Rintihan Seruling Dari Gunung Han.

Rintihan Seruling Dari Gunung Han.
Bab 2.


__ADS_3

Perlahan lahan tubuh indah Mitha kini terungkap, kulit putihnya yang bersih dan halus membuat semua para bandit itu bersemangat.


Mereka tampak seperti serigala yang kelaparan dan tidak sabar untuk menikmati tubuh Mitha.


Melihat Mitha yang kini tidak memakai selehai benangpun di tubuhnya, Zhaolong sangat marah tapi dia tidak bisa melakukan apapun dalam keadaan ini.


'Sungguh sampah! Saya adalah pria paling sampah! Seandainya saja, seandainya saja saya berlatih dan berkultivasi untuk menjadi pembudidaya maka setidaknya saya bisa melindungi Mitha!.'.


Bandit bertubuh kekar itu menjatuhkan tubuh Mitha ke tanah dan mulai melecehkannya dari belakang.


Wajah Zhaolong dan Mitha saling memandang, keduanya tampak tidak percaya.


Bukankah beberapa jam yang lalu mereka menghabiskan waktu romantis berdua bersama!?.


Tapi kini kenapa? Kenapa menjadi seperti ini sekarang.


Itulah yang menjadi pikiran keduanya.


Melihat wajah Mitha yang di hiasi oleh air mata dan debu, Hati Zhaolong sangat tersayat.


Terlebih mendengar jeritan Mitha yang meminta pertolongan dengan wajah putus asa, hingga suara lembutnya kini terdengar serak parau.


Zhaolong yang melihat Mitha di lecehkan oleh beberapa pria hatinya terasa hancur, ia tidak lagi memiliki keinginan untuk terus hidup.


Bandit bertubuh kurus yang melihat Zhaolong memejamkan matanya dan menunduk terlihat marah.


"Kau suka menunduk? Baiklah kalau itu maumu.".


Bandit kurus itu menarik rambut Zhaolong hingga terangkat sebelum membenturkannya kembali ketanah, siksaan itu Zhaolong rasakan hingga puluhan kali.


Wajah maskulin Zhaolong kini terlihat bengkak dengan warna merah dan biru, giginya lepas beberapa dan mulutnya berlumuran darah.


Bahkan hanya salah satu matanya yang bisa terbuka untuk melihat Mitha yang di lecehkan oleh para bandit.


"Jangan, jangan! Tolong berhenti.".


"Tolong berhenti, biarkan Mitha pergi.".


"Berhentilah tolong.".


"Persetan! Cepatlah berhenti!.".


"Akan ku bunuh kalian!."


"Akan ku bunuh semua keluarga dan kerabat kalian jika kalian tidak berhenti, sialan!.".


Berulang kali Zhaolong berteriak, namun para bandit nampaknya tidak terlalu perduli dengan Zhaolong yang meraung raung seperti orang gila.


'Mitha maafkan aku, jika setelah hari ini saya masih di beri kesempatan hidup maka saya akan menghancurkan mereka semua.'.


Itulah isi hati terakhir Zhaolong sebelum penglihatannya menjadi gelap.


Melihat Zhaolong yang kehilangan kesadaran bahkan sebelum ia membunuhnya, Bandit bertubuh kurus itu berdiri dan meludahi Zhaolong yang setengah mati sebelum menendangnya bak sampah di jalanan.


Puluhan bandit bergiliran melecehkan Mitha secara sexsual.


Tubuh gadis muda yang di lecehkan oleh puluhan pria dewasa kini berlumuran darah dan nafasnya tersengal sengal.


Asap yang mengepul, bau darah yang menyengat, beberapa mayat tampak berserakan di dalam maupun di luar rumah.


Kali ini ratusan kultivator lepas yang menjadi bandit menjarah kota bukit sinji dan meratakan kota kecil itu.


Beberapa pria yang berseragam biru dengan sulaman batang bambu berwarna hijau mendekati kota bukit sinji dengan berlari sangat cepat.


"Sial! Saudara Hong, sepertinya para bandit itu telah lama pergi.".


Mendengar ucapan pemuda di sampingnya, Hong Yan yang menjadi ketua pasukan dari sekte bambu abadi tampak terlihat muram.


