
Diselembar kertas putih di surat itu tertulis
...*besok temui aku di gerbang selatan...
...jangan telat, aku benci menunggu*...
di gelapnya malam ku begu jelas melihat orang orang berjubah dari segala penjuru rumahku menjauh!
"tuan ada apa? apa ada yang membuatmu tidak bisa tidur?"
uwaaaa kagetnya aku melihat irang masih saja bisa bicara, dan dia terus memanggilku tuan.
"bukan apa apa, biasakah kau tidak terus bicara padaku? jika orang melihat ini maka aku bisa dikatakan orang gila"
"oh maaf tuan tapi hanya saja tuan mengerti bahasa kami, bukan kami yang berbicara bahasa tua"
uuuh kesalnya aku ternyata kucingku begitu pintar berkata kata.
"ya kalau begitu aku mau tidur, bisakah kau menutupkan pintu untukku? ingat aku ini majikanmu"
"aduh tuan tuan! apa tuan tidak melihatku sebagai kucing? mana mampu menutup sebesar itu tua"
oohh iya ya, diakan kucing!
"baiklah biar ku lakukan sendiri!"
ku menutup pintu dan menguncinya, segera ku ambil selimut di lemariku dan aku bergegas tidur.
kring... kring... kring... hai kucing malas cefat bangun waktunya sekolah.
"uwaaaa masih ngantuk, apa sudah jam 07.10 am!"
segera ku bersiap siap dan langsung brangkat, segelas susu ku minum dan sepotong roti ku bawa sambil dijalan ku makan.
"lio tunggu aku ikut denganmu"
__ADS_1
suara lembut dan manja itu, segera aku mengerem sepedaku!
"tika kenapa kau ingin ikut aku? kalo ketahuan kak minam gimana?"
"tenang aku sudah jelaskan semua padanya"
"syukurlah kalo begitu"
karna buru buru ku suruh dia naik.
"cefat naik, nanti kita terlambat"
"emm ayo kak"
setibanya di sekolah gerbang sudah tertutup!
kami diam diam melompat pagar dan alangkah sialnya aku mendarat tepat di hadapan wali kelasku!
"maaf bu tidak sengaja"
"maaf bu maafkan aku"
"kamu keterlaluan liogo, bukankah ada tulisan di depan gerbang kalau ingin masuk lewat gerbang selatan?"
ah apa ternyata kunci gembok gerbang sedang rusak! pintu masuk di alihkan ke selatan.,
"liogo kenapa kamu melamun, cepat masuk kelas! "
"ba ba baik bu"
aku berlari menuju kelas
"kak tolong pelan sedikit, tunggu aku"
hah siapa? segera ku menoleh, dan ternyata richantika di belakangku
__ADS_1
"kamu bukannya belum melewati pagar ya"
"mana bisa aku memanjat? aku lewat gerbang lain! kan tadi itu ad tulisan pemberitahuannya ka?"
oh ia aku hampir saja lupa
"oh jadi begitu, maafkan aku ya"
"harusnya aku yang minta maaf karna telah memberitahumu"
"gapapa ko dik"
"jangan panggil aku dik, cukup panggil tika aja biar lebih akrab"
dia tersenyum sangat manis wajahnya mulai memerah.
hari ini nona kembar tidak masuk kelas? ada apa dengan mereka? apa dia terlalu kaya hingga masuk atau tidak ke sekolah menjadi hal biasa untuknya!
ting tong ting tong.. bell baru sekolah bayuan menandakan waktu pulang telah tiba.
segera ku bergegas menuju gerbang selatan tapi tanganku di tarik oleh tika
"kak lio"
"apa? kenapa kau memanggilku kakak? bukannya aku memanggilmu tika dan itu kan"
"ah maaf aku lupa, lio kamu hati hati jangan membuatku kawatir"
"tenanglah aku tidak akan terjadi apapun padaku"
ia menatapku dengan kawatir, seakan ada yang ia sembunyikan.
"aku duluan ya Tik"
aku senyum padanya dan ia masih menatap kawatir padaku.
__ADS_1