Ringkernasi Kucing Ekor Lima

Ringkernasi Kucing Ekor Lima
episode 16


__ADS_3

hening malam berteman bintang dan api unggun yang perlahan melahap api, waktu semakin larut dan cerita demi cerita mengisi kosongnya waktu,.


"liogo boleh aku tanya sesuatu padamu,"


"boleh sekali ani"


"jika kau jauh dari kami, aku berharap tidak melupakan kami berdua"


"hei ani kau fikir aku mau berangkat kemana dan bukanny kita satu kelas sekarang"


"entahlah kami merasa saat berada bersamamu sungguh nyaman sekali"


😈kalian semua harus mati hari ini 😈 ucap wanita berjubah baru sama mendarat dari ketinggian di angkat seekor elang rajawali


syuuuwt syuuwt syuuuwt tiga buah pisau lempar.


ting… ting…ting… berjatuhan tepat di depan liogo, semua sangat terkejut akan penyerangan itu.


"lio hati hati" ucaf ana


"tenanglah aku akan baik baik saja, sekarang giliranku" berlari cepat mengejar pembunuh itu


dia melompat dari atas vila menuju hutan di pulau, tapi aku terus mengejarnya hingga tepat diatas puncak gunung ia terdesak


"siapa kamu dan kenapa kamu menyerang kami"


"bukan urusan kalian" mencabut sebuah pedang bercahaya biru

__ADS_1


"jelas jelas kau ingin melukai kami tapi kena kau bilang bukan urusanku?"


"hiaaaaattt" wanita itu mengayunkan pedangbya menyerang liogo


ting…(bagaimana bisa ini terjadi) wanita itu mundur.


"siapa kamu dan senjata apa yang kau gunakan itu sehingga bisa menghentikan seranganku"


"aku tidak punya senjata, mungkin seranganmu yang lemah" sambil sedikit tertawa


"tidak mungkin"


wanita itu melompat dari atas gunung


"khiiiiiiiik" burung besar segera datang mengangkatnya terbang.


aku segera bergegas kembali ke vila ana dan dan ani.


"aku baik baik saja, ah dia sudah kabur"


"terimakasih lio kamu melindungi kami"


"tidak apa apa, tapi aku bingung kenapa dia ingin membunuh kita" menatap ana dan ani


"ini sering terjadi dalam hidup kami, yang kuat mengalahkan yang lemah dengan kuasanya dan yang lemah akan membunuh yang berkuasa dengan uang"


"oh aku tidak mengerti, sungguh aku hanya warga negara yang baik jadi tidak ada dan tak ingin mempunyai musuh"

__ADS_1


"sukurlah, biar aku dan ani saja yang mengerti, kalau kamu, cukup jadi orang yang baik agar kami masih merasa hidup meskipun bahaya selalu mengintai kami.


di kejauhan di pulau berbeda


%bagaimana misinya%


"gagal tua"


%bagaimana bisa, bukankah di seponsormu tidak pernah gagal%


"maaf tuan, aku bertemu dengan orang yang sangat tangguh"


%tutup mulutmu, jika kau tak sanggup aku akan mencari orang lain%


"maaf tuan beri saya kesempatan kedua"


%semudah itu kau minta kesempatan padaku, tapi ingat bayaranmu takan kau terima jika misimu gagal lagi, orang yang menyewa kita sudah mendesak sekali%


"baik tuan saya akan mencobanya sekali lagi, tapi saya perlu tambahan waktu, senjata dan informasi, apakah tuan bersedia"


%baiklah, mengingat kamu pembunuh nomer satu di negara bagian ini aku akan memberikan apa yang kau perlukan, tapi ingat tidak boleh gagal%


"baik tuan, saya ingin jade giok kuning rajawali dan saya ingin tuan carikan informasi pengawal yang bersama nona kembar itu"


%apa kau gila, benda kuno itu tidak mudah di dapat dan juga bukan senjata, menurut mata mata dia bukan pengawal, dia hanya mainan baru nona nona kembar itu saja%


"cefatlah, aku ingin menyelesaikan tingkat kekuatanku agar tak terklahkan, tidak mungkin"

__ADS_1


tuut…tuut…tuut…


"apa habis pulsa, sungguh memalukan sebagai pembunuh nomer satu mlah kehabisan pulsa" berjalan menuju pesawat


__ADS_2