
Zhaolong membuka mata dan merasakan perbedaan bentuk pertama dari pernafasan cabang air dengan bentuk kedua.
Bentuk kedua memiliki perasaan seolah olah qi sejati elemen air dapat Zhaolong gunakan sebagai indra peraba.
Setelah bertarung dengan tetua Gui, tempat Zhaolong berada saat ini di penuhi qi sejati elemen air dan kayu.
Bentuk kedua dari pernafasan cabang air berbeda dari bentuk pertama di mana Zhaolong dapat memanipulasi qi murni sesuka hati hingga dapat membengkokan cahaya dan menciptakan ilusi.
Bentuk kedua membuat Zhaolong merasa lebih dekat dengan air, sampai sampai Zhaolong dapat merasakan apa yang terjadi bermil mil jauhnya lewat qi sejati elemen air yang memenuhi udara.
"Tetua Gui, mari kita mulai ronde kedua.".
Tetua Gui yang melihat perubahan Zhaolong menunjukan senyum penuh semangat bertarung.
"Sesuai keinginanmu, bocah.".
Tetua Gui mulai berlari dan menusukan tombak ke arah leher Zhaolong.
Namun Zhaolong berhasil menghindar seakan akan mengetahui arah serangan tetua Gui.
'Dia menghindari seranganku? Atau itu hanya kebetulan?.'.
Tetua Gui mulai menusukan mata tombaknya ke arah wajah Zhaolong, namun Zhaolong lagi lagi dapat menghindari serangan tetua Gui dengan jarak yang begitu tipis.
'Benar saja, setelah di tekan oleh kecepatan seranganku. Anak ini mulai beradaptasi dan dapat melihat seranganku.'.
Di pertarungan kali ini Zhaolong sengaja tidak menggunakan teknik lain kecuali teknik pernafasan dasar serta teknik bermain tombak.
Itu karena Zhaolong ingin mengasah permainan tombaknya, dengan melawan master tombak yang asli maka Zhaolong dapat membuat teknik bermain tombak yang sesuai dengan gaya bertarungnya sendiri.
Tetua Gui yang melihat serangannya terus menerus di hindari oleh Zhaolong mulai melompat mundur untuk mengambil jarak.
Dengan kaki yang terbuka Tetua Gui memasang kuda kuda dan mengarahkan mata tombaknya kepada Zhaolong.
"Teknik Tombak, tusukan tanpa bayangan.".
Kini tetua Gui kembali menggunakan teknik bermain tombaknya yang terkenal dengan kecepatan serangannya hingga tidak menimbulkan bayangan atau afterimage.
Dua tusukan ke arah pipi kanan, dua tusukan di pipi kiri serta 2 tusukan di tenggorokan berhasil Zholong hindari.
Tetua Gui yang melihat serangannya berhasil di hindari Zhaolong mulai mengerutkan alisnya dan menatap Zhaolong dalam dalam.
Barulah, tetua Gui menyadari bahwa selama pertarungan melawan dirinya.
Zhaolong sama sekali tidak melihat ke arah dirinya maupun tombak miliknya, melainkan menunduk dengan pandangan kosong.
'Jadi? Bukan mata anak ini yang dapat melihat seranganku? Lalu bagaimana cara anak ini melihat lintasan seranganku dan berhasil menghindarinya!?.'.
Zhaolong yang merasakan tubuh tetua Gui berhenti menyerang, lewat qi sejati elemen air di udara.
Mulai mengangkat kepalanya dan melihat ke arah tetua Gui yang berdiri diam.
'Melihat dengan mata akan ada penundaan 0,1 hingga 0,4 detik saat cahaya menyinari retina. Berbeda dengan menggunakan qi untuk merasakan musuh yang dapat melihat secara tepat waktu.'.
"Tetua Gui, kenapa anda berhenti menyerang? Apakah sudah giliran saya untuk menyerang?.".
Segera tetua Gui melihat Zhaolong berlari ke arahnya dengan kilatan tombak yang mengincar jantung serta tenggorokannya.
Tetua Gui segera menangkis serangan Zhaolong yang menurutnya lambat, namun harus di akui bahwa serangan Zhaolong memiliki pola serangannya sendiri.
