Ringkernasi Kucing Ekor Lima

Ringkernasi Kucing Ekor Lima
episode 9


__ADS_3

Tiba di gerbang ku toleh kiri kanan namun gak ad apa ap disitu sini.


"kak lio aku"


anak kecil itu menangis sambil menarik tanganku


"pelan pelan dik jangan tarik kakak, ada apa kamu menangis dan kenapa menarikku? aku ada janji menunggu seseorang di gerbang tadi"


sampai di pinggir hutan dan anak itu melepaskan tangannya dan berlari kedalam hutan.


ku kejar karna penasaran, ku lihat anak itu melompat kesebuah sumur.


"anak kecil jangan melompat nanti kamu"


ku tangkap tangannya tapi karna tegelincir aku pun terjatuh kedalam lubang sumur tua itu.


tring.. tring. cling cling.. sebuah cahaya putih biru becampur kuning menyelimuti dengan kabut berbau wangi bunga yang sangat harum, tiba tiba …… bruk…


"ah dimana ini"


pandanganku masih buram dan sedikit pusing, tiba tiba aku sangat haus sekali.


melihat sekitar dan sejauh mata memandang kenapa hanya ada hutan saja, kemana sekolahku dan kota tempat tinggalku.


ngung… ngung… ngung… bola bola putih mengelilingi tubuhku seperti tasbih jaman kuno,


"sagel…"


tercengang aku dan secepatnya aku melepaskan tasbih itu tapi tak sempat aku melepas dan menghindar


"apa yang kau lakukan pada ku"


sambil ku coba melepaskan tasbih itu sekuat tenaga, duarrrrr meledak dan menjadi sangat kabut oleh asap tebal merah.


"apa yang terjadi mengapa segelku bisa meledak?"

__ADS_1


wanita itu menjauh dan mengamati dari kejauhan,.


"ah sial bagaimana bisa siluman itu merusak segel tasbih suciku"


kabut perlahan hilang, aku ter engah engah karna susah bernapas.


"hai apa yang kau lakukan padaku"


tanpa ku sadari tanganku menyala oleh stikma tato aneh yang entah kapan aku mendapatkannya.


"siluman ini sebenarny dari mana, mengapa begitu kuatnya dia? ah apa itu ditangannya"


wanita itu menerjangnya dengan mengayunkan pedang


"matilah kau siluman"


"hay siapa yang kau bilang siluman"


menghindar dari tebasan pedangnya yang bertubi tubi, untungnya aku bisa menangkapnya dengan jurus yang pernah ku pelajari dari perguruan setia hati di gunung teratai semasa masih smp.


"mati lah kau siluman"


"hai tunggu aku bukan siluman, kau salah orang! aku Liogo"


dia menghentikan serangannya dan tertawa berguling guling dan dia berkata


"hahaha sejak kapan siluman punya nama dan tidak merasa dirinya siluman?"


ia terus tertawa di depanku, aku yg merasa jengkel memukul kepalanya dan ia pingsan.


"hah kau pingsan, padal aku hanya memukulmu dengan gemas saja."


ku gendong dan ku baringkan dibawah pohon rindang, ku pinjam pedangnya mencari bambu untuk mengambil air di sungai yang sangat indah.


setelah ku ambilkan air tiba tiba ia menghilang, dari atas pohon ia menerjangku

__ADS_1


"siluman kembalikan pedang pusaka ku"


ia berteriak, aku menghindar dengan cefat.


tidak ku sangka disini aku begitu merasa sangat kuat di bandingkan aku sebelumnya.


"hay nona cantik sebenarnya ini dunia apa"


ku berikan air di batang bambu dan juga pedangnya


"air apa ini apa kau sudah memberinya racun"


"dasar nona aneh mana mungkin aku setampan dan seimut ini berniat jahat padamu, jawablah pertanyaanku jangan mengalihkan topik pembicaraan"


setelah ia minum ia pun menjawab


"ini bumi lah, emang kau fikir dimana"


aku terdiam


"bukan begitu tapi aku merasa begitu berbeda disini, tubuhku terasa begitu kuat dan kenapa telingaku seperti kucing serta gigiku bertaring, sedangkan kau wanita normal namun pakaianmu aneh seperti jaman kuno?"


ia pun menjawab


"ia kan kau siluman, sedangkan aku manusia.


apa kau bilang…? kau yang aneh, mana ada siluman berbicara dan menggap dirimu manusia"


"aku bukan siluman…!"


dia pun Tertawa, ingin ku pukul tapi kalo dia pingsan jadi aku menahan emosiku.


"kakak pertama, apa yang kau lakukan dengan siluman kucing itu"


sesorang dari kejauhan dengan beberapa pemburu siluman lainnya.

__ADS_1


__ADS_2