
Yanchen tersenyum kecil dan mengepalkan tangannya,
"ternyata memamang benar ada sesuatu yang misterius pada lio, dia bukan pemuda bisa"
"nona pemuda itu siapa dan apakah dia melukai nona" pelayan dengan penuh kekawatiran
"tidak dia hanya menolongku ketika aku terjatuh dan kakiku terkilir" sambil duduk di kursi di samping pintu
"mari nona kita masuk dan mengobati kaki nona" mengangkat tubuh yanchen membawa masuk keruang pemeriksaan
"nona sebenarnya teman nona itu siapa? apakah dia monster?" menatap dengan penuh rasa penasaran
"aku tidak tau bing, aduh sakit! pelan pelanlah sedikit"
"maaf nona" dengan sedikit pelan memijat kaki yanchen
%target terdeteksi% suara dari sistem keamana
"monitor tampilkan di layar" ibu yanchen memberi perintah
bing dan yanchen pun langsung melihat layar monitor, diliatnya lio di tempat tadi menghilang menghilang dan keluar dari asap merah muda berkelap kelip cahaya emas.
"bagaimana mungkin" pelayan langsung mengejar lio.
dengan cefat lio berlari menuju gerbang di iringi peluru yang menghujaninya begitu banyak dari senapan mesin keamanan,
"aku takan mati disini" lio berlari dengan sangat cefat bahkan lebih cefat dari cahaya
"bagaimana mungkin ada manusia secefat itu ?" pelayan itu kehilan jejak
%target di luar jangkauan%
"bing apa ketemu?"
"tidak nona, larinya sungguh cefat, bahkan hampir tidak terlihat" uhuk uhuk bing kelelahan
__ADS_1
"bing kamu tidak sehat, atau ada yang salah hari ini" yanchen menatap bing
"tidak nona, saya hanya merasa kecewa tidak berhasil menangkap pemuda itu, setau saya belum ada yang bisa lari dari sistem dan kejaran saya" sambil mengambil air untuk minum
"benar belum ada dan hampir mustahil, jadi benar tentang dia bukan hanya sekedar gosip saja" tersenyum kecil
di ruang kendali
"ayah lihatlah, ibu tidak percaya ada yang bisa lolos dari sistem dan kejaran pelayan no 1 di keluarga kita"
"hemz benar benar di luar duga'an, selidiki dia dan cari tau identitasnya"
sambil terus mengetik
"dia liogo siswa dari SMA bayuan"
"latar belakangnya dan keluarga siapa dia bu"
"tidak ada keterangan yah, dia hanya seorang yatim piatu, tapi dia memegang sertifikat atlit terbaik silat di setia hati pegunungan teratai ketika masih smp"
kring… kring… kring… hp yanchen berbunyi
"ia bu ada apa"
"lain kali ajak temanmu bertemu ayah dan ibu"
tut…tut…tut…
"aduh ibu jahatnya, ngirit pulsa atau paketan sih, cuma 5 detik. ibuuuu aku ini anakmu atau apa?" dengan kesal berteriak ke camera pengawas
ibu dan ayahnya tersenyum melihat layar monitor.
tring... nada mesenjer
...*yanchen jangan membuatku dalam bahaya,...
__ADS_1
...lain kali biar orang lain yang mengantarmu atau pelayanmu susuh menjemput*...
(bagaimana bisa dia mendapat nomerku), tanpa ragu yanchen membalas
...*kalau bukan kamu terus siapa lagi?...
...hanya kamu yang bisa mengantarku pulang*...
...*aku masih ingin hidup, ...
...jalanku masih banyak,...
...mimfiku pun belum tercapai*...
seketika yanchen terdiam,
...*apa kamu sudah ada yang kamu sukai*...
...*cukup aku dan hatiku yang tau chen*...
suasa canggung sekali tapi benar benar bikin penasaran.
...*apa kamu suka terhadapku lio*...
tekan kirim,
"aduh apa yang aku lakukan" wajah merah karena malu,
...*suatu saat kamu akan tau jawabannya yaya*...
(apa dia tau panggilanku)
...*siapa yaya? pacarmu?*...
cuma di read aja.
__ADS_1