Rintihan Seruling Dari Gunung Han.

Rintihan Seruling Dari Gunung Han.
Bab 13.


__ADS_3

Ketika matahari pagi menyinari pegunungan Han, Zhaolong telah selesai membersihkan diri dan akan segera berangkat ke gunung tempat tinggal master Yu Xian Er.


Tapi sebelum itu, Zhaolong menyempatkan diri untuk memakan bubur buatan Qing Yue.


Alasannya sederhana, Zhaolong tidak ingin gadis kecil itu bersedih dan menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu merawat Zhaolong dengan benar.


Padahal dengan mengkonsumsi satu pil vitalitas, Zhaolong telah kembali ke dalam keadaan puncak tubuhnya.


Tapi bagaimana gadis kecil itu bisa tahu bahwa Zhaolong memiliki pil vitalitas?.


Setelah merasa semuanya telah selesai, Zhaolong berdiri dan segera menuruni gunung Han.


Di dalam sekte yang memiliki belasan ribu murid luar, Zhaolong melihat banyak murid sekte dengan seragam biru sedang berlatih atau menjalankan misi yang di berikan oleh sekte.


"Heeeh, pemandangan yang sangat hidup.".


Segera Zhaolong melihat sebuah gunung dengan ketinggian yang hampir sama dengan gunung Han, dan mulai mendekatinya.


"Mungkin ini gunung master Yu? Jika salah saya bisa bertanya, tidak ada salahnya masuk untuk sekedar melihat lihat bukan?.".


Zhaolong segera menaiki gunung tersebut dan setelah berada pada puncak gunung, Zhaolong melihat vila mewah bertingkat 5 dengan gaya klasik.


Di sekitar vila terdapat beberapa pepohonan yang tinggi di lilit oleh pohon anggur untuk menggantungkan pertumbuhannya.


Pada salah satu pohon yang tinggi dan besar, Zhaolong melihat seorang lelaki yang tampak berusia 60an tahun berbaring di atas batu besar berwarna putih.


Di kepala lelaki tua yang sedang tertidur itu terdapat seekor kera kecil berwarna putih yang terlihat asik mencari kutu rambut di kepala lelaki tua itu.


Melihat pemandangan yang menurutnya begitu aneh, sudut mata Zhaolong berkedut.


'Apakah tidak ada orang normal di sekte ini?.'.


Ketika Zhaolong melihat sekeliling untuk mencari sosok manusia, seorang pemuda berusia 20an tahun berjalan keluar dari vila dan mendekati Zhaolong.


Pemuda yang keluar dari vila di gunung ini memiliki jubah yang sama dengan yang Zhaolong kenakan.


Jubah sekte bambu abadi memiliki warna yang berbeda untuk membedakan identitas para murid luar, dalam, inti dan para tetua.


Murid luar memiliki jubah dengan warna biru, di sisi kiri dada memiliki simbol angka 4 yang menunjukan bahwa sekte Bambu Abadi adalah sekte peringkat 4.


Sedangkan di sisi kanan bawah memiliki lukisan hutan bambu berwarna hijau muda.


Murid dalam memiliki jubah berwarna hijau muda dengan lukisan hutan bambu berwarna hijau tua.


Murid inti memiliki jubah berwarna hijau tua dengan lukisan hutan bambu berwarna hitam.


Sedangkan para tetua memiliki jubah berwarna hitam dengan lukisan hutan bambu berwarna hijau tua, di tambah para tetua memiliki simbol yang berbeda beda di atas lukisan hutan bambu sesuai posisi masing masing di sekte.


Contohnya seperti tetua Gui Yan yang memiliki simbol berbentuk gerbang di atas lukisan hutan bambu.


Para alkemis memiliki simbol kuali obat, ahli penempa memiliki simbol palu, master rune memiliki simbol rune dst.


Pemuda yang melihat Zhaolong memasuki gunung Masternya tanpa izin mulai bertanya tanya di dalam hati.


'Apa yang di lakukan anak ini? Dan juga sepertinya dia murid dalam, namun aku belum pernah melihatnya.'.


"Saudara, apa yang kau lakukan di puncak kelima?.".


"Eh, maaf saudara senior. Saya Zhaolong murid dalam di bawah bimbingan master Yu Xian Er, saya ingin pergi ke gunung master Yu tapi sepertinya saya tersesat.".


"Ah jadi begitu, anda adalah saudara Zhaolong.


