
Setelah hati dao tetua Gui mencapai ukuran sebutir telur ayam, hati dao tetua Gui berhenti berputar dan menyirami tubuh tetua Gui dengan cahaya hijau yang membutakan mata.
Hingga akhirnya setelah tetua Gui mulai memasuki alam kelahiran kembali, kini penampilannya kembali muda seperti ketika usianya masih 20an tahun.
"I-ini, ini tidak bisa di percaya! Setelah terjebak pada ranah memadatkan dao selama ratusan tahun, aku bisa memasuki ranah kelahiran kembali hanya dalam setengah malam setelah mendengar suara seruling!?.".
Tidak hanya tetua Gui, hampir semua tetua sekte Bambu Abadi terkejut melihat terobosan tetua Gui.
"Sungguh beruntung menemui kesempatan seperti itu kayu tua.".
"Benar, aku tidak menyangka kayu lama ini memiliki kesempatan yang membuat orang iri.".
Master sekte Murong yang mendengar para tetua mulai ribut sedikit terbatuk untuk menarik perhatian.
"Eghem, para tetua tolong tenang. Mari kita anggap pertemuan malam ini di jeda dan kita lanjutkan berunding besok malam, serta saya sebagai master sekte mengucapkan selamat kepada tetua Gui yang berhasil menembus alam memadatkan dao dan memasuki ranah kelahiran kembali.".
"Hehe, terima kasih master sekte atas ucapan anda. Kalau begitu aku akan pamit terlebih dahulu untuk berterima kasih kepada bocah Zhao itu.".
Setelah berpamitan kepada master sekte Murong Fang, tetua Gui yang terlihat berusia 20an tahun segera mengeluarkan tombak berwarna putih keperakan dari cincin penyimpanannya.
Melihat muridnya yang kembali muda terlihat begitu energik mengendarai tombak berwarna putih keperakan untuk terbang ke arah Gunung Han, master sekte Murong Fang yang memiliki mata keruh hanya bisa tersenyum kecil dan menggelengkan kepala.
'Bocah Gui ini, setelah menerobos dan memasuki alam kelahiran kembali. Penampilan dan temperamen energiknya mengingatkanku pada saat bocah itu menangis sambil memeluk ku.'.
Master sekte Murong Fang yang bernostalgia hanya bisa menyayangkan kemunduran Tetua Gui karena terpikat oleh gadis dari sekte sebelah, seandainya Tetua Gui fokus berlatih pasti dia sudah berada di puncak alam kelahiran kembali.
'Tapi biarlah, hal buruk selalu memiliki hal baik dan sebaliknya.
Biarkan pengalaman hidup bocah Gui itu dapat menjadi cermin bagi generasi saat ini dan generasi mendatang.'.
Master sekte Murong Fang yang telah hidup ribuan tahun dan telah lama menjadi monster tua, tentu saja memiliki pandangan yang berbeda terhadap kehidupan.
Bagi Master sekte Murong, pengalaman hidup adalah hal terpenting.
Tidak perduli baik atau buruk perilaku seseorang, jika mereka bisa memetik hikmah dari setiap pengalaman hidupnya maka mereka kelak akan menjadi manusia abadi yang bijaksana.
Ketika Master sekte Murong sedang melamun dan menyelami misteri kehidupan, Beberapa tetua mulai berdiri dan berjalan keluar dari aula pertemuan sekte Bambu Abadi.
"Akhirnya pertemuan ini selesai, saatnya keluar dan melihat gadis cantik dari sekte Phoenix malam.
Tetua Zhang, apakah anda akan ikut?.".
Seorang tetua dengan perut buncit, terlihat mengenakan seragam sekte berwarna hitam dengan rajutan hutan bambu hijau di sisi kiri depan membujuk seorang tetua lain yang berdiri di sampingnya.
"Tetua Shen, aku setuju menemanimu kali ini tapi ingat! Kau harus membelikanku anggur yang banyak, persediaan anggurku mulai menipis.".
Tetua Zhang yang membawa monyet kecil berwarna putih di bahunya mulai menggoyangkan botol labu yang biasa di gunakan untuk membawa anggur telah kosong.
