Rintihan Seruling Dari Gunung Han.

Rintihan Seruling Dari Gunung Han.
Bab 5.


__ADS_3

Setelah berjalan hingga keluar kota bukit sinji, Zhaolong melihat kebelakang untuk melihat kota yang dulu ramai kini telah menjadi kota mati.


Bahkan Zhaolong sendiri tidak yakin kapan ia bisa kembali kemari setelah memutuskan untuk memasuki dunia kultivasi.


"Kota sang kekasih tanpa kehadiran sang kekasih, adalah tempat paling sepi.".


Dengan mengedarkan qi meliputi telapak kaki hingga lututnya, Zhaolong berlari sangat cepat menuju sekte bambu abadi.


Di sertai dengan teknik pernapasan dasar cabang air, konsumsi qi murni Zhaolong hanya sedikit dan itu terus di isi ulang setiap kali Zhaolong menarik napas.


Ini adalah keuntungan melatih kontrol qi murni hingga mencapai titik mahir, seperti halnya bernafas yang telah menjadi kebiasaan tubuh.


Di bawah baptisan energi qi murni kulit Zhaolong kini putih bersih dan miliki embun transparan yang berasal dari qi murni yang keluar dari lubang pori pori, menyelimuti seluruh anggota tubuh Zhaolong hingga terlihat seperti makhluk abadi ketika cahaya matahari menerpa tubuhnya.


Zhaolong berlari selama 2 hari tanpa lelah, sesekali Zhaolong akan berhenti di kedai untuk makan dan menanyakan arah.


Setiap kali Zhaolong melewati penduduk entah itu di desa maupun kota, entah manusia fana maupun pembudidaya akan tertegun sejenak melihat penampilan Zhaolong.


Raut wajah yang seakan tidak perduli namun jejak kesedihan terukir jelas di wajah tampannya, mata elang yang harusnya tajam menatap kosong di sepanjang jalan.


Rambut hitam panjangnya terurai ke belakang tertiup angin hingga terlihat bergelombang.


Jubah hitam dengan sulaman burung merpati berwarna putih menambah agung citra maskulin Zhaolong.


Belum lagi sarung pedang panjang berwarna merah gelap yang memiliki ukiran mawar hitam, membuatnya tampak memiliki temperamen yang lembut namun kejam.


Mawar itu harum, indah di pandang namun jangan mencoba menyentuhnya atau anda akan berdarah.


Seruling hitam yang menggantung di sisi kiri pinggang Zhaolong membuat semua orang yang memandangnya yakin bahwa pria yang mereka lihat sekilas adalah sosok yang romantis.


Belum lagi kabut air yang menyelimuti tubuhnya, Zhaolong terlihat bercahaya bak para dewa abadi yang turun ke bumi.


Setelah berlari menempuh jarak yang cukup jauh, Zhaolong mulai melihat murid murid sekte bambu abadi di setiap desa yang ia lewati.


Tidak jauh dari tempatnya berada, Zhaolong melihat pegunungan yang tampak bertumpuk dengan ratusan perbukitan yang mengelilinginya.


Zhaolong berdiri di atas tangga batu yang mengarah ke gerbang sekte bambu abadi, ratusan murid sekte bambu abadi saling berbicara dan bercanda ketika mereka menaiki maupun menuruni anak tangga sekte.


Setelah tiba di depan pintu sekte yang begitu lebar, Zhaolong mulai bertanya kepada seorang murid sekte acak di mana tempat mendaftar untuk bergabung dengan sekte tersebut.


Murid tersebut pun dengan senang hati mengarahkan Zhaolong ke sebuah bangunan bertingkat tiga dengan gaya kuno, di sisi kiri dan kanan bangunan tersebut tampak di hiasi oleh tanaman bambu yang menjulang tinggi.


Zhaolong pun memasuki bangunan tersebut dan menemukan seorang pria paruh baya dengan gaun biru tua yang memiliki sulaman batang bambu berwarna hijau kehitaman.


Pria paruh baya itu tampak sedang menguliahi 3 orang gadis yang menundukan kepala di depannya.


"Sekali, dua kali aku bisa toleran terhadap kalian bertiga.


Tapi meskipun kalian bertiga memiliki status murid dalam, bukan berarti kalian selalu membuat onar ketika menjalankan misi di luar!.