Murid dalam di bawah pimpinan master Zhang Zhuantian ini memiliki nama Zhang Yuntao.


Kalau begitu saudara Zhao biar aku mengantarmu ke gunung tempat tinggal tetua Yu.".


"Terima kasih, maaf telah merepotkan anda saudara dan saya ucapkan salam kenal.".


"Haih, tidak perlu berterima kasih. Kita adalah keluarga yang berasal dari sekte yang sama.".


Keduanya pun berjalan turun dari puncak kelima dan berbincang bincang dengan ramah.


Ketika keduanya berada padi kaki gunung puncak kelima, keduanya bertemu dengan seorang pemuda yang mengenakan jubah murid inti.


"Eh, Junior Yuntao. Kemana anda akan pergi?.".


"ah jadi senior Ming Zhe, aku sedang mengantarkan saudara Zhaolong menuju puncak berlian.".


"Ooo jadi begitu, junior Yuntao apakah master sudah bangun?.".

__ADS_1


"Guru sudah kembali tidur, senior.


2 hari terakhir guru mencarimu dengan marah marah karena anggurnya habis di katakan ada pencuri yang mencuri anggurnya saat guru tertidur atau entahlah.".


Mendengar penjelasan juniornya, Ming Zhe yang membawa pedang setinggi 2 meter memiliki sudut mulut yang berkedut dengan senyum paksa.


"Kalau begitu junior, ketika master telah bangun tolong katakan bahwa kamu belum melihatku, oke?.".


"Eh, maksudmu senior?.".


Zhang Yuntao yang belum memahami kesalahan Ming Zhe, melihat Ming Zhe telah berlari menjauh dari kaki gunung puncak kelima.


Dari kejauhan Ming Zhe tampak melambaikan tangannya dan berteriak.


"Saudara junior Yuntao, Aku belum melihatmu dan kamu belum melihatku.".


Melihat interaksi antar keduanya, sudut mata Zhaolong kembali berkedut.


Tampaknya mencari manusia normal di sekte Bambu Abadi melebihi kesulitan mencapai ranah Dewa Dewi Abadi.


"Maaf saudara Zhao, aku membuat kau melihat sesuatu yang tidak pantas haha ha.".


"Tidak masalah saudara Yuntao, saya secara alami telah menerima fakta bahwa tidak ada manusia normal di sekte ini. Ngomong ngomong saudara Yuntao, master anda tampaknya hobi meminum anggur dan tidur? Apa beliau tidak memiliki pekerjaan di sekte?.".


"Ah ini, sebenarnya Master Zhang adalah salah satu tetua penegak hukum di sekte kita. Karena kondisi damai saat ini serta tidak adanya murid atau tetua yang menimbulkan masalah besar. Tentu saja master kami tidak perlu bergerak.


Dan mengenai hobi master, aku harap kau tidak menganggap remeh master karena hal tersebut.


Master Zhang memiliki domain yang di sebut domain mimpi dan cara tercepat memasuki mimpi adalah dengan tidur.


Mengkonsumsi anggur dalam jumlah banyak membantu manusia cepat tidur dan begitulah cara berkultivasi master Zhang yang unik.".


Dari berbincang bincang dengan Zhang Yuntao yang merupakan keponakan dari tetua Zhang Zuantian, Zhaolong belajar sedikit tentang para kultivator di alam penguasa domain.


Mereka yang berada pada penguasa domain perlu menciptakan apa yang mereka bayangkan memasuki kenyataan untuk keuntungan diri sendiri ketika bertarung.


Master Zhang memiliki domain mimpi yang akan menciptakan dunia mimpi sesuai dengan yang dia impikan dan ketika domain master Zhang di buka maka dunia mimpi master Zhang akan menimpa dunia nyata.


Zhaolong juga mendengar bahwa master sekte saat ini, Master sekte Murong Fang memiliki domain lukisan.


Di mana master Murong dapat membuat dunia yang dia lukis memasuki kenyataan.


Keduanya akhirnya sampai pada kaki gunung berlian, gunung berlian memiliki bebatuan yang spesial di mana ketika di sinari oleh cahaya matahari bebatuan di gunung tersebut akan berkilauan layaknya berlian.


"Anda benar saudara Yuntian, saya paham.".


Keduanya pun kembali berjalan dan menaiki puncak gunung berlian, sesampainya di puncak gunung berlian.


