Rintihan Seruling Dari Gunung Han.

Rintihan Seruling Dari Gunung Han.
Bab 8.


__ADS_3

Tanpa basa basi lagi Yu Xian Er mencabut pedang miliknya dari sarung berwarna putih dan menurunkan kultivasinya pada alam puncak pengembangan qi.


Dan ketika Zhaolong mendengar gesekan pedang yang keluar dari sarung pedang, Zhaolong membuka kelopak matanya secara peralahan.


Yu Xian Er melesat ke arah Zhaolong dengan pedang yang terhunus.


Zhaolong yang telah memasuki kondisi pernafasan dasar cabang air segera memikirkan beberapa cara untuk menghindar dan merencanakan serangan balik.


Dengan qi murni yang meliputi lengan serta telapak kakinya, Zhaolong menghentakan tangan kanannya dan melompat tinggi hingga kakinya menempel di langit langit vila yang terbuat dari kayu.


Dengan kaki yang telah menemukan pijakan, Zhaolong melompat dan menebas ke arah gadis yang menyerangnya.


Tapi Xu Yian Er mampu menghindari tebasan Zhaolong.


Zhaolong yang mengetahui serangannya berhasil di hindari Yu Xian Er, segera berlari ke arah pintu keluar.


Zhaolong memilih tempat bertarung di luar ruangan karena ia tidak ingin tempat tinggalnya kembali berantakan setelah di rapikan.


Tanpa menunda waktu, Yu Xian Er segera mengejar Zhaolong dan menebas udara beberapa kali yang menghasilkan tebasan qi murni berwarna hitam melayang ke arah punggung Zhaolong.


Merasakan aura pedang qi mengincarnya dari belakang, Zhaolong segera menancapkan pedangnya ketanah sebagai pijakan untuk melompat ke udara untuk menghindari tebasan pedang qi.


Setelah kakinya menapak tanah, Zhaolong segera menarik pedangnya keluar dan berlari secara zig zag ke arah Yu Xian Er.


Keduanya pun bertemu bertatap wajah dan saling menyerang serta menangkis menggunakan pedang.


Yu Xian Er akhirnya bisa melihat wajah murid barunya dari dekat, wajah Zhaolong memiliki ekspresi tenang.


Nafasnya sangat teratur seperti air, ini menunjukan Zhaolong tidak panik sama sekali meski di serang secara mendadak.


Yang membuat Yu Xian Er marah adalah mata Zhaolong tampak kosong seperti boneka.


Meskipun umurnya kini hampir 40 tahun, penampilan Yu Xian Er masih mempertahankan penampilan gadis muda berusia 25 tahunan.


Belum lagi hati kecil Yu Xian Er adalah hati gadis polos yang masih murni tanpa pernah merasakan apa itu cinta.


Melihat Zhaolong memiliki tatapan yang mengabaikan dirinya bahkan setelah membuka matanya, Yu Xian Er semakin marah.


Yu Xian Er segera menendang Zhaolong di bagian perut dan ternyata trik itu berhasil.


Zhaolong terlihat gagal memblokir tendangan Yu Xian Er dengan siku tangan hingga terlempar beberapa meter ke belakang.


Senyum menghina muncul di wajah Yu Xian Er yang sehalus giok.


Sayangnya sebelum Yu Xian Er berpuas diri, wajah Yu Xian Er membeku karena merasakan rasa terbakar dari betisnya.


Yu Xian Er menunduk dan melihat bahwa betisnya yang seputih salju memiliki 3 jarum kecil yang menancap.


Itu adalah jarum berisi banyak racun beberapa serangga di hutan tanpa cahaya yang Zhaolong buat ketika senggang.


"Sialan bocah kasar, berani beraninya kamu!.".


Ketika Yu Xian Er bersiap kembali untuk menyerang Zhaolong, Yu Xian Er melihat Zhaolong berlari dan sudah berada di depannya dengan mengayunkan pedang ke arah lehernya.


Yu Xian Er yang merasakan nafas kematian secara reflek menunduk untuk menghindari tebasan, namun yang Yu Xian Er temui adalah lutut Zhaolong sejengkal dari menghantam wajahnya.


Dengan tangan kiri Yu Xian Er menahan lutut kiri Zhaolong, sedang tangan kanannya menebas ke arah kaki kanan Zhaolong dengan pedang.