"Apakah anda tidak memiliki pikiran terhadap para gadis, Tetua Zhang. Kenapa anda hanya memikirkan anggur?.".
"Ingin di temani atau tidak? Jika tidak aku akan pergi sendiri ke kota Xuan Dong untuk membeli anggur.".
"Hehe, tidak perlu marah senior Zhang. Aku hanya bercanda.".
Ketika keduanya asik berbincang, mata master sekte Murong mulai berkedut.
Tapi apalah daya, tetua Zhang Zhuantian dan tetua Shen Luo sudah berada pada ranah penguasa domain yang sama dengan master sekte Murong.
Meskipun master sekte Murong sudah berada pada puncak alam penguasa domain, sedangkan tetua Zhang berada pada tahap menengah dan tetua Shen berada pada tahap awal.
Jika master sekte Murong memblokir keduanya dengan kekerasan dan jika mereka sampai berkelahi,maka dampak tabrakan antar domain akan menyebabkan kabupaten Dayan luluh lantah.
Terlebih sekte Phoenix malam adalah sekte kelas dua dan tidak memiliki larangan bahwa tetua dari sekte tersebut tidak boleh menjalin cinta, tidak seperti sekte Salju Biru di mana sekte kelas 3 tersebut sangat menolak makhluk kecuali perempuan.
Bahkan peliharaan master sekte tersebut adalah binatang rubah betina, begitu pula dengan para tetua serta muridnya yang juga hanya memelihara hewan betina.
Seakan akan mereka bisa lahir tanpa kerja keras seorang laki laki.
Di puncak Gunung Han, Zhaolong sedang bersandar di sebatang pohon dengan melamun menatap langit berbintang.
Sesosok manusia terbang menggunakan tombak dengan cepat menuju pohon tempat Zhaolong duduk melamun.
"Bruaaaak.".
"Poooofhhh.".
Zhaolong yang sebelumnya sedang melamun di atas pohon kini terkapar dengan ling lung di tanah dengan memuntahkan seteguk darah.
__ADS_1
'Siapa saya?.'.
'Di mana saya?.'.
'Kenapa? Apa yang terjadi!?.'.
'Seseorang tolong beri tahu saya.'.
Zhaolong yang masih linglung mendengar suara tawa yang sangat keras dari puncak pohon yang sebelumnya dia tempati.
Ketika Zhaolong mendongak ke atas dan melihat ke arah suara tawa, Zhaolong melihat seorang pemuda dengan tangan yang di silangkan di dada tertawa dengan keras.
'Apa konsepnya? Sebelumnya saya di serang diam diam oleh seorang gadis dan kini setelah sedikit sembuh saya kembali di serang oleh pria aneh? Apakah saya seorang lonely snow?.'.
Tetua Gui yang melihat Zhaolong memperhatikan dirinya dengan linglung mulai menyadari penampilan Zhaolong yang di balut seperti mumi sedang memuntahkan seteguk darah.
"Eh, bocah kecil Zhao. Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau di balut seperti mumi.".
"Ah ini, seminggu yang lalu seorang gadis tidak di kenal tiba tiba menyerangku.".
Orang gila mana yang berani menyerang murid sekte di dalam sektenya!.
Itulah yang awalnya tetua Gui pikirkan, namun ketika mendengar kata kata Zhaolong bahwa Zhaolong di serang satu minggu yang lalu.
Tetua Gui mulai mengingat pertemuan seminggu yang lalu di mana Yu Xian Er terlihat begitu kesal.
'Heee, apakah gadis Xian Er itu yang melukai bocah Zhao?.'.
Tetua Gui pun melompat turun dari pohon dan mendatangi Zhaolong.
"Bocah Zhao, makanlah pil vitalitas ini agar segera sembuh. Hari ini aku datang kepadamu untuk berterima kasih.".
"Anu, siapa anda? Sepertinya kita tidak saling kenal. Kenapa anda berterima kasih kepada saya.".
"Ah ini, maaf aku melupakannya.".
Tetua Gui yang mengingat dirinya kembali muda setelah memasuki ranah kelahiran kembali, mulai kembali ke dalam penampilan sebelumnya.
"Ah jadi tetua Gui, pantas saja sulaman gerbang sekte di atas hutan bambu tampak tidak asing.".