Dengan energi qi nya yang meliputi kota bukit sinji, Hong Yan sama sekali tidak merasakan aura qi manusia di kota Bukit Sinji.


Nampaknya kali ini, mereka gagal menyelesaikan tugas karena datang terlambat.


"Saudara Hong, Saudara Zuan. Mungkin kita bisa mencari korban selamat dan menanyakan seperti apa penampilan para bandit ini.


Setelah mengetahui identitas para bandit yang menyerang kota ini, kita bisa memusnahkan para bandit itu di markas mereka.".


"Yah saudari Mei, ucapan anda masuk akal. Kalau begitu mari kita berpencar.".


3 orang murid senior sekte bambu abadi yang di ikuti oleh puluhan murid sekte tersebut mulai berpencar mencoba mencari korban selamat atas serangan para bandit.


Setelah mencari beberapa lama, mereka akhirnya berkumpul di sudut timur kota bukit sinji.


"Saudara Hong, apakah pria kecil ini satu satunya korban yang selamat?.".


Hong Yan yang melihat para saudara sektenya datang hanya bisa tersenyum pahit.

__ADS_1


Mereka sudah mencari beberapa jam tapi tidak ada lagi korban yang selamat, bisa di bilang dari ribuan penduduk kota kecil ini hanya pria kecil di depannya yang nampaknya selamat.


"Begitulah, meskipun bisa di bilang nyawanya telah berada di ujung tanduk. Tulang dada hancur, tulang rahang dan hidung retak dan bengkok.


Kekurangan darah hingga ekstrem, kehilangan kesadaran.


Seandainya aku memiliki pil vitalitas, mungkin aku bisa menggunakannya untuk pria kecil ini dan mencari tahu bandit gunung mana yang menyebabkan masalah di wilayah sekte bambu Abadi kita.


Nampaknya kita hanya bisa pulang dengan tangan hampa saudara saudara.".


Mendengar ungkapan ketua kelompok, para murid sekte bambu saling memandang dengan ekspresi buruk.


Setelah menerima pesan darurat dari bangsawan di kota kecil ini, master sekte mereka langsung mengeluarkan perintah penyelamatan dan membersihkan para bandit.


Jika terlambat menyelmatkan ribuan nyawa manusia fana ini dengan alasan terlambat karena jarak yang jauh, master sekte mereka tidak terlalu keberatan.


Tapi tidak hanya tidak bisa menyelamatkan para penduduk kota Sinji, mereka bahkan tidak bisa membasmi para bandit ini bukankah itu sama saja menjadikan wajah kepala sekte mereka lelucon di hadapan ribuan sekte?.


Seorang gadis yang memiliki nama Mei Xin mendekat ke arah Hong Yan.


"Kakak Hong, jangan khawatir.


Aku masih memiliki beberapa pil vitalitas, meskipun bukan pil tingkat tinggi.".


Gadis Mei'er melambaikan tangannya di udara dan satu pil vitalitas berwarna hijau muda keluar dari cincin penyimpanannya.


Para murid sekte bambu Abadi tersenyum bodoh melihat pil vitalitas yang Mei Xin keluarkan.


Mereka semua tahu pil buatan alkemis sangatlah mahal, bahkan para murid sekte luar seperti mereka hanya bisa mendapatkan beberapa pil dari sekte setiap 1 bulan sekali.


Itu pun pil tingkat rendah yang berwarna agak gelap, semakin cerah warna pil semakin tinggi intensitasnya.


Itu karena pil yang gelap memiliki banyak kotoran, bisa di bilang pil tingkat rendah memiliki 20-40% khasiat pil obat dan 80% nya adalah kotoran.


Pil tingkat kedua memiliki khasiat pil 40-50% dan kotoran antara 50-60%, bisa di bilang pil tingkat dua adalah pil tingkat sedang dan hanya orang kaya yang mampu membelinya.


Pil tingkat 3 atau menengah atas memiliki khasiat pil obat 50-70% dan memiliki kotoran atau endapan pil tidak lebih dari 50%.


Sedang pil tingkat 4 atau pil tingkat atas/tinggi memiliki khasiat obat dari 70-99%, dalam artian pil yang hanya memiliki endapan kotoran pil maksimal 30% dari khasiat obat sudah bisa di anggap pil tingkat tinggi atau atas.