Segera Zhaolong menghentakan kakinya dan mundur secepat peluru.


Sebelum menstabilkan nafas dan tubuhnya, Yu Xian Er merasakan krisis dari punggungnya.


Yu Xian Er berbalik dan melihat Zhaolong lain hendak menebas tubuhnya, Yu Xian Er segera menghindar ke samping dengan jarak tebasan yang begitu tipis.


Ketika beberapa helai rambut Yu Xian Er tertebas, Yu Xian Er melihat wajah Zhaolong yang memiliki ekspresi tenang dengan pandangan kosong.


Yu Xian Er yakin jika dia tidak mengelak pada saat saat terakhir maka Zhaolong  akan membunuhnya tanpa mengubah ekspresi wajah yang terlalu tenang ini.


Zhaolong dari sisi lain kembali menghampiri Yu Xian Er dan menebas pergelangangan kaki Yu Xian Er.


Zhaolong sebenarnya mengembangkan teknik baru yang dia beri nama 'cermin air.' Teknik ini adalah teknik yang mengandalkan air untuk membiaskan dan membelokan cahaya sehingga Zhaolong dapat memanipulasi penglihatan musuh melalui qi air murni yang keluar dari tubuhnya.


Yu Xian Er berhasil menghindar dengan melompat ke udara, ketika Yu Xian Er berada di udara terlihat banyak qi murni berwarna hitam keemasan mengelilingi tubuhnya.


"Tebasan ribuan bayangan pedang!.".


Energi qi murni yang menyerupai pedang hitam menghantam Zhaolong satu persatu hingga meninggalkan jejak beberapa meter di tanah setiap kali tebasan itu jatuh.


Tidak berhenti di situ, Yu Xian Er kembali memadatkan energi qi di tubuh pedang miliknya dan menebas ke arah Zhaolong.

__ADS_1


Energi pedang qi berwarna hitam gelap itu menghantam tanah dan menghasilkan parit sepanjang ratusan meter.


Setelah menghindari serangan pedang qi, Zhaolong berdiri diam dan menatap parit yang di hasilkan oleh serangan Yu Xian Er.


Dari qi murni yang Yu Xian Er gunakan dalam pertempuran, Zhaolong yakin musuhnya memiliki qi beratribut kegelapan.


Untungnya ini siang hari, jika malam hari maka menurut perhitungan Zhaolong kemenangannya tidak lebih dari 20% karena pemilik urat meridian beratribut gelap akan menggandakan kemampuan mereka saat malam hari.


Keduanya saling memandang dari jarak jauh, Yu Xian Er merasa akan kalah jika dia terus melanjutkan pertarungan dengan kultivasi yang sengaja dia tekan pada alam pengembangan qi.


Zhaolong menancapkan pedangnya ke dalam tanah dengan kedua tangannya, bibirnya yang selama ini bungkam perlahan terbuka.


"Pedangku adalah keadilan, untuk menghakimi tanpa perasaan.


Domain ribuan pedang, buka.".


Langit yang semula biru cerah mulai di gantikan oleh warna putih keperakan, satu persatu pedang keluar dari tanah dengan mata pedang menghadap ke langit.


Di sekitar Zhaolong dan Yu Xian Er, ribuan pedang tumbuh dari tanah yang semula berwarna coklat kini telah berwarna putih keperakan.


Ketika Yu Xian Er mengangkat kepalanya dan melihat ke arah langit, dia melihat ribuan pedang menggantung di udara dengan mata pedang mengarah kebawah.


"daaaaang.".


Dunia yang semula berisi ribuan pedang menjadi normal kembali.


Yu Xian Er merasakan sebuah pedang menusuk jantungnya dari arah punggungnya, sayangnya Yu Xian Er memakai baju yang memiliki rune dan bahan spesial.


'Ilusi??? Anak sialan ini hampir membuatku terkejut sampai mati.


Untuk berfikir membuat domain di alam pengembangan qi.'.


Tebasan normal tanpa energi qi yang sangat besar tidak akan mampu melukai tubuh Yu Xian Er.


Setelah melihat tebasannya gagal, Zhaolong segera melompat mundur beberapa meter.


