kami, apa kau bisan hidup"


"ini nona kalian uruslah, tugasku sudah selesai" memutar posisi yanchen kedepan dan melemparnya ke pelayan itu


"lio kamu" dengan wajah sebal ia menatap lio


perangkat dirumah yanchen aktip setatus bahaya.


senjata bermunculan dan siap tembak menodong lio


"aku hanya mengantarkan nona kalian, singkirkan benda benda ini" tatapanku dingin


"kau tak bisa lolos anak muda, berani lancang, maka kau akan menanggung akibatnya" pelayan itu menyerang dengan cefat


wueees menghilang sebelum pukulan pelayan itu mengenainya,,,


%Target menghilang% suara dari sistem keamanan


"apa bagaimana mungkin, pelayan cari dia" yanchen begitu terkejut

__ADS_1


"maaf nona, sistem sudah menginfokan begitu berarti target benar benar telah tiada" sambil mengepalkan tangan karna kesal targenya hilang.


__ADS_2