Apakah kalian bertiga berharap orang tua ini mati lebih cepat!? Kalian tahu aku adalah tetua penjaga gerbang dan masalah kalian di luar menjadi urusanku, kalian tidak tahu berapa kali aku di tegur oleh master sekte hanya karena kenakalan kalian bertiga gadis kecil!.".


Ketiga gadis yang tampak berusia 20an tahun itu menundukan wajahnya dengan malu malu.


"Maafkan kami Tetua Gui, kami tidak akan mengulanginya lagi.".


Mendengar ketiga gadis itu meminta maaf membuat tetua Gui yang hendak kembali memarahi mereka menjadi terdiam.


Ketiga gadis ini adalah murid sekte dalam, tidak hanya bakatnya yang masuk ke dalam kategori jenius.


Tapi identitas ketiganya adalah putri dari kerajaan kerajaan yang berbeda, di besarkan dengan di cintai dan di manja membuat ketiga gadis tersebut hobi menimbulkan masalah.


Tentu saja tetua Gui selalu pening ketika ketiga gadis ini akan menjalankan misi di luar sekte, mereka pasti akan pulang membawa masalah dan ia harus menyelesaikan masalah mereka setiap kali mereka kembali.


Tapi siapa yang membuat ketiga gadis ini memiliki bakat yang menakutkan dengan latar belakang istimewa? Membuatnya seorang tetua tidak mampu menyinggung, tidak mampu menyinggung sama sekali.


Maka dari itu tetua Gui hanya bisa memarahi mereka untuk melampiaskan amarahnya, sedang hukuman yang bisa ia berikan kepada ketiganya tidak lebih dari hukuman agar tidak meninggalkan sekte selama beberapa bulan.


Jika tetua Gui memaksakan hukuman yang lebih berat, monster tua dari setiap kerajaan itu pasti akan mengamuk lalu mendatanginya dan mengajaknya bermain catur siang dan malam hingga kehabisan energi.


Karena didikan monster tua yang terlalu mencintai serta memanjakan cucu cucunya inilah cucu mereka memiliki sifat hobi membuat onar.


Bahkan para raja atau anak dari para monster tua itu tidak berani memarahi putri mereka dengan keras, karena takut esok akan ada kabar raja saat ini sedang disiplinkan oleh raja sebelumnya!.


Tetua Gui yang keluar dari lamunan melihat seorang pemuda yang berdiri diam memandangnya dari pintu masuk.


"Nak, jika kau datang untuk melaporkan masalah para murid yang sedang menyelesaikan tugas di luar maka kembalikah besok.

__ADS_1


Hari ini aku sedang ingin menenangkan diri agar tidak mati terlalu cepat.".


Mendengar ucapan orang tua di hadapannya, Zhaolong tetap tenang tanpa perubahan ekspresi di wajahnya.


"Maaf yang lebih tua, junior kemari untuk bergabung dengan sekte bambu abadi.".


Tetua Gui yang mendengar jawaban Zhaolong mencoba mengamati Zhaolong, sebelum akhirnya tersadar bahwa Zhaolong tidak memakai pakaian para murid sekte bambu abadi.


"Usia tulang kurang lebih dari 19 tahun, namun sudah mencapai tahap pengembangan qi tingkat terakhir.


Lumayan, seorang jenius bertambah lagi di dalam sekte ini haha ha.


Aku hanya berharap kau tidak hobi menimbulkan masalah, kemarilah nak dan selesaikan aturan pendaftaran.".


Mendengar tetua Gui yang sebelumnya marah tiba tiba tertawa, ketiga gadis itu mulai memutar leher mereka untuk melirik pemuda yang sepertinya akan menjadi junior mereka.


Ketika ketiganya memandang Zhaolong, ketiganya langsung tertegun.


Pemuda yang mereka perhatikan memiliki mata elang dengan pandangan kosong, raut wajahnya tenang namun kesedihan yang terukir di wajahnya begitu terlihat.


"Baik tetua.".


Zhaolong berjalan menuju tetua Gui yang sedang duduk menikmati secangkir teh dengan seyum bahagia di wajahnya seperti seseorang yang telah memenangkan hadiah undian bernomor.