Sedang pil tingkat 5 memiliki khasiat 100% tanpa endapan kotoran apapun dan memiliki berbagai julukan seperti pil sejati, pil sempurna dll.


Pil di bagi menjadi 5 tingkat untuk membedakan kemampuan seorang alkemis atau ahli pil, selama pil yang di buat para alkemis memiliki endapan kotoran yang sedikit maka para alkemis akan menerima peringkat sesuai dengan pil yang mereka buat.


Hong Yan pemimpin sementara tim sekte yang bertugas memberantas bandit tampak berkedut dengan senyum paksa menghiasi wajahnya.


Itu bukan kewajiban anda, sebagai pemimpin tim itu seharusnya tugas ku.".


"Tidak perlu ribut sauadara Hong, aku masih memiliki banyak pil seperti ini. Toh, jika habis aku bisa meminta kepada Ayahku untuk memberiku pil lagi.".


Hissh, para murid sekte bambu Abadi hanya bisa tersenyum pahit.


Dunia orang kaya memang berbeda, mereka murid luar dengan bakat biasa tanpa dukungan keluarga yang kuat bahkan mustahil membeli pil vitalitas tingkat rendah apalagi tingkat menengah! Dan yang di bawa saudari Mei adalah tingkat menengah atas.


Mei Xin segera memberikan pil vitalitas kepada Hong Yan.


Dengan sigap Hong Yan menghancurkan pil vitalitas menjadi bubuk dan memasukannya ke dalam mulut Zhaolong.


Dengan bantuan energi qi Hong Yan bubuk pil vitalitas dalam sekejap memasuki perut Zhaolong.


Seperti melihat keajaiban, luka di tubuh Zhaolong mulai pulih dengan kecepatan yang bisa di lihat oleh mata.


Lukanya mulai sembuh, memarnya mulai hilang, bengkaknya kini perlahan mengecil sebelum kembali sembuh seperti semula.


Bahkan tulang yang retak, bengkok dan hancur mulai di perbaiki.


Setelah menunggu setengah jam, tubuh Zhaolong pulih seperti semula bahkan nafasnya telah pulih.


Zhaolong yang mendengar keributan mulai membuka mata, cahaya mentari sore tidak terlalu menusuk retina matanya.


Banyak wajah asing membuat Zhaolong tertegun sejenak sebelum teringat nasib calon istrinya.


"Mith... Mitha!!!.".


Zhaolong yang terbangun dari koma langsung melompat untuk melihat sekeliling sebelum pandangannya terpaku kepada mayat seorang wanita yang tidak jauh darinya.


"Hei bocah, kami sudah membantumu! Bukannya berterimakasih kau langsung me-.".


Hong Yan yang akrab dengan temperamen saudara seperguruannya langsung menepuk pundak pihak lain dan menggelengkan kepala untuk memberi isyarat agar diam.


Zhaolong tidak perduli dengan suara di sekitarnya, baginya sekarang yang ada di dunia hanyalah Mitha.


Selain Mitha dia tidak perduli.


Dengan langkah kaki yang berat dan tertatih tatih, Zhaolong berjalan perlahan ke arah tubuh Mitha.

__ADS_1


Air mata yang sebelumnya kering kini mengalir di pipinya, debu darah serta air mata kini menghiasi wajah pemuda tersebut.


"is istri... Calon istriku."


"kamu ti- kamu tidak boleh mati, bukankah hari ini orang tua kita akhirnya membahas hari pernikahan kita, sayang!?.".


"Bangunlah Mitha, bangunlah sayang. Tolong jangan pergi.".


"Tahukah kamu sayang? Dunia tanpamu bagai neraka bagiku.".


"Apakah hanya berakhir seperti ini?.".


"Apakah ini nyata? Atau mungkin hanya mimpi, iya pasti ini mimpi ha - ha.".


Zhaolong yang berjalan mendekati mayat Mitha mulai tertawa, meskipun air mata tidak berhenti mengalir di pipinya.


Zhaolong mulai menampar wajahnya puluhan kali, berharap semua yang ia lihat hanya mimpi dan tidak merasakan rasa sakit.


Namun terkadang kenyataan memang kejam, Zhaolong berhenti tersenyum.


Kemudian ia duduk terkulai di tanah dengan pandangan ke wajah mayat kekasihnya.


