
Melihat tebasan qi murni yang mengandung elemen angin, Zhaolong langsung memasuki bentuk kedua dari teknik pernafasan cabang air.
Tubuh Zhaolong segera di liputi oleh qi murni elemen air yang berwarna biru laut.
Rambut, alis serta bulu mata Zhaolong yang semula hitam mulai berubah warna biru seperti air laut.
Dengan ekspresi tenang dan pandangan mata kosong, Zhaolong hanya sedikit menggerakan tubuhnya untuk menghindari setiap tebasan qi murni elemen angin yang menyerangnya.
Lin Shi yang melihat setiap serangannya di hindari dengan mudah oleh pemuda di depannya, membuat Lin Shi tertegun tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Bagaimana mungkin! Teknik pedang, 12 tebasan bilah angin adalah teknik terkuat dari keluarga Lin ku! Ini adalah teknik serangan terkuat bagi kultivator ranah pengembangan qi.
Bagaimana bisa kau menghindarinya dengan mudah!?.".
Zhaolong tidak memperdulikan ekspresi gadis Lin yang memandangnya dengan ngeri, Zhaolong kembali maju dan menebas leher Lin Shi menggunakan pedang.
Dengan teknik gerakan kaki, Lin Shi menghindari serangan Zhaolong.
Teknik gerakan kaki Lin Shi memiliki kecepatan dan ringan seperti tidak terpengaruh gravitasi.
Membuatnya dapat mundur dengan melayang layaknya kapas yang tertiup angin.
Zhaolong yang melihat Lin Shi mampu menghindari setiap tebasan yang dia lakukan mulai meningkatkan intensitas kecepatan serangannya.
Setelah kecepatan serangan Zhaolong meningkat, Lin Shi segera kewalahan bahkan luka tebasan mulai muncul di sekujur tubuhnya.
Lin Shi yang terpojok mencoba mundur untuk menghindari tebasan pedang Zhaolong, hanya saja Lin Shi baru sadar bawah dirinya berada tepat di bawah pohon dan tidak memiliki tempat untuk melangkah mundur.
Di bawah kepanikan Lin Shi hanya bisa bertahan dengan tubuh yang gemetar, mencoba menggenggam pedangnya dengan kuat.
Lin Shi yang merasakan tubuhnya pedih akibat luka tebasan pedang dari Zhaolong mulai tampak panik.
Di tambah melihat ekspresi Zhaolong begitu tenang ketika menyerangnya, membuat Lin Shi semakin takut dan tidak bisa menahan diri untuk mengutuk tingkah laku dirinya sendiri karena memprovokasi Zhaolong.
'Bagaimana bisa seorang pria menyerang seorang gadis tanpa merubah ekspresinya!? Pemuda ini pasti memiliki kelainan, iya pasti karena itu!.'.
Melihat Lin Shi yang terpojok tanpa memiliki tempat untuk kembali mundur, Zhaolong segera mengumpulkan qi murni elemen air ke bilah pedang miliknya.
Tanpa ragu Zhaolong segera menebas tepat ke arah Lin Shi.
"Berhenti!!!.".
Zhaolong tidak memperdulikan teriakan yang dia dengar dan tetap berusaha menebas Lin Shi.
Hanya saja Zhaolong merasa pedangnya tidak dapat bergerak maju, sekuat apapun Zhaolong berusaha menggerakan pedangnya.
Pedang itu tetap diam menempel di leher Lin Shi, meskipun Zhaolong telah melukai leher Lin Shi hanya saja luka pada leher Lin Shi tidak begitu dalam.
Luka Lin Shi hanya seperti goresan pisau dapur, meskipun itu mengalirkan darah.
"Aku bilang berhenti! Cukup kalian berdua!.".
Zhaolong yang paling membenci seseorang berbicara dengan dirinya menggunakan nada memerintah, mulai mengedarkan pandangannya ke arah vila.
Di depan vila yang berada di puncak gunung Berlian, tampak 7 orang gadis berdiri di depan pintu masuk vila.
Di pimpin oleh seorang gadis yang mengenakan jubah hitam, yang menunjukan posisinya sebagai tetua.
