Rintihan Seruling Dari Gunung Han.

Rintihan Seruling Dari Gunung Han.
Bab 7.


__ADS_3

Jika kedekatan Zhaolong dengan elemen air di gambarkan sebagai sepasang kekasih yang mabuk asmara, maka kedekatan tetua Gui dengan elemen kayu layaknya sepasang suami istri yang saling memahami tanpa menyembunyikan rahasia sekecil apapun.


Seluruh rambut tetua Gui yang semula berwarna putih kini menghitam secara perlahan, meskipun hanya beberapa helai.


Kerutan di wajahnya juga secara mengejutkan mulai memudar dengan lambat.


"Qi murni elemen kayu menjadi simbol vitalitas, jika tubuh anda di baptis oleh energi qi kayu selama beberapa waktu maka penampilan anda akan secara perlahan penuh vitalitas, Tetua Gui.".


"Ya, kau benar nak. Energi qi murni elemen kayu ini memang memiliki efek peremajaan meskipun lambat.".


Zhaolong yang ekspresi wajahnya tenang dengan pandangan kosong memandang ke arah tetua Gui yang memiliki temperamen tenang dengan senyum tegas di wajahnya, sorot mata tajam tetua Gui menambahkan kesan seperti seorang pria yang sangat bisa di andalkan.


Kedua orang yang di selimuti energi qi murni dengan warna putih dan hijau saling memandang berhadap hadapan.


Hong Yan yang memandang keduanya tidak bisa menyembunyikan ekspresi iri di wajahnya.


'Bah! Bahkan seorang pria berusia lebih dari 500 tahun kini terlihat tampan setelah mempelajari teknik ini!.


Apapun yang terjadi, saya akan meminta bimbingan junior Zhao sampai saya bisa mempelajari pernafasan dasar cabang elemen saya sendiri.'.


Ketiga murid wanita pelataran dalam juga memiliki sorot mata iri, mereka bertiga secara serempak memutuskan di dalam hati untuk mempelajari teknik pernafasan dasar cabang elemen mereka masing masing.


Mereka merindukan postur seperti apa yang akan mereka perlihatkan setelah memasuki kondisi pernafasan dasar, mereka berharap bahwa temperamen mereka akan menjadi sangat cantik.


"Baiklah nak, sekarang kau adalah murid dalam dari sekte Bambu Abadi. Para murid sekte pelataran dalam memiliki beberapa hak khusus.


Murid sekte dalam berhak menyembah seorang tetua sebagai guru untuk membimbing kultivasi maupun latihan bela dirinya, tidak seperti murid sekte luar yang hanya bisa mempelajari teknik lewat gulungan dan meraba raba sendiri.


Murid sekte dalam juga berhak memiliki bukit pribadi sebagai tempat tinggal yang dekat dengan gunung masternya.


Murid sekte dalam juga berhak membawa 5 orang murid luar untuk tinggal di bukit dan mengurus kebutuhan sehari harinya.".


"Tetua Gui, jika boleh.


Saya ingin menukar teknik pernafasan dasar dengan gunung pribadi untuk di tinggali.


Saya tidak memerlukan poin kontribusi sekte.".


Tetua Gui tidak menyangka permintaan Zhaolong begitu nyeleneh.


Apa bedanya gunung dan bukit kecuali luas dan ukurannya? Menukar sebuah teknik baru yang memiliki potensi untuk berkembang dengan sebuah gunung bukanlah kerugian bagi sekte.


Apakah pria kecil di depannya tidak menyukai ukuran bukit yang kecil?


Sepertinya pria kecil ini menyukai hal hal besar seperti gunung.


Perlu di ketahui bahwa hanya murid inti yang memiliki hak istimewa untuk memilih sebuah gunung sebagai tempat tinggal.


Itu karena semua murid inti adalah pengganti para tetua, mereka di budidayakan oleh guru mereka dan mengambil alih posisi gurunya kelak.


Jadi gunung yang mereka tempati akan menjadi tempat tinggal mereka hingga mati nanti.


Murid inti sekte Bambu Abadi sekarang memiliki jumlah kurang lebih 20 orang.


Usia mereka rata rata antara 40 hingga 50 tahun dan 1 tetua utama hanya boleh memiliki 1 murid inti.


Seperti master sekte, tetua balai hukum, tetua paviliun obat, tetua perpustakaan, tetua ruang harta, tetua master penempa senjata, tetua penjaga gerbang, tetua pengadilan luar, tetua penjaga sekte, tetua penjaga tanaman obat, tetua master rune dan masih banyak lagi.


Sedangkan murid pelataran dalam sekte bambu abadi memiliki jumlah kurang lebih 50 orang murid.


Dengan wajah tegas yang memiliki senyuman, tetua Gui menjawab permintaan Zhaolong tanpa ragu.


"Baiklah, permintaanmu akan orang tua ini sampaikan kepada master sekte.


Tentang siapa yang akan menjadi mastermu itu akan kami putuskan setelah para tetua mengadakan pertemuan untuk berunding.