Sedangkan Yu Xian Er menunduk dengan ekspresi kosong seakan akan tidak percaya.


Jika kultivasi mereka sama dan Yu Xian Er tidak memakai harta rahasia berjenis gaun maka dia akan mati sekali!.


Hati Yu Xian Er sebagai seorang jenius mulai goyah, dia bahkan mulai meragukan diri sendiri dan menganggap gelar jenius itu sebagai lelucon.


Kultivasi Yu Xian Er yang sebelumnya di tekan pada tahap pengembangan qi mulai naik ke tahap pemurnian jiwa dan terus naik hingga mencapai alam memadatkan dao.


Sebelum menstabilkan tubuhnya, Zhaolong melihat bayangan berkelebat dengan cepat dan luka tebasan demi tebasan mulai muncul di sekujur tubuhnya.


Zhaolong hanya bisa secara pasif menangkis serangan yang masuk dan mencoba menjatuhkan serangan balik.


Yu Xian Er yang menyadari dirinya membully Zhaolong dengan tingkat kultivasi mulai menghentikan serangannya kepada Zhaolong.


Dan Yu Xian Er melihat wajah ekspresi Zhaolong marah bercampur kesedihan.


"Saya tidak takut kematian, hati saya telah mati bersamanya. Tapi sekarang bukan waktu untuk saya mati! Bagaimana saya bisa mati sebelum memenuhi janji saya kepada Mitha!?.".


Melihat ekspresi Zhaolong yang kembali tenang seperti sebelumnya, Yu Xian Er segera melompat mundur dan menghentikan serangannya.


Di antara para murid sekte yang pernah Yu Xian Er temui, Zhaolong adalah yang paling tidak normal.


Zhaolong seperti boneka yang tidak merasakan sakit, tidak memperdulikan kondisi tubuhnya dengan ekspresi tenang di sertai pandangan kosong.


Meskipun tubuh Zhaolong di penuhi ratusan luka akibat tebasan pedang dan darah merah menghiasi setiap sudut pakaiannya.


"Rasa sakit ini jika di bandingkan dengan rasa sakit di hatiku, bukanlah apa apa.".


Kalimat yang keluar dari mulut Zhaolong membuat Yu Xian Er tidak tahu harus berkata apa.


Zhaolong telah mengejutkannya berulang kali hingga membuat Yu Xian Er menyegarkan kembali pandangannya terhadap seorang pria.


Yu Xian Er juga mendengar kisah hidup Zhaolong, awalnya Yu Xian Er mengira Zhaolong hanya memainkan drama.


Melihat ratusan luka memenuhi tubuh Zhaolong namun belum mampu mengubah ekspresi tenang Zhaolong membuat Yu Xian Er bertanya tanya.


'Rasa sakit macam apa yang di rasakan anak ini di dalam hatinya?


Seperti apa rasanya rasa sakit yang mampu menutupi rasa sakit dari luka seperti itu.'.


Yu Xian Er yang tidak pernah merasakan kehilangan orang yang penting baginya tidak bisa memahami apa yang Zhaolong rasakan.


Seperti halnya burung beo yang mampu meniru ucapan manusia tanpa mengerti arti dari kalimat yang ia ucapkan.

__ADS_1


Zhaolong yang tubuhnya penuh luka mulai menutup kelopak matanya dan menarik nafas dalam.


"Teknik pernafasan cabang air, bentuk kedua buka.".


Di ikuti oleh ucapan Zhaolong, aura qi murni di tubuhnya mulai meningkat.


Bahkan ritme nafas Zhaolong berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya nafas Zhaolong adalah ketenangan air sungai maka nafas Zhaolong sekarang layaknya air laut dengan ombak yang ganas.


Tidak hanya nafas dan qi murni, bahkan penampilan Zhaolong mulai berubah.


Rambut serta alis yang sebelumnya hitam legam kini berubah menjadi biru samar layaknya air laut.


Tentu saja perubahan Zhaolong membuat Yu Xian Er terkejut! Kemampuan bertarung Zhaolong jika di lihat dari qi murni yang Zhaolong hasilkan sudah melebihi kultivator alam pengembangan qi.


'I-ini, ini bagaimana ini mungkin!?.'.


