Ringkernasi Kucing Ekor Lima

Ringkernasi Kucing Ekor Lima
episode 7


__ADS_3

sepertinya bukan pertama kalinya aku mengalami hal ini dan surat ini sungguh membuatku bingung akan isinya dan siapa pengirimnya.


...*baik baik disana jangan terlalu lelah,...


...banyak hal akan menunggumu....


...simpan energimu dan banyaklah berolahraga, setelah hari ini, akan ada banyak kejadian di luar akal sehatmu....


...jaga kesehatanmu, jaga jarak dengan sekitarmu. akan ada banyak hal besar akan terjadi*...


rasanya tidak muat lagi lemariku mendapat kado dari orang misterius, tapi buah kalungnya mana ya ko tidak ada!


tok.. tok.. tok.. suara pintu depan rumahku, segera aku menuju pintu dan ternyata ada seorang kakek tua.


"nak kakek lapar nak sudah tiga hari belum makan dan belum mandi"


haah terkejutnya aku mendengar it!


"kek masuklah dan mandi dulu, aku ada pakaian untukmu mungkin bisa dipakai olehmu"


ku persilahkan dia masuk dan mandi, sehabis itu aku memberikan pakaian ayahku yang masih tersimpan!


"kakek makanlah ini, maaf ya kek aku hanya sendiri jadi hanya ada kue dan sedikit hidangan ini saja"


setelah dia ganti pakaian langsung makan dengan lahapnya, aku tersenyum melihat kakek itu begitu menikmatinya!


"pelan pelan kek nanti tersedak, ini minum dulu mumpung masih hangat"


setelah selesai makan kakek itu mohon diri dan sebelum itu


"nak kakek boleh melihat kedua tanganmu?"

__ADS_1


"boleh kek ada apa memangnya"


di memegang kedua tanganku, rasanya aneh seakan ada yang mengalih hangat di tubuhku.


"semoga ini bisa membantumu ana baik"


setelah ia melepaskan tangannya dariku, ia memberiku gelang kain sutra putih dan di pasangkan di kedua tanganku dengan lonceng emas.


"kakek hanya punya ini, anggap ini hadiah karna kamu begitu baik pada kakek"


"terimakasih banyak kek tapi ini terlalu berharga kek, apa tidak sebaiknya"


tiba tiba kakek itu menghilang dan gelang di kedua tanganku pun menghilang.


"kakek sebenarnya kamu siapa, apa aku hanya berhalusinasi?"


kemudian aku mendengar suara yang entah darimana asalnya.


"nak kamu orang yang bisa di percaya, hatimu sangat murni dan di penuhi kebaikan"


"suatu saat kamu akan mengerti nak"


"kakek kamu siapa dan maksud semua ini apa"


tiada jawaban dan suasana semakin horor sesaat, tiba tiba


"tuan apa kau baik baik saja"


"ia tuan apa baik baik saja"


uaaaaaa betapa terkejutnya aku mendengar kedua kucingku bisa bicara, apakah aku sedang berhalusinasi atau sudah gila karna kejadian beberapa hari ini.

__ADS_1


"tuan kamu jangan takut, kami adalah peliharaan tua, jadi ! manjankan kami tuan"


"ia tuan peluk dan elus elus kami"


irang dan utih pun melompat ke tubuhku, aku yang masih belum percaya dengan kenyataan ini maaih terdiam sesaat.


"apa kalian berdua lakukan dan bagaimana bisa bicara sekarang"


kucingku mencoba menjelaskan


"bukan kami yang bisa bicara tapi tuan yang mengerti bahasa kami, karna tuan bukan orang biasa"


"maksud kalian?"


"ia tuan sekarang tuan memiliki kekuatan dari kucing putih berekor lima yang tak banyak orang tau"


"maksud kalian apa aku makin tidak mengerti"


"singkatnya tuan adalah ringkernasi dari dewa kucing putih penjaga lonceng kehidupan"


aku terdiam dan masih belum mengerti, aku pergi ke kamar setelah memastikan pintu dan jendelaku tertutup dan terkunci.


gumamku di kamar


"mungkin aku terlalu lelah hingga aku jadi berhalusinasi begini"


braak aku tidur di kasurku, tiba tiba aku melihat bayangan di balkon depan kamarku.


walau samar samar tapi itu seperti orang yang mengawasiku beberapa hari ini.


"siapa dia dan kenapa ia selalu mengawasiku"

__ADS_1


angin malam itu begitu dingin.


caap sebuah anak panah dengan gulungan kertas menansap di tiang balkon kamarku dan seketika aku kaget akan hal itu.


__ADS_2