
"kamu siapa dan kenapa bisa disini"
dengan tenang ia berkata padaku
"ah kamu masa sudah lupa padaku? padahal kita tadi siang ketemu di sekolah kan"
"apa kamu richantika?"
"aduh kamu tidakah mengenali diriku ini siapa?"
"mana mungkin aku mengenali jika hanya mata indah mu saja yang dapat ku pandang"
ku lihat wajahnya merah karena malu dan ia kembali mengingatkanku
"hey aku yanchen, masa begitu mudah melupakan aku?"
"oh kamu, kenapa kamu disini?"
sambil menggaruk kepalaku, dan di belakangnya ada yang bekata kata
"yanchen kamu bicara sama siapa?"
"oh ini ada liogo"
"ngapain dia di gubuk persembunyian kita"
aku pun kaget mendengarnya, hujan sudah reda aku pun bergegas membawa jamur tiram dan mengambil pancing dan jala yang ku pasang di pinggir danau biru.
"liogo kamu gak mampir dulu kah ke gubuk kami?"
"oh tidak terimakasih, aku buru buru mumpung hujan reda"
"lio tadi kawan ku titip salam padamu"
"ia ku terima salamnya dan salam kembali padanya, aku duluan ya"
"oh hati hati dijalan ya liogo"
"ok yanchen"
__ADS_1
sepeda ku penuh dengan jamur dan ikan segera pulang dan terus ke pasar di komplek khimnam.
"jamur jamur, ikan ikan, siapa mau beli masih segar masih segar"
"nak ikannya 1 Kg ya, jamurnya juga 1/2 kg ya"
"ok bu, terimakasih lain kali datang lagi ya"
ibu ibu itu pun tersenyum kepadaku.
sejak tadi ada seseorang yang tak beranjak duduk di depan cafe seberang pasar dan menatapku tanpa berhenti.
"nak bapak beli semua ikannya ya"
aku terkejut
"oh ia pak berapa"
"semuanya nak"
"oh baik pak"
"ini pak ikannya, trimakasih, lain kali datang lagi ya pak"
ku toleh lagi kedepan kafe itu dan tib tiba ia menghilang, ku lihat sekitar sekitarku namun tak ada.
"kak beli jamunya kak"
aku kaget lagi karna kedatangannya tiba tiba itu
"oh baik de, sebentar ya"
"semua jamurnya ya ka, aku paling suka jamur ini kak"
"hemz apa ga kebanyakan dik?"
"gak ko kak, malah kurang bila ingat sama senyum kakak"
eh kenapa adik ini gumamku dalam hati
__ADS_1
"ini dik semuanya, terimakasih ya dik lain kali datang lagi ya"
"oke kaka ganteng"
wah daganganku habis ludes tanpa sisa, padahal hari masih sore.
"rumah oh rumah aku pulang"
ku tutup lapak daganganku, sambil mendorong sepeda lamaku tiba tiba terasa berat.
ku toleh kebelakang dan ternyata ada Tika yang duduk di belakang.
"Tika kenapa kamu naik sepedaku?"
dengan acuh dia menjawab
"aku kangen sama kamu"
kagetnya aku dengan kata katanya itu,
"hey tika kamu jangan buat aku di pukul kakakmu lagi ya karna ulahmu ini"
dia pun segera turun dan melangkah pergi sambil berkata
"yaudah kalo kamu gak mau aku pergi"
"eh bukan maksudku begitu, hanya saja aku gak mau sampai kak minam salah paham padaku"
dia pun berbalik dan menatapku
"bukan dia salah paham tapi kamu yang tak pernah peka terhadapku"
setelah itu dia pergi kearah rumahnya dan aku pun pulang kerumah.
sehabis beres beres dan masak di rumah aku mandi dulu, sewaktu hendak keluar dari kamar mandi ku lihat bayangan begitu cepat keluar lewat jendelaku.
"siapa itu dan kenapa berada di kamarku"
setelah ku tutup jendela kamarku di meja ada kotak kue dan sepucuk surat.
__ADS_1