Yu Xian Er yang tersadar setelah linglung beberapa saat, melihat Zhaolong telah terbang ke arahnya dengan cepat.


Zhaolong mengayunkan pedangnya dan menebas tepat di leher Yu Xian Er.


"Jangan bercanda!!!.".


Yu Xian Er meraung marah dan menangkis tebasan Zhaolong dengan pedang miliknya.


Tabrakan dua energi berwarna hitam dan putih menyebabkan pepohonan di sekitarnya tercabut dari tanah dan terbang ke segala arah.


Kemudian Yu Xian Er melihat tangan kiri Zhaolong mengembunkan qi murni air menjadi sebuah tombak dan menusuk ke arah perutnya.


"Kau adalah pendekar pedang! Kenapa kau menggunakan tombak!?.".


Menghadapi pertanyaan Yu Xian Er, Zhaolong dengan mata biru memiliki senyum sarkas di wajahnya.


"Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa pendekar pedang hanya boleh memakai pedang?.".


Alis Yu Xian Er berkerut, selama ini Yu Xian Er melihat pendekar pedang hanya memainkan pedang.


Pendekar tombak, memakai tombak serta pemanah memakai panah dan mereka bangga dengan senjata mereka masing masing.


Tapi anak kecil di depannya memberinya sebuah pengalaman baru.


Memang di medan perang, tidak ada kata licik jika bersangkutan dengan nyawa.


Yang menang menerima gelar dan kehormatan, yang kalah menjadi mayat itu adalah hukum di medan perang.


Tidak ada kata licik selama anda bisa hidup dan membunuh musuh anda!.


Yu Xian Er tersenyum dan menatap mata biru Zhaolong dengan tenang.


"Sepertinya aku terlalu naif.".


Setelah itu Zhaolong terlempar mundur beberapa meter karena qi murni yang Yu Xian Er lepaskan.


"Tidak ada kata licik selama bisa memenangkan pertempuran bukan? Kalau begitu biarkan aku menunjukan kepadamu apa itu sifat licik yang sebenarnya.".


Yu Xian Er memasukan pedang ke sarung yang tergantung di pinggangnya dan mulai menyatukan telapak tangannya.


"Teknik aliran bayangan, pejara jiwa tanpa cahaya.".


Qi murni hitam kelam mengembun dari telapak tangan Yu Xian Er, mulai membesar dan menyerang ke arah Zhaolong.


Zhaolong yang melihat qi murni hitam gelap mulai berlari dengan tubuh penuh luka.


Meskipun gerakan Zhaolong lambat dan terlihat susah payah menggerakan tubuh, Zhaolong tidak berhenti menghindar karena tidak mungkin dia hanya berdiri diam menunggu kematian.


Zhaolong hanya tahu bahwa dia tidak mengenali wanita di depannya dan merasa tidak pernah menyinggung siapapun.


'Apakah karena bakatku dalam menciptakan teknik? Atau kecepatan kultivasiku membuat beberapa pihak cemburu dan berniat membunuhku? Sial!!! Dunia ini memang tidak perlu ada sejak awal, apa gunanya memberi harapan jika hasil akhirnya kekecewaan?.'.


Pandangan Zhaolong mulai gelap setelah qi murni gelap menyentuh tubuhnya, aura qi murni serta rambut Zhaolong kembali normal.


Zhaolong hanya melihat kegelapan tanpa akhir di dalam kesadarannya, bahkan Zhaolong tidak bisa melihat tangannya sendiri.


'Apakah saya mati lagi?.'.


Itulah kalimat yang Zhaolong pikirkan.


Sementara Zhaolong terjebak, Yu Xian Er tersenyum melihat Zhaolong yang berdiri diam mematung.


Teknik yang Yu Xian Er gunakan adalah teknik serangan jiwa, itu tidak mempengaruhi tubuh melainkan kesadaran yang di sebut jiwa.

__ADS_1


Dan teknik berbasis menyerang kesadaran spiritual atau jiwa hanya bisa di pelajari atau di buat oleh para pembudidaya yang mencapai ranah pemurnian jiwa.


Yu Xian Er segera memanggil beberapa murid sekte dalam untuk merawat luka Zhaolong dan memberi pesan agar Zhaolong menemui dirinya setelah sembuh dari luka lukanya.


__ADS_2