Kaki kiri dan kaki kanan Zhaolong selalu maju dan mundur di tempat yang sama seakan akan mempertahankan pola gerakan kaki yang membentuk lintasan seperti huruf c yang tajam (<).
Tidak hanya pola gerakan kaki, serangan mata tombak Zhaolong selalu mengarah pada titik vital manusia seperti mata,tenggorokan,jantung serta ********.
Ini tentu saja membuat pola serangan Zhaolong mudah di hafal, hanya saja jika sekali saja tetua Gui ceroboh dan seandainya dia murni kultivator pengembangan qi maka tetua Gui yakin dirinya akan mati hanya dengan satu serangan.
Di pertarungan ini tetua Gui merasa aneh, karena kecepatan Zhaolong tidak secepat dirinya tapi Zhaolong selalu mampu menghindari serangannya seakan akan dapat melihat lintasan serangan yang akan dia lakukan.
Hal ini menyebabkan keduanya menemui jalan buntu yang menciptakan situasi satu satu, di mana tidak ada pihak yang terluka namun kedua belah pihak tidak dapat mendaratkan serangan kepada lawan masing masing.
__ADS_1
'Aku seorang Tetua sebenarnya imbang melawan junior? Mustahil!.'.
'Apakah ini karena bentuk kedua dari teknik pernafasannya? Kalau begitu biar ku lihat di mana batas atas bentuk kedua teknik pernafasan anak ini.'.
Tetua Gui segera kembali melompat untuk menjaga jarak dari Zhaolong dan mulai mengumpulkan qi di sekujur tubuh tombaknya.
"Teknik Tombak, belenggu keputus asaan!.".
Segera Tetua Gui berlari memutari tubuh Zhaolong sebagai pusat hingga membentuk pola huruf 'O' yang stabil.
Sedangkan Zhaolong yang melihat Tetua Gui menggunakan teknik baru mulai berfikir bagaimana cara meloloskan diri dari teknik tetua Gui.
Tetua Gui berlari begitu cepat seakan akan membentuk dinding dari kecepatan berlarinya, di mana tidak memungkinkan bagi seseorang yang berada di pusat tekniknya melarikan diri.
Segera Zhaolong melihat energi qi berwarna Hijau membentuk tombak yang sangat besar menyerangnya dari belakang.
Zhaolong yang membaca lintasan arah qi murni yang membentuk tombak mulai menghindar ke samping dan sebelum Zhaolong dapat menstabilkan sosoknya, terlihat tombak qi lain datang ke arahnya.
Tombak berwarna hijau yang terbuat dari energi qi murni mulai menyerang Zhaolong secara bergantian hingga membuat Zhaolong menari dengan anggun untuk menghindari semua serangan tombak yang masuk.
Di mana puncaknya, ratusan tombak berukuran sebesar sebatang pohon menyerang Zhaolong dari segala sisi hampir secara bersamaan.
Zhaolong menghindari semua serangan yang masuk dengan menguras potensi di tubuhnya, kecepatan gerakan Zhaolong menjadi semakin cepat dan cepat.
Tetua Gui yang telah menyelesaikan teknik serangannya berdiri diam memandang Zhaolong yang telah kembali normal dalam keadaan duduk terengah engah tanpa teknik pernafasan.
"Nak, bakatmu bermain tombak lumayan bagus. Kenapa kau tidak menjadi pendekar tombak dan menjadi muridku?.".
Zhaolong yang terengah engah hanya bisa tersenyum kecut mendengar tawaran tetua Gui.
"Bukan saya menolak Tetua, Hanya saja air di dunia kultivasi terlalu dalam. Ini membuat saya mau tidak mau harus menguasai banyak senjata.".
"Aku mengerti maksudmu, jika kau menolak maka kau menolak.
Bocah Zhao, bagaimana caramu memprediksi lintasan seranganku?".
Menyadari hal ini Zhaolong hanya bisa tersenyum kecut, karena dirinya terlihat kacau dengan jubah robek di mana mana seperti pengemis serta keringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Sebenarnya itu karena bentuk kedua dari teknik pernafasan dasar cabang air tetua, bentuk kedua memungkinkan saya lebih tenggelam dalam keakraban dengan elemen air. Entah itu air yang berasal dari alam maupun qi sejati elemen air.