Dan sebagai ucapan terima kasih, aku memberikanmu pil vitalitas ini.".
Tetua Gui melemparkan tiga pil berwarna hijau muda ke arah Zhaolong.
Zhaolong yang menerima pil tersebut segera memakan salah satu pil, Zhaolong yang memahami seluk beluk masalah dirinya di hantam secara tiba tiba oleh Tetu Gui tidak akan meneruskan masalah.
Toh Zhaolong tidak memiliki kekuatan untuk menarik masalah dengan tetua Gui, Ketika Zhaolong melawan kultivator yang berada pada ranah pemurnian jiwa.
Zhaolong bisa di tampar sekali tanpa bangun hanya dengan menggunakan teknik berbasis serangan jiwa, belum lagi kultivator tahap memadatkan dao dan di atasnya.
Melihat Zhaolong yang telah sembuh, Tetua Gui yang penuh energi mengarahkan ujung tombaknya kepada Zhaolong.
"Anak muda, apakah kau ingin menemani orang tua ini menari di tengah malam?.".
Zhaolong yang mendengar tawaran tetua Gui mulai tersenyum kecil dan segera berdiri.
"Tidak masalah tetua Gui, toh saya sudah berbaring seminggu penuh hingga tulang punggung saya terasa kesemutan.".
Sebagai seorang kultivator yang mendaki jalan keabadian, bisa bertarung dengan kultivator tingkat tinggi memiliki rasa pencapaian tersendiri.
Terlebih bertarung dengan orang yang alamnya lebih tinggi dari diri sendiri dapat membuat pengalaman bertarung Zhaolong meningkat pesat.
Jika terus bertarung dengan kultivator tingkat tinggi, setelah Zhaolong dapat mengimbangi kecepatan lawan maka ketika dirinya melawan kultivator yang berada di alam yang sama tentu saja menjadi mudah.
Zhaolong mulai memakai teknik pernafasan cabang air, rambut serta bulu alis yang semula berwarna hitam mulai terlihat memutih.
Dan qi murni air yang mengelilingi Zhaolong terlihat mengembun menjadi kabut berwarna putih.
"Nak, teknik pernafasanmu sepertinya meningkat?.".
"Anda benar Tetua Gui, ini adalah teknik pernafasan dasar cabang air pintu pertama yang telah saya sempurnakan.".
"Jadi begitu, kalau begitu aku tidak akan menahan diri bocah Zhao.".
Tetua Gui juga mulai menjalankan teknik pernafasan dasar cabang kayu yang dia kembangkan sendiri.
Rambut serta bulu alis tetua Gui mulai terlihat berwarna hijau tua, bahkan kumis dan janggutnya tidak ketinggalan.
__ADS_1
Di sekitar tubuh tetua Gui, qi murni elemen kayu yang penuh vitalitas mulai membaptis tubuh tetua Gui.
Tentu saja tetua Gui menurunkan basis kultivasinya pada tahap puncak pengembangan qi menyamai tingkat kultivasi Zhaolong.
Meski begitu kekuatan serta kecepatan tetua Gui yang berada pada ranah kelahiran kembali tidak mungkin bisa di sandingkan dengan Zhaolong yang murni kultivator ranah pengembangan qi.
Melihat tetua Gui telah memasuki kondisi bertarung, Zhaolong mulai memadatkan qi murni air menjadi sebuah tombak.
Dengan qi murni yang menyingkirkan gelombang panas, tombak air Zhaolong mulai memadat menjadi es putih kebiruan.
"Seingatku kau adalah seorang pendekar pedang, Nak. Kenapa kau memakai tombak?.".
"Siapa yang mengatakan kepada anda bahwa pendekar pedang tidak boleh memakai senjata lain, Tetua Gui?!
Toh, belajar tombak kepada pendekar tombak yang telah menjadi ahli menggunakan tombak selama ratusan tahun tidak merugikan diriku.".
"Hahaha ha, Bocah Zhao. Kau memang sesuatu!.".
Setelah sedikit berbasa basi, keduanya mulai saling menabrak menggunakan tombak.
Keduanya saling menusuk dan menangkis, karena tombak tidak seperti tombak.