Mengabaikan ekspresi gadis cantik yang menatapnya dengan mata terbelalak dan mulut terbuka membentuk huruf 'o' di mulut kecil ketiganya.


"Kalau begitu tulis nama, alamat, tanggal lahir, jenis kelamin, jenis meridian.".


Setelah menerima selembar kertas yang tetua Gui berikan, Zhaolong dengan tenang mencelupkan pena yang terbuat dari bulu angsa ke dalam guci tinta.


Ketika Zhaolong sedang menulis namanya, tetua Gui yang membaca nama Zhaolong segera menyemprotkan teh yang sedang ia minum.


"Bah, nak apakah kau bercanda!? Bagaimana bisa kau menjadi Zhaolong?.".


Tidak hanya ketiga gadis itu yang terkejut mendengar teriakan tetua Gui, bahkan Zhaolong sendiri pun terkejut dan linglung.


'Siapa saya?.'.


'Di mana saya?.'.


'Kenapa saya tidak bisa menjadi Zhaolong?.'.


Sebagai seorang manusia yang telah kehilangan beberapa skrup di otaknya, benak Zhaolong kini di penuhi tanda tanya.


"Maaf tetua, nama saya memang Zhao long. Kenapa saya tidak bisa menjadi Zhaolong?.".


Melihat jawaban Zhaolong dengan wajah kebingungan, tetua Gui mulai menelusuri ingatannya.


"Apakah kau adalah Zhaolong yang berasal dari kota bukit Sinji, yang kini telah menjadi kota mati?.".


"Iya tetua, bagaimana anda tahu?.".


"Apakah kau Zhaolong yang setahun lalu hanya seorang manusia fana?.".


"Anda benar tetua.".


"Kalau begitu cepat sebutkan ucapan Zhaolong yang paling terkenal, jika tidak bisa menjawabnya maka kau adalah Zhaolong palsu!.".


Mendengar pertanyaan orang tua di depannya, Zhaolong semakin bingung.


Zhaolong pikir orang yang ingin menghancurkan dunia seperti dirinya adalah seorang pria yang kehilangan skrup di kepalanya.


Tampaknya orang tua di depannya juga memiliki beberapa skrup yang terlepas dari otaknya, apakah ini faktor usia? Jadi lubang baut menjadi longgar.


"Dunia tanpamu terasa bagai neraka, istriku.".


Mendengar ucapan tetua Gui dengan wajah serius membuat wajah Zhaolong menjadi gelap.


'Orang tua, apakah anda sedang bercanda! Saya hanya ingin mendaftar menjadi murid sekte bambu abadi, kenapa anda berbicara omong kosong yang berputar putar!.'.


Setelah mengutuk tetua Gui di dalam hati, Zhaolong menarik napas panjang dan mendapatkan ketenangannya kembali.


Akan tetapi, ketika Zhaolong mendengar kalimat yang tetua Gui ucapkan.


Mata Zhaolong terbelalak dengan tidak percaya, sepertinya dia tidak asing dengan kalimat ini?!.


Bukankah ini kalimat yang ia ucapkan di depan makam Mitha, ketika hujan menyembunyikan air mata yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Dunia tanpamu, terasa bagai neraka. Mitha.".


Zhaolong mengingat moment kepergian Mitha, ketika mengucapkan kalimat itu kembali wajahnya terlihat begitu kesakitan.


Matanya memancarkan sorot kepedihan yang tidak mampu di pendam.


Tetua Gui beserta ketiga gadis menatap Zhaolong dengan mata terbelalak dan tidak percaya.


Ekspresi Zhaolong bukanlah sesuatu yang bisa di tiru, itu adalah ekspresi ketika seorang pria kehilangan wanita yang mereka cintai untuk selama lamanya.


"I-ini, Zhaolong yang asli?!!!.".


Gadis berkuncir kuda yang duduk di tengah kedua teman gadisnya segera berteriak dengan tidak percaya seperti tetua Gui.


Tetua Gui adalah pria yang berumur lebih dari lima ratus tahun, sangat sedikit hal yang bisa mengejutkannya namun kali ini ia benar benar terkejut.


Setahun yang lalu setelah rombongan murid sekte yang di pimpin oleh Hong Yan kembali dari menyelesaikan misi darurat di luar sekte.


