
semua orang di kelas diam seketika, yanchen yang tadinya tersedu sedu pun diam.
"liogo kenapa kamu tidak langsung masuk dan malah di tengah pintu begitu" berbicara pelan di telingan liogo
"ah maafkan aku" jawab liogo dengan penuh ketegangan.
perlahan aku pun berjalan menuju kursiku...
aku merasa bingung, kenapa aku di ikuti sampai ke mejaku.
bukankah wali kelas duduknya di depan, ketika ku berpaling
"lio kamu kenapa berkeringat sekali" ucaf nona besar
"huuh aku kira wali kelas, ternyata kalian berdua" menghirup napas dan hembuskan.
tidak berapa lama wali kelas masuk
"anak anak kita mulai pelajaran, buka halaman 5"
jam pertama sudah selesai dan bel istirahat sudah berbunyi,
"waktunya makan siang, siapa yang ikut aku kekantin" seru raichin.
"aku ikut chin" tika dan yanchen segera menyusul
aku masih diam duduk, dan memikirkan banyak hal, tiba tiba nona yang duduk di belakang maju dan duduk diatas bangku didepanku.
"lio sekarang mungkin waktu yang tepat untuk kami" dengan tatapan tajam mereka berdua menatapku.
"ma…ma…maksud kalian apa" dengan penuh ketegangan
"selamat ulang tahun liogo" mereka menyodorkan kue coklat
__ADS_1
"dan sebagai bonus hadiah"
"kami berdua"
"hari ini"
"menraktirmu makan" dengan senyuman manis mereka bedua bergantian berbicara
"ta… ta…tapi aku belum tahu nama kalian, boleh aku tau sekarang"
"tidak" "boleh" nona kembar itu bergantian berbicara
"oh ia berarti yang bilang boleh tadi beritahu aku namamu" sedikit tertawa kecil dan penuh keringat
"tidak sekarang lio" di belainy wajah lio
"hari ini kamu milik kami berdua lio" mereka menarik lio
"oh ia kami sudah membuatkan mu ijin selama beberapa hari, soal rumahmu akan ada yang mengurusnya" sambil menggandeng lio
"nona hely sebentar lagi sampai, silahkan menuju keatas" pelayan membimbing jalan kami
diatas atap hely sudah mendarat dan segera masuk.. tidak lama sampai di bandara, segera bergegas masuk ke pesawat zet pribadi nona besar
aku pun pasrah saja, tanpa sepatah kata yang terucap, semuanya hening..
"nona kita hampir sampai" hnya itu kata yang dapat ku dengar setelah sekian lama.
turun di pesawat langsung masuk mobil menuju pinggir pantai
"wah pantai" aku merasa senang, karena lama tidak pernah ke pantai
"tunggu sebentar, kenapa pantai ini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah" dengan penuh keheranan
__ADS_1
"ini pulau pribadi kami, mana mungkin orang lain kesini?" ucap nona besar
ku menengok kebelakang dan di lemparkan sebuah pakaian ke wajahku
"pakai ini" kata nona besar
"hah kenapa harus memakai ini? aku tidak mau berenang"
"cefatlah, kami sudah ganti! tinggal kamu yang belum"
seusai ganti pakaian aku kembali bergabung
"wah lio badanmu indah sekali" ucaf salah seorang nona besar
"apa kalian jangan menatapku dengan mesum" sedikit kesal
"tidak kami hanya menggodamu"
setelah menemani nona besar bermain air kami menuju vila dan membersihkan diri, pakaian sudah disiapkan.
sore yang indah dan pelayan sudah menyiapkan hidangan di balkon dihiasi bunga bunga dan matahari sore yang sangat menakjukan mata
"lio mari makan" kata salah satu nona besar
"oke baiklah, tapi apa tidak apa apa kalau kita bertiga satu meja begini" sedikit canggung
"makanlah cefat sebelum hidangan ini dingin"
setelah makan kami duduk di kursi menghadap ke laut menyaksikan matahari terbenam
"hai bukankah ini aneh nona?"
"apa yang yang aneh?"
__ADS_1
"aku duduk di tengah dan aku tidak tahu nama kalian"
"kamu yakin ingin tahu nama kami"