Karena merasa pedangnya tidak menuruti kehendaknya untuk maju dan menebas leher Lin Shi, Zhaolong segera berhenti berjuang sia sia dan segera menarik kembali pedangnya untuk di simpan ke dalam sarung pedang.
Melihat Zhaolong telah kembali normal dengan ekspresi tenang, Yu Xian Er memijat kening di antara kedua alisnya.
Mendapat seorang murid laki laki dengan temperamen galak yang akan membunuh tanpa merubah ekspresi membuat Yu Xian Er sakit kepala.
'Untungnya aku sudah memasuki ranah memadatkan dao, dengan dao pedangku selama orang lain menggunakan pedang dan ranah kultivasinya belum mencapai ranah memadatkan dao. Aku mampu menghentikan gerakan pedang mereka hanya dengan kehendak, jika aku hanya seorang kultivator alam pemurnian jiwa maka aku akan kehilangan murid yang telah ku asuh selama bertahun tahun.'.
"Ma-master, tolong bantu aku. Pemuda ini ingin membunuhku tanpa alasan! Keluarga Lin ku, Keluarga Lin ku pasti tidak akan melepaskannya.
Tolong master memberi murid ini keputusan yang adil.".
Melihat Lin Shi yang tetap membela diri dengan menangis tersedu sedu, wajah Yu Xian Er semakin gelap karena dia telah melihat segala sesuatu di gunung Berlian sejak Zhaolong akan datang dengan indra qi miliknya.
Di tambah Yu Xian Er sangat mengenal kedua muridnya ini, Lin Shi terlalu mengandalkan status bangsawannya tanpa kemampuan diri sendiri yang memadai.
__ADS_1
Sedangkan Zhaolong memiliki sifat galak tanpa kompromi, bahkan dirinya yang seorang tetua hampir di bunuh oleh muridnya sendiri!.
Yu Xian Er hanya bisa menghela nafas dan menyalahkan nasib buruk Lin Shi yang kali ini menendang plat baja.
"Diam Lin Shi! Apa kau pikir master ini tidak melihat asal mula permasalahannya dan sejak kapan aku memberimu wewenang untuk mendikteku melakukan sesuatu?.".
Lin Shi yang mendengar Yu Xian Er menegurnya bukan membelanya hanya bisa tertegun dan berhenti menangis.
'Apa yang terjadi? Kenapa Master membela pemuda acak di bandingkan muridnya sendiri.
Apakah pemuda ini adalah anak haram master???.'.
"Saudara Zhao, aku tidak menyangka dirimu begitu galak! Awalnya kupikir kau memiliki tempramen yang lembut dan tenang, aku tidak menyangka kau begitu jahat.".
Gadis dengan kuncir kuda yang tidak lain adalah Chang Yu mulai berteriak dengan wajah penuh senyum.
"Jangan menyebutku jahat, Nona Chang Yu. Dunia yang tidak mengizinkanku menjadi orang baik.".
Melihat situasi yang telah kembali normal, Yu Xian Er segera berjalan mendekati Zhaolong.
Zhaolong yang melihat wajah Yu Xian Er terlihat tidak asing, mulai mengingat di mana dia bertemu dengan gadis di depannya.
Setelah beberapa saat Zhaolong ingat bahwa gadis yang entah dari mana asalanya inilah yang memukulinya tanpa alasan, menyebabkan dirinya berbaring selama satu minggu!.
"Zhaolong, aku adalah Yu Xian Er. Kau bisa memanggilku master mulai sekarang dan tentang menyerang sesama murid, kali ini aku akan melepaskanmu tapi aku harap tidak ada untuk yang kedua kalinya.".
Mendengar gadis di depannya adalah Yu Xian Er yang di katakan akan menjadi masternya, Zhaolong segera duduk dengan satu lutut yang menyentuh tanah.
"Baik, Master.".
"Tidak perlu terlalu formal, berdirilah. Ini adalah cincin penyimpanan di mana poin sekte, jubah sekte, dan pil bulanan serta keperluan kultivasimu ada di dalamnya.".
Zhaolong segera berdiri dan menerima cincin dengan ukiran batang bambu yang Yu Xian Er serahkan.
"Terima kasih, master.".