Sekarang biarkan Hong Yan mengantarmu ke paviliun murid sekte untuk mengambil identitas murid beserta jubah murid pelataran dalam.".


"Terima kasih tetua, kalau begitu junior mohon pamit undur diri.".


Para murid sekte dalam mulai mengucapkan salam sebelum meninggalkan paviliun penjaga gerbang.


Awalnya Zhaolong ingin pergi sendiri menuju paviliun murid sekte, tapi Hong Yan mengikutinya meskipun sudah Zhaolong tolak karena tidak perlu merepotkan orang lain.


Hanya saja Hong Yan selalu memaksa untuk ikut dengan alasan ingin meminta nasihat teknik pernafasan dasar.


Sedangkan ketiga gadis dari pelataran dalam juga mengikuti keduanya dari belakang.

__ADS_1


Bagi ketiganya Zhaolong adalah sosok tidak nyata seperti karakter yang keluar dari novel, ketiganya tentu sangat ingin tahu gunung mana yang akan Zhaolong pilih untuk di tempati dari ratusan gunung yang berada di sekitar sekte.


Jika gunung yang Zhaolong pilih dekat dengan bukit yang mereka tinggali, maka bukan tidak mungkin untuk menjalin hubungan lebih dekat.


Gadis mana yang tidak tertarik memiliki hubungan dengan pria populer, terlebih ketiganya menyaksikan dengan kepala mata sendiri kejeniusan Zhaolong.


Jika mereka dapat membawa Zhaolong pulang sebagai menantu kerajaan, bukankah kerajaan mereka akan makmur?.


Setelah kelimanya berputar putar di sekitar sekte, mereka akhirnya berhenti di sebuah kaki gunung yang berada di timur sekte.


"Saudara Hong Yan, apa nama gunung ini?.".


Hong Yan melihat gunung yang di tunjuk oleh Zhaolong memiliki pepohonan buah persik dengan daun warna merah muda yang membedakan dengan pegunungan lainnya.


"Gunung ini, biasa di sebut Gunung Han. Ribuan tahun yang lalu, seorang tetua yang akrab di panggil tetua Han tinggal di gunung ini.


Alasan banyaknya pohon persik yang di tanam di gunung ini karena setelah kematian istrinya, tetua Han menanam puluhan pohon persik untuk mengenang istrinya yang sangat menyukai buah persik.


Di katakan bahwa setiap kali bangun tidur, tetua Han akan memanggil nama istrinya.


Berharap dapat melihat istrinya yang sudah meninggal hidup kembali dan bermain main di bawah pohon persik yang ia tanam.".


Zhaolong yang mendengar kisah yang Hong Yan ceritakan hanya bisa mendesah dan menggelengkan kepalanya.


"Tetua Han ini, sungguh menyedihkan.".


Mendengar nada berbicara Zhaolong yang sepertinya meledek tetua Han, keempatnya hampir terjungkal ketika berjalan.


Terlebih Hong Yan yang telah melihat penampilan menyedihkan Zhaolong satu tahun yang lalu.


"Mitha!?.".


Mendengar Hong Yan memanggil nama orang terpenting di dalam hatinya, ekspresi Zhaolong yang semula tenang langsung berubah dalam sekejap dengan ekspresi penuh kesedihan.


Bahkan Zhaolong memandang sekelilingnya seperti mencari seseorang.


"Mitha? Di mana Mitha!!!?.".


Bibir ke empat orang itu berkedut.


'Bung, apa maksud anda mengatakan tetua Han menyedihkan dengan nada penuh sarkasme?


Nasib anda bahkan ribuan kali lebih menyedihkan dari tetua Han! Apa yang membuatmu berfikir kehidupan tetua Han itu lebih menyedihkan dari kehidupanmu? Dari mana anda mendapatkan kesombongan itu?! Lelucon!.'.


Hong Yan hanya bisa mengumpat di dalam hati, dia tidak akan mengutuk Zhaolong secara terang terangan atau dia tidak akan bisa mempelajari teknik yang begitu tampan yang Zhaolong ciptakan.


Kelimanya mulai menuju puncak gunung Han dan menemukan sebuah vila kuno berlantai 3 yang berdiri kokoh di atas pegunungan tersebut.


Halaman vila telah di penuhi semak belukar, bahkan kolam yang seharusnya menjadi tempat bersantai telah di tumbuhi oleh banyak tanaman liar.


Hong Yan dan ketiga gadis yang mengikuti Zhaolong mulai memanggil murid sekte luar yang menjadi pengurus kebutuhan sehari hari mereka.


Dengan banyaknya orang yang membantu, membersihkan vila tua itu hanya membutuhkan waktu beberapa jam.


Ketika Zhaolong dan yang lainnya sedang membersihkan Vila, tetua Gui kini telah berada di sebuah ruangan besar yang memiliki banyak kursi.


Seorang pria tua dengan jenggot dan rambut putih panjang mengelus jenggotnya ketika memandang tetua Gui.