Zhaolong yang berjalan bersama Zhang Yuntao melihat dua orang gadis sedang bertarung dengan gerakan bermain pedang yang indah.


Kedua gadis yang melihat kedatangan Zhaolong dan Zhang Yuntao, menghentikan pertarungan mereka dan mendekati kedua lelaki tersebut.


"Kakak Yuntao? Apa yang anda lakukan di gunung Berlian?.".


Seorang gadis dengan tinggi 140cm dengan jepit rambut berbentuk kupu kupu berwarna hijau terlihat menyatukan alisnya ketika melihat Zhang Yuntao.


"I-ini Ran Ran, aku sedang me-.".


Sebelum Zhang Yuntao sempat menyelesaikan ucapannya, gadis dengan perawakan tinggi menyela ucapan Zhang Yuntao.


"Zhang Yuntao! Bukankah aku sudah memberimu peringatan berulang kali? Jangan pernah mendekati saudariku lagi! Apa kau tidak memiliki kaca? Dengan bakatmu yang rendah itu ingin memiliki saudari Lin RanXue hanyalah bencana bagi keluarga Lin kami.".


"Kakak Lin Shi, jangan terlalu kasar kepada saudara Yuntao.".


"Diam Ran Xue! Sekarang kau telah menjalin hubungan dengan murid master sekte, apa kau masih ingin membela kekasih masa kecilmu ini! Apa kau ingin saudara Ditian salah paham dengan kalian berdua!?.".


Zhaolong yang melihat gelagat gadis di depannya terlihat marah namun dia tidak menunjukan kemarahannya.


Meskipun baru mengenal Zhang Yuntao sehari, Zhaolong memiliki kesan baik kepada pria ini.


Zhang Yuntao adalah keponakan Zhang Zuantian, namun Zhang Yuntao tidak mengudara atau iri karena Zhang Zuantian lebih memilih


Ming Zhe sebagai murid inti untuk menggantikan posisinya kelak.


Sedangkan untuk gadis di depannya yang menggunakan nama keluarga untuk menekan orang lain, Zhaolong secara alami membencinya.


"Nona, anda lebih baik berhenti berbicara atau saya akan menarik senjata. Percaya atau tidak, ketika saya menarik senjata maka kematian yang akan menjadi akhir anda.".


Ling Shi yang sebelumnya terlihat mendominasi tertegun mendengar ancaman Zhaolong yang terang terangan.

__ADS_1


Kemudian Ling Shi mengarahkan pandangannya kepada pemuda yang berdiri di samping Zhang Yuntao, pemuda yang tidak di kenalnya ini memiliki ekspresi tenang dengan pandangan kosong.


Di sisi lain Zhang Yuntao yang di marahi oleh Lin Shi hanya bisa tertawa canggung dan menggaruk bagian belakang kepalanya.


"I-ini saudara Zhaolong, saudari Lin shi tolong tenang. Aku datang kemari hanya untuk mengantar saudara Zhaolong menemui tetua Yu.".


"Saudara Yuntao, terima kasih atas bantuan anda. Sekarang biarkan aku mengantarmu menuruni gunung Berlian.".


"Eh terima kasih saudara Zhaolong, kalau begitu saudari Lin Shi dan Ran Ran aku mengucapkan selamat tinggal.".


Setelah memandang wajah Lin Renxue dengan penuh kasih sayang, Zhang Yuntao berbalik menuruni puncak gunung Berlian di ikuti oleh Zhaolong yang mengantarnya sebagai bentuk kesopanan.


Mendengar cara mereka bertiga berinteraksi, Zhaolong memahami beberapa poin poin penting.


Sepertinya saudara Zhang Yuntao dengan gadis Lin Renxue adalah kekasih masa kecil, hanya saja bakat Zhang Yuntao biasa biasa saja.


Akhirnya gadis Lin entah secara pribadi atau di bawah tekanan keluarga memilih meninggalkan Zhang Yuntao dan menjalin hubungan dengan murid inti di bawah kursi master sekte saat ini, yaitu Ditian.


"Saudara Yuntao, tampaknya anda juga seorang pria dengan cerita.".


"Hehe saudara Zhao, kau tidak perlu menganggapku terlalu tinggi. Aku hanya pemuda dengan wajah dan bakat biasa biasa saja.