"Tidak perlu berterima kasih padaku, ini adalah hak para murid dalam yang sekte berikan dan ya aku memiliki 7 orang murid perempuan. Kalian bisa segera saling memperkenalkan diri.".
Di antara enam gadis yang mengikuti Yu Xian Er. Zhaolong telah mengenal ke empatnya yaitu Mei Xin, Chang Yu, Nanggong Yue dan Shu Yuan.
Karena kami berempat telah mengenal kakak Zhao.".
Gadis bernama Jia Mee tampak menundukan kepalanya dengan malu malu setelah mendengar bujukan Chang Yu.
Sedangkan Lin Ranxue memiliki ekspresi takut takut ketika menghadapi Zhaolong, karena jika Master Yu tidak menghentikan pertarungan keduanya.
Mungkin tubuh saudarinya telah pucat dan kedinginan.
Berbeda dengan kedua gadis yang ragu ragu, Zhaolong menatap wajah kedua gadis tersebut secara bergantian sebelum mulai memperkenalkan diri.
"Saya Zhaolong, usia 19 tahun. Tahap puncak ranah mengembangkan qi, hobi saya bermain musik. Saya membenci orang yang mengganggu ketenangan saya.
Semoga kita bisa menjadi saudara yang baik di masa depan.".
Melihat Zhaolong yang memperkenalkan diri dengan tenang dan sopan.
Jia Mee yang awalnya malu malupun mulai mengikuti gerakan Zhaolong yang menangkupkan tinjunya.
"Anu, aku Jia Mee. Salam kenal saudara Zhao.".
Melihat gadis di depannya yang tetap menunduk dengan rambut yang menutupi setengah wajahnya, Zhaolong hanya bisa mendesah di dalam hati.
'Gadis Jia yang pemalu ini, lahir di dunia yang salah. Dengan temperamen seperti ini, bagaimana dia bisa bertahan di dunia kultivasi yang dingin dan penuh kanibalisme?.'.
"Itu saudara Zhao, aku adalah Lin Ranxue. Semoga kita bisa menjadi saudara yang baik di masa depan.".
Tidak hanya Lin Ranxue, bahkan Lin Shi yang sebelumnya hampir di penggal oleh Zhaolong pun mulai memperkenalkan diri.
Hanya saja Zhaolong tidak menanggapi keduanya, bukan karena sengaja melainkan karena Zhaolong sedang melamun karena merasa sedikit aneh melihat seorang gadis pemalu di dunia kultivasi.
Lin Shi yang tidak memahami pikiran Zhaolong merasa bahwa Zhaolong secara sengaja mengabaikan dirinya, meskipun Lin Shi sudah mencoba merendahkan diri untuk memberi ucapan salam kenal.
Hal ini membuat Lin Shi semakin tidak menyukai Zhaolong, bahkan Lin Shi mulai berfikir setelah kejadian ini dia akan melapor kepada Ditian.
__ADS_1
Biarkan tunangan adiknya yang telah menjadi murid inti master sekte, mendisiplinkan Zhaolong yang sombong.
Lin Shi benar benar tidak habis fikir bahwa masih ada sesama murid di sekte Bambu Abadi yang berani menyinggung dirinya.
Di sisi lain, Zhaolong yang telah tersadar dari lamunan segera menghadap master Yu.
"Master, apakah anda memiliki inturksi? Jika tidak ada, maka murid akan segera pamit.".
Yu Xian Er yang mendengar Zhaolong bertanya tapi tidak memberikan dirinya kesempatan untuk menjawab, menjadi bodoh seketika.
Tapi melihat gelagat Zhaolong yang tampak tidak nyaman dengan suasana di sekitar, Yu Xian Er hanya bisa mengalah kali ini.
"Jika kelak kau memiliki pertanyaan tentang kultivasi, kau bisa datang ke gunung ini dan bertanya padaku.
Untuk latihan kau bisa melakukannya sendiri jika tidak nyaman berinteraksi dengan orang lain.".
"Terima kasih master, kalau begitu saya undur diri.".
"Kakak Zhao, apakah kami boleh mengunjungi gunung Han malam nanti untuk mendengarmu bermain musik?.".
Melihat gadis Chang Yu bertanya dengan wajah penuh harapan, Zhaolong hanya mengangguk dan segera turun dari gunung Berlian.