"Jadi maksud anda, anak itu hanya menginginkan gunung sebagai tempat tinggal?.".


"Benar Master sekte, itulah satu satunya permintaan bocah Zhao.".


"Gunung mana yang anak itu pilih tetua Gui?.".


Tetua Gui mulai mengedarkan kesadaran spiritualnya dan menangkap nafas Zhaolong yang berada di puncak gunung Han.


Tetua Gui yang mengetahui pilihan Zhaolong hanya bisa tersenyum kecut.


"Sepertiya itu gunung Han, master sekte.".


Para tetua yang mendengar jawaban tetua Gui saling memandang dengan seyum masam.


Alasan kenapa gunung Han tidak di tinggali selama ribuan tahun terakhir adalah karena sebelum tetua Han menempati gunung tersebut, gunung itu sudah beberapa kali berganti master yang menempatinya.


Dan semua tetua yang menempati gunung itu akan kehilangan orang yang mereka cintai.


Semua gunung dan perbukitan yang berada di wilayah sekte Bambu Abadi berasal dari tempat yang berbeda beda.

__ADS_1


Master sekte Bambu Abadi generasi pertama bersama tetua yang se era dengannya memindahkan gunung dan bukit untuk membangun sekte Bambu Abadi.


Dan di dalam gulungan sekte yang turun dari generasi ke generasi, master sekte generasi pertama menyatakan membawa gunung itu dari reruntuhan sekte abadi yang telah bubar setelah pecahnya perang saudara di dalam sekte tersebut.


Dalam gulungan sekte juga ada beberapa catatan yang mencatat setiap tragedi para tetua yang menempati gunung Han.


Tidak ada perbedaan tentang musibah yang di alami oleh para tetua sekte, semuanya mengalami musibah yang sama kehilangan orang yang paling mereka cintai.


"Tapi bukankah pria kecil ini telah kehilangan orang yang paling dia cintai? Bukankah kutukan itu akan menjadi tidak valid?.".


Tetua Gui bertanya kepada para tetua yang berada di dalam ruangan, para tetua mulai berpikir dan mengangguk satu persatu.


"Masuk akal, mungkin pria kecil ini bisa merubah nasib gunung Han.".


"Yah, semoga saja. Bagaimanapun juga gunung Han adalah saksi bisu sejarah sekte kita.".


Master sekte yang merasa apa yang mereka diskusikan telah selesai mulai mengetuk jarinya di kursi untuk menarik perhatian para tetua.


"Karena apa yang perlu di bahas telah di bahas dan mendapatkan jalan keluar, sekarang pertemuan ini telah selesai.


Para tetua di persilahkan untuk kembali ke gunung masing masing dan mengerjakan tanggung jawab mereka.".


"Mohon undur diri, Master Sekte.".


Para tetua berbicara secara serempak


sebelum membalikan badan dan pergi dengan cepat.


Master sekte Bambu Abadi hanya bisa mendesah panjang.


'Para kambing Tua ini paling membenci masalah, mereka semakin suka bermalas malasan.'.


Di antara para tetua sekte, seorang gadis yang terlihat berusia 25 tahunan terbang ke arah gunung Han.


Gadis ini adalah Yu Xian Er, tetua sekte termuda di dalam sekte Bambu Abadi pada periode ini.


Yu Xian Er mampu menjadi tetua sekte pada usia sebelum menginjak kepala tiga dan basis kultivasinya telah mencapai alam memadatkan dao.


Tahap kultivasinya sama dengan monster tua berusia 500 tahun seperti tetua Gui, meskipun Yu Xian er berada di tingkat awal sedangkan tetua Gui berada di tingkat akhir dan hanya butuh selangkah untuk naik ke alam kelahiran kembali.


Sedangkan master sekte Bambu Abadi berada pada tahap penguasa domain, alam di atas kelahiran kembali.


Mendapatkan perintah untuk mengasuh 1 lagi murid dalam membuat Yu Xian Er sedikit tidak senang.


Yu Xian Er sudah membimbing 7 murid gadis dari pelataran dalam.


Sebelumnya dia dengan keras menolak untuk menjadi master Zhaolong karena Zhaolong adalah seorang laki laki.


Sebagai jenius yang berhasil memasuki alam pengembangan dao sebelum usia 30 tahun, Yu Xian Er yang terkenal jenius dan cantik tidak terlalu menyukai berinteraksi dengan para lawan jenis setelah di lamar oleh ribuan pria yang membuatnya sakit kepala.


Karena tatapan pria ketika memandangnya hanya akan menghasilkan 2 ekspresi, ekspresi kagum yang berujung permintaan untuk meminangnya atau tatapan cabul yang terlihat seakan akan ingin mengunyah tubuhnya.


Itu membuat Yu Xian Er tidak percaya pada pria, baginya semua pria sama saja memandang kecantikan dan bentuk tubuh.


Tidak ada pria yang tulus menurut Yu Xian Er.


Para kambing tua yang telah menjadi tetua selama ratusan