Setelah beberapa hari para murid pria mulai berbicara dengan batu, pohon, batang bambu bahkan langit.


Dan kalimat yang paling sering mereka ucapkan semua sama!


Ya, itu adalah kalimat 'Dunia tanpamu terasa bagai neraka.'.


Hanya saja para murid sektenya yang berpura pura romantis memiliki tampilan konyol, mereka berbicara dengan ekspresi di sedih sedihkan kepada batang bambu yang ia tanam di sebeleah paviliun penjaga gerbang.


Tetua Gui yang telah berhari hari mendengar kalimat itu dengan tampilan idiot para murid sektenya mau tidak mau memukuli kepala mereka satu persatu.


Karena merasa bosan, tentu saja hanya bosan tetua Gui tidak mungkin penasaran eughuk.


Baiklah, karena penasaran dan ingin tahu apa yang merasuki murid murid sektenya.


Tetua Gui memberi perintah kepada bawahannya untuk menyelidiki masalah ini, setelah beberapa waktu akhirnya akar penyebab semua masalah terkuak.


Setelah rombongan Hong Yan kembali, Mei Xin menceritakan apa yang ia lihat tentang seorang pemuda yang menarik minatnya kepada beberapa teman perempuannya di sekte dalam.


Akhirnya semua murid dalam mengetahui cerita tersebut, para gadis akan bermimpi memiliki seorang pria yang akan menyerahkan segalanya untuk mereka.


Sedangkan para pria akan belajar berpura pura romantis agar menjadi idaman para gadis.


Cerita tersebut pun mulai menyebar ke seluruh murid luar bahkan hingga murid inti.


Akhirnya semua makhluk di sekte bambu abadi mengetahui cerita tragis tentang Zhaolong, bahkan anjing peliharaan sekte pun mengetahuinya.


Jika anjing bisa berbicara, niscaya mereka akan menceritakan kisah Zhaolong.


Di dunia kultivasi di mana setiap orang selalu berlatih dengan lelah dan membosankan.


Mereka sangat membutuhkan hiburan untuk bersantai sesekali, namun apa boleh buat dunia ini adalah dunia dengan teknologi yang belum berkembang.


Hiburan yang bisa di temukan para pembudidaya tidak lebih dari anggur, rumah bordil, atau berjudi.


Jadi ketika ada sebuah gosip atau cerita yang menarik itu akan segera menyebar.


Para murid sekte abadi bahkan tahu bahwa istri paman Wang yang berusia 40 tahun ketahuan mengunyah rumput muda yang masih berusia belasan tahun.


Padahal mereka tidak tahu siapa paman Wang! Mereka bahkan tidak pernah bertemu paman Wang apalagi istrinya!.


Namun mereka mengetahui gosip tersebut yang tersebar luas di masyarakat.


"Nanggong Yue, cepat panggil Huang Yan kemari.".


Setelah mendengar perintah tetua Gui, salah seorang gadis bernama Nanggong yue segera berdiri.


"Baik, tetua.".


Dengan segera tubuh gadis itu berkelebat seperti bayangan, meninggalkan ke empatnya.


'Teknik gerakan tubuh yang cepat!.'.


Zhaolong sebelumnya sudah mencoba membuat teknik gerakan tubuh namun ia menemui jalan buntu karena tidak memahami prinsip prinsip dasar di balik teknik gerakan tubuh.


Alhasil Zhaolong hanya bisa memanipulasi qi murni di telapak kaki hingga lutut kakinya, meskipun mampu mempercepat gerakan tubuh saat berlari maupun bergerak.


Gerakannya masih belum mampu menyaingi gerakan tubuh yang asli, setelah bergabung dengan sekte Bambu Abadi.


Hal yang pertama akan ia pelajari adalah teknik gerakan tubuh, Zhaolong akan mencoba memahami prinsip prinsip di baliknya.

__ADS_1


Sebagai seseorang yang pernah hidup di abad ke 21 dan telah menonton banyak anime maupun film fantasi.


Menciptakan gerakan tubuh seharusnya tidak terlalu sulit karena dia memiliki patokan dari ingatan kehidupan sebelumnya, yang sekarang ia butuhkan adalah prinsip dasarnya.


__ADS_2