Hal itu membuat saya dapat merasakan gerakan tubuh lawan melalui qi sejati elemen air layaknya kulit saya sebagai indra peraba.
Dengan melihat gerakan tubuh lawan saya dapat membuat prediksi ke mana lawan akan menyerang.".
"Jadi begitu, dalam artian ketika lawanmu mengangkat pedang kau sudah memikirkan kemana tebasan itu akan turun.
Dan ketika diriku menarik lengan kebelakang, kau sudah dapat memprediksi di mana lintasan mata tombak ku akan menyerang?.".
"Seperti yang di harapkan dari seorang Tetua, hanya dengan mendengar dan sedikit melihat anda bisa membuat banyak kesimpulan.".
Tetua Gui yang mendengar pujian Zhaolong mulai mengangkat dagunya tinggi tinggi dengan tangan yang di silangkan di depan dada.
"Tapi harus ku akui nak, teknik pernafasan yang kau buat memiliki potensi yang tidak terbatas dan dapat terus di gali.
Ini berbeda dari teknik serangan maupun teknik gerakan yang dapat terus berkembang namun memiliki batas atas, teknik pernafasan membuat penggunanya semakin dekat dengan elemen dari urat meridiannya sendiri bahkan mungkin kelak seorang pengguna teknik pernafasan dapat menggunakan qi sejati untuk bertarung.".
Mendengar analisis seorang pembudidaya yang telah hidup ratusan tahun, Zhaolong tidak langsung setuju atau menolak karena dirinya sendiri pun tidak memahami batas dari teknik pernafasan seakan seperti seseorang yang sedang menggali bumi dan menemukan dirinya dapat terus menerus menggali.
"Saya juga tidak tahu Tetua, itu semua membutuhkan bantuan para pengguna teknik pernafasan itu sendiri untuk mengembangkan teknik ini sesuai jalurnya masing masing.".
"Apa menurutmu aku juga kelak bisa menggunakan qi sejati sebagai pengganti indra peraba seperti dirimu,nak?.".
"Tentang masalah ini saya tidak dapat menebak Tetua, awal teknik pernafasan anda adalah memulihkan vitalitas tubuh anda sedangkan awal teknik pernafasan saya dapat memanipulasi qi murni dengan ekstrim.
Biasanya titik awal menentukan titik kedua, hanya saja saya juga tidak menjamin 100% bahwa kelak anda tidak bisa menggunakan qi sejati sebagai indra peraba.".
"Memang benar, teknik buatanmu dapat di anggap sebagai bayi yang membutuhkan waktu untuk terus tumbuh sebelum sepenuhnya dapat dipahami.".
Tetua Gui yang telah menjadi seorang Tetua di sekte Bamu Abadi selama ratusan tahun baru kali ini merasa sangat nyaman berbicara dengan seorang murid sekte dalam.
__ADS_1
Ini membuat tetua Gui semakin menghargai Zhaolong yang memiliki pola pikir pria dewasa dengan sikap yang dewasa pula.
Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa sikap serta pemikiran Zhaolong terlihat dewasa karena di kehidupan sebelumnya Zhaolong adalah paman paruh baya yang membosankan dengan usia 35 tahun.
Sedangkan setelah menyeberang, Zhaolong telah menjalani hidup selama 19 tahun di dunia kultivasi.
35+19 menghasilkan 50 tahun lebih pengalaman hidup membuat mental Zhaolong sangat dewasa, bahkan gadis gadis berusia 20 tahun seperti Mei Xin dan lainnya bagi Zhaolong terlihat seperti gadis kecil di masa puber.
"Karena teknik pernafasan bentuk keduamu membuatmu dapat menghindar dengan sangat baik maka aku akan merekomendasikan dirimu untuk ikut berpartisipasi dalam pertemuan lima tahunan sekte di provinsi Daxia.".
"Apa itu pertemuan lima tahunan, tetua?.".
"Singkatnya itu adalah pertemuan bagi seluruh sekte yang berada di provinsi Daxia. Ribuan sekte akan mengirim perwakilan dari murid inti, murid dalam dan murid luar.