Pedang memiliki bagian tajam di bawah, meskipun mata pedang itu tajam namun punggung pedang itu tumpul.
Sehingga jika anda menusuk musuh menggunakan tombak itu tidak akan menimbulkan luka yang dalam, karena cara memakai pedang yang benar adalah dengan menebas menggunakan bagian bawah pedang sebagai serangan utama.
Sedangkan cara benar menggunakan tombak adalah dengan menusukan mata tombak yang tajam, jika anda mengayunkan tombak seperti pedang maka itu kebodohan.
"Aku tidak menyangka gerakanmu saat menggunakan tombak terlihat halus, bocah Zhao! Namun biarkan orang tua ini memberi tahumu cara yang benar menggunakan tombak.".
Tetua Zhao segera melompat mundur dan memasang kuda kuda dengan mata tombak yang di arahkan kepada Zhaolong.
"Teknik Tombak, tusukan tanpa bayangan.".
Ketika tetua Gui melompat seperti peluru, Zhaolong hanya bisa menghindar dan menangkis secara pasif.
Namun Zhaolong melihat goresan di pipinya yang menghasilkan darah mengalir tanpa melihat tombak tetua Gui menusuknya.
'I-ini, cepat sekali!.'.
Tetua Gui yang melihat Zhaolong di tekan secara pasif oleh tekniknya, mulai memberi instruksi.
"Jangan melamun saat bertarung, bocah. Pendekar pedang berfokus pada kekuatan tebasan, sedangkan kami pendekar tombak berfokus kepada kecepatan tusukan tombak.".
"Jika kau tidak bisa melihat seranganku maka sepertinya kau butuh berbaring seminggu lagi haha.".
Zhaolong yang mendengar ajaran tetua Gui hanya bisa mengeluh di dalam hati, kenapa rasanya orang orang di sekte Bambu Abadi hobi membully junior seperti dirinya?.
Ketika Zhaolong secara pasif bertahan, Zhaolong dapat melihat tombak tetua Gui yang bergerak dengan cepat menusuk tubuhnya.
Akhirnya di bawah tekanan Tetua Gui, Zhaolong dapat melihat serangan tetua Gui.
Hanya saja Zhaolong merasa tubuhnya tidak bisa merespon keinginannya untuk menghindar.
Mau tidak mau tubuh Zhaolong semakin penuh dengan luka tusukan yang mengalirkan darah segar.
Tetua Gui yang melihat kondisi Zhaolong penuh dengan luka tusukan hanya bisa tersenyum, karena Zhaolong terlihat tidak mengeluh.
Jika Zhaolong saat ini di ganti oleh murid lain dari sekte Bambu Abadi, mereka akan segera meminta Tetua Gui untuk berhenti bertarung dan mengeluh.
Tapi Zhaolong di mata tetua Gui berbeda, keinginan Zhaolong menjadi kuat serta kegigihannya menahan rasa sakit dari ratusan luka membuat Tetua Gui takjub.
'Anak ini, seperti diriku saat masih muda. Jangan mengeluh dengan apa yang terjadi, tetaplah teguh dan lurus seperti tombak.'.
Melihat Tetua Gui berhenti menyerangnya, Zhaolong segera memasukan pil vitalitas untuk memulihkan energi dan menyembuhkan luka di tubuhnya.
Hanya dalam beberapa tarikan nafas, luka Zhaolong yang semula terlihat dalam dengan darah yang mengalir mulai secara perlahan menutup.
Zhaolong mengingat pertarungannya melawan gadis tidak di kenal yang tidak lain adalah Yu Xian Er, sepertinya Zhaolong teringat bahwa dia menemukan pintu kedua dari pernafasan cabang air yaitu bentuk kedua setelah bentuk pertama yang telah Zhaolong sempurnakan.
Dengan perlahan Zhaolong menutup matanya dan mulai bernafas dengan kasar layaknya air bah atau air laut dengan ombak yang menggulung.
Rambut serta bulu alis Zhaolong yang semula berwarna putih seperti kabut mulai beralih warna menjadi biru.
Bahkan retina mata Zhaolong berubah menjadi warna biru laut yang tampak begitu elegan.
"Teknik pernafasan dasar cabang air. Bentuk kedua, Buka!.".
__ADS_1