Itu normal bagi Ran Ran untuk menyukai Ditian yang tampan dan di kenal sebagai jenius pertama dari sekte Bambu Abadai, kelak Ditian akan menjadi master sekte kita menggantikan master sekte Murong Fang.


Bisa melihat Ran Ran bersama lelaki yang lebih baik sebenarnya sudah cukup bagiku karena aku sadar diri saudara Zhao.


Dengan bakatku yang rendah, aku tidak yakin bisa membahagiakan Ran Ran.


Karena aku mencintainya maka kebahagiaan Ran Ran tentu lebih berharga dari kebahagianku haha.".


Melihat Zhang Yuntao yang memiliki ekspresi mengasihani diri sendiri dengan senyum paksa untuk menutupi kesedihannya, Zhaolong hanya bisa menepuk pundak Zhang Yuntao dan meyakinkan pemuda tersebut.


"Saudara Yuntao, percayalah! Suatu saat saya akan membuat anda menjadi lebih kuat.".


Mendengar Zhaolong berusaha menghiburnya, Zhang Yuntao hanya bisa tersenyum dan menggaruk bagian belakang kepalanya.


"Haha ha, maka aku menantikannya saudara Zhao.".


Setelah mengantar Zhang Yuntao, Zhaolong kembali menaiki puncak gunung Berlian.


Lin Shi melihat Zhaolong kembali menaiki puncak gunung Berlian, mencoba menghalangi Zhaolong karena sebelumnya Zhaolong mengancamnya secara terang terangan di siang hari tepat di gunung Berlian di mana dia tinggal bersama masternya!.


"Junior! Aku harap kau memberiku penjelasan yang memuaskan setelah mengancamku dengan terang terangan atau...".


Zhaolong yang mendengar gadis dari keluarga Lin melompat ke arahnya, mulai menarik pedang yang ia bawa dari sarungnya.


"Atau apa? Anda akan melaporkan saya kepada keluarga Lin kecil anda atau Ditian?.".


Mendengar ucapan Zhaolong yang tidak memiliki rasa takut, Lin Shi tertegun sejenak.


Karena biasanya selama Lin Shi menggunakan nama keluarga Lin nya atau Ditian, hampir semua orang di kabupaten Dayan akan menghormatinya.


Karena keluarga Lin nya termasuk keluarga bangasawan yang berada di bawah pimpinan kekaisaran.


Apakah pemuda di depannya memiliki kepala yang di tendang oleh keledai? Mengakibatkan pemuda di depannya tidak memiliki rasa takut?.


Lin Shi yang tampak kebingungan melihat Zhaolong menghunus pedang panjang berlari ke arahnya.


Menghadapi serangan Zhaolong yang tiba tiba, Lin Shi hanya bisa menggertakan giginya dan mencabut pedang miliknya untuk mempertahankan diri.


Lin Shi yang selama ini hanya bertarung dengan sesama murid yang memiliki kultivasi yang setara dengan dirinya, tidak bisa mengimbangi kecepatan serangan Zhaolong dan mulai kewalahan.


Dengan begitu Lin Shi hanya bisa mundur dan bertahan secara pasif.


Zhaolong yang melihat gadis di depannya tampak kewalahan, mulai memikirkan bagaimana cara memberi pelajaran di depannya.


Harus membunuh gadis di depannya, merusak wajahnya atau hanya memotong salah satu bagian tubuh gadis tersebut seperti kaki atau tangannya.


Lin Shi yang tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang Zhaolong pikirkan, menganggap diamnya Zhaolong sebagai kesempatan untuk membalas serangan Zhaolong dengan teknik miliknya.


Segera Lin Shi mundur beberapa meter dari Zhaolong, dengan kuda kuda yang kokoh Lin Shi mulai mengumpulkan qi murni elemen angin di pedangnya.


Dengan qi murni yang telah terkumpul, Lin Shi menebas udara beberapa kali.


"Teknik Pedang, 12 tebasan bilah angin.".


Terlihat beberapa tebasan Lin Shi menghasilkan qi murni yang sangat besar dan kuat menyerang ke arah Zhaolong.


[Catatan Author.].

__ADS_1


Saya meminta maaf kepada para pembaca karena telap update dan saya berterima kasih kepada para pembaca yang telah memberikan dukungan kepada novel ini.


Zhaolong : "Terima kasih untuk saudari Shelin yang telah memberikan dukungan kepada novel ini, semoga Tuhan memberkati anda.".


__ADS_2