Ribuan murid akan berada dalam satu panggung yang sama dan saling membunuh, semakin banyak musuh yang kau bunuh maka semakin tinggi poinmu yang akan meningkatkan urutan nomor dalam kompetisi bertarung selanjutnya.
Mereka yang memiliki poin teratas hanya perlu menunggu murid sekte lain saling bertarung sebelum bertemu mereka.
Mudahnya dalam kompetisi babak pertama para murid akan saling membunuh untuk mendapatkan poin.
Pada babak kedua para murid yang berhasil bertahan akan bertarung satu persatu sesuai urutan nomor mereka masing masing yang mereka dapatkan dari total poin pembuhuan di babak pertama.".
"Ada hal seperti itu!?.".
Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa Zhaolong sangat terkejut, Zhaolong bahkan tidak bisa membayangkan ada event yang begitu galak.
Kau tahu semua murid sekte adalah manusia hidup, mereka akan berada pada satu tempat untuk saling membunuh.
Di mana mereka tidak memiliki sekutu dan ribuan murid lain adalah musuh yang harus di bunuh, ini seperti seleksi alam dalam evolusi yang telah membunuh banyak flora maupun fauna yang tidak mampu beradaptasi.
Biarkan yang lemah menjadi makanan yang kuat dan biarkan mereka menumbuhkan elit sejati lewat pertarungan berdarah.
"Maaf tetua, kenapa harus ada event seperti itu? Bukankah itu merugikan sekte di provinsi Daxia kita?.".
"Haih, Nak. Jika para tetua sekte bisa memilih maka kami tidak akan mengirim murid untuk mati dalam pertarungan yang tidak berarti.
Hanya saja ini adalah perintah kekaisaran yang telah ada selama jutaan tahun.
Pihak kekaisaran membantu sekte untuk tumbuh tapi mereka juga membatasi pertumbuhan kita, biarkan para unggulan sekte saling membunuh agar para sekte itu memiliki dendam darah yang membuat mereka tidak mungkin bersatu apalagi memberontak ke pihak kekaisaran.".
Mendengar penjelasan tetua Gui dengan ekspresi kecut, Zhaolong hanya mampu mendesah tanpa daya.
'Pihak kekaisaran ya? Sepertinya mereka akan menjadi penghalang yang sulit bagi saya untuk mendaki puncak.'.
"Apakah adat istiadat berdarah ini keputusan para menteri kekaisaran tetua?.".
"Tidak, tidak. Adat istiadat berdarah ini adalah keputusan para kasim kekaisaran, Para menteri kekaisaran berasal dari sekte yang berbeda beda dan tentu saja mereka berada pada pihak sekte dan rakyat.
Sedangkan para Kasim adalah tangan kiri Kaisar Tang, Kaisar Tang menggunakan Kasim untuk memantau para Menteri.
Bisa di bilang Kaisar saat ini membuat para Kasim dan Menteri berada pada posisi yang berlawanan untuk menstabilkan istana serta posisinya.".
"Kalau begitu saya setuju untuk mewakili para murid dalam untuk mengikuti event ini, dari pada mengirim saudara atau saudari lain mati dengan sia sia.".
"Haikh, sebelumnya aku meminta maaf padamu nak karena akan mengirimmu untuk memasuki tempat seperti itu.
Tapi yakinlah keputusanku di dasarkan pada kemampuanmu yang dapat menghindari semua seranganku, aku yakin kau dapat kembali hidup hidup dari event lima tahunan ini.".
Tetua Gui memandang Zhaolong dengan tersenyum ramah.
'Melihat anak ini dapat terus tumbuh selama pertempuran, aku yakin setelah kembali dari event lima tahunan anak ini akan memiliki kemampuan bertarung yang lebih mengerikan.'.
Menghadapi Tetua Gui yang tersenyum lembut, Zhaolong juga memandang Tetua Gui dengan tersenyum pula.
'Ingin menjadikan saya umpan meriam? Biarkan anda memiliki kekecewaan setelahnya, saya akan membuat anda melihat apa itu pembunuh yang sebenarnya.'.
Seorang pria paruh baya dan seorang pemuda berdiri berhadapan di bawah tirai malam yang megah.
Keduanya memiliki senyum ramah dan terhubung dengan satu pemikiran yang tidak sejalur.
__ADS_1