Meskipun Zhaolong telah meminum pil vitalitas dan energinya telah pulih ke dalam keadaan puncak.


Zhaolong merasa tubuhnya sangat lemah, bahkan keinginan untuk hidup pun telah pudar.


Dengan penuh perasaan, Zhaolong mendekap mayat kekasihnya ke dalam pelukannya.


Zhaolong memeluk mayat Mitha dengan erat seakan takut tubuh Mitha tiba tiba hilang.


"Mith.. Mi mit, sayang.".


Zhaolong kembali menangis sesenggukan dan air mata kembali mengalir semakin deras.


"Maafkan sayang, maafkan suamimu yang lemah ini. Maafkan calon suamimu yang tidak bisa melindungimu.".


"Mithaaaaa!!!!!!.".


Seakan meluapkan semua emosinya, Zhaolong berteriak seperti orang gila.


Sebelum kembali menunduk dan memandang wajah kekasihnya dalam dalam agar terpatri di benak dan hatinya.


Para murid sekte bambu Abadi mulai memahami pemuda yang sedang memeluk mayat seorang gadis muda.


"Sepertinya pria dan gadis muda ini adalah sepasang calon pengantin baru, mendengar ucapan pemuda itu sepertinya orang tua mereka hari ini bertemu untuk menentukan tanggal pernikahan.".


"Tidak hanya itu, melihat keadaan gadis ini sepertinya dia mati setelah di perkosa oleh para bandit.".


"Bandit biadab itu! Mereka benar benar memperkosa seorang gadis hingga mati di hadapan calon suaminya.".


Para murid sekte bambu Abadi mulai menjambak rambut mereka, mereka semua merasa kulit kepala mereka mati rasa.


Melihat nasib pemuda ini mereka benar benar tidak bisa menahan tangis.


Mereka bahkan tidak berani membayangkan bagaimana jika mereka berada di posisi pemuda tersebut.


Zhaolong yang kini telah tenang, mulai berdiri dengan menggendong tubuh Mitha dengan kedua tangannya seperti seorang pengantin.


Zhaolong merobek bajunya untuk menutupi tubuh Mitha yang sebelumnya tanpa sehelai kain.


Dengan perlahan Zhaolong membawa tubuh Mitha ke arah rumahnya, para murid sekte bambu abadi hanya bisa mengikuti Zhaolong dari belakang dengan tenang.


Sesampainya di rumah, Zhaolong melihat tubuh Ayah,Ibu,Ayah Mertua dan Ibu mertuanya tergeletak tak bernyawa di tanah dengan bersimbah darah.


Mungkin karena ia telah menerima fakta bahwa semua orang kesayangannya telah mati serta telah meluapkan emosi ketika melihat mayat kekasihnya, kini Zhaolong tidak lagi memiliki rasa pedih seperti sebelumnya.


Dengan perlahan, Zhaolong mengumpulkan kelima mayat tersebut.


Kemudian ia berjalan kebelakang rumah mencari cangkul dan mulai menggali beberapa lubang.


Para murid sekte yang memahami apa yang di lakukan Zhaolong, mulai membantu tanpa menimbulkan suara.


Karena bantuan para pembudidaya, lima makam berhasil di gali kurang dari seperempat jam.


Sebelum menguburkan mereka, Zhaolong mencium kening orang orang tersayangnya satu persatu.


Karena ia sadar, setelah lubang makam ini di tutup ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk memandang wajah orang yang ia sayangi apalagi bertemu.


Ketika makam telah di tutup, Zhaolong berdiri diam di depan makam.


Langit sore yang semula cerah mulai gelap tertutup oleh mendung, hujan perlahan turun dari langit. Para murid sekte bambu abadi mulai mencari tempat berteduh.


Hanya Zhaolong, Hong Yan, Mai Xin, dan Zuan yang masih berdiri di bawah hujan.


Ketiganya berdiri di belakang Zhaolong dengan tenang, entah apa yang mereka pikirkan.

__ADS_1


Yang pasti hati mereka saat ini terasa tersayat sayat hingga menjadi hancur berantakan.


Zhaolong yang memandang langit mulai mengingat hari hari hidupnya di dunia baru ini mulai dari lahir hingga saat ini usianya menginjak 18 tahun.


__ADS_2