Bagaimanapun juga, Zhaolong ingin segera memahami prinsip dasar teknik gerakan tubuh di dunia kultivasi.
Terlebih setelah bertarung dengan Lin Shi yang tidak memiliki pengalaman bertarung namun masih mampu menghindari serangannya dengan menggunakan teknik gerakan tubuh.
Zhaolong semakin terobsesi untuk menciptakan teknik gerakan tubuh yang sesuai dengan gaya bertarungnya sendiri.
Setelah berjalan begitu lama dan bertanya kepada murid luar, Zhaolong akhirnya sampai di depan perpustakaan sekte.
Segera Zhaolong masuk dan mendekati seorang pria paruh baya dengan perut buncit yang tampaknya asik membaca sebuah buku.
"Maaf tetua, bolehkah saya bertanya?.".
Pria paruh baya yang semula asik membaca buku segera terkejut dan hampir jatuh dari tempat duduknya.
"Nak! Apakah orang tuamu tidak mengajarkanmu adab? Bagaimana bisa kau masuk tanpa suara seperti hantu untuk mengagetkan orang tua ini. Jika orang tua ini tidak memiliki kondisi tubuh yang sehat, apakah kau mau bertanggung jawab!?.".
Zhaolong yang merasa tidak melakukan kesalahan segera melirik buku yang di baca pria paruh baya di depannya.
Dan hasilnya Zhaolong paham kenapa orang tua di depannya tampak begitu terkejut, karena buku yang di baca orang tua di depannya bukanlah buku tentang kultivasi melainkan buku yang tidak tidak.
'Untuk menutupi rasa malu atau rasa bersalahnya, manusia akan berpura pura marah tanpa alasan.'.
Meskipun mengetahui apa yang sedang terjadi, Zhaolong tetap mempertahankan sikap tenangnya seakan akan dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Maafkan saya tetua, saya salah karena membuat anda terkejut.".
Tetua Shen Luo segera merapikan posisi duduknya dan memperhatikan anak muda yang tampaknya asing baginya.
"Karena sikapmu yang sopan, maka orang tua ini akan melupakannya.
Jadi, apa hubunganmu dengan mendatangi orang tua ini?.".
"Karena saya baru berkultivasi, saya belum mempelajari teknik gerakan kaki. Apakah anda memiliki teknik yang bisa anda rekomendasikan tetua?.".
"Jadi begitu, karena orang tua ini menyukai temperamenmu. Maka orang tua ini tidak keberatan memilihkan teknik gerakan tubuh untukmu.".
Segera tetua Shen Luo mengangkat satu tangannya, beberapa buku dari lantai satu sampai lantai empat terlihat mulai bergerak dan menari nari di udara.
Salah satu buku meluncur dari lantai 3 perpustakaan sekte dan mendarat di genggaman tetua Shen Luo.
Sebenarnya tidak tepat menyebut apa yang kini di genggam tetua Shen Luo sebuah buku, karena semua manual kultivasi serta teknik kultivasi di tulis ke dalam sebuah gulungan.
"Teknik dalam gulungan ini adalah teknik gerakan kaki yang bernama bangau menari, teknik ini adalah salah satu teknik gerakan kaki tertua dalam sejarah dunia kultivasi.
Hampir 30% teknik gerakan kaki yang rumit di masa sekarang ini.
Di kembangkan berdasarkan teknik bangau menari, karena teknik ini memiliki kelebihan yaitu sangat mudah di pahami selama kau tidak buta.".
Melihat Tetua Shen Luo menjelaskan alasannya memilih teknik bangau menari dengan percaya diri, Zhaolong merasa menang di dalam hati.
Karena Zhaolong ingin meminjam metode gerakan tubuh hanya untuk di pelajari prinsip prinsip dasarnya, dan tetua Shen Luo merekomendasikan teknik yang akan menjadi cikal bakal ratusan teknik gerak kaki di masa sekarang ini.
__ADS_1
Tentu saja Zhaolong sangat berterima kasih dari lubuk hati yang terdalam kepada pria paruh baya dengan perut buncit di depannya.
"Kalau begitu, saya akan meminjam teknik ini selama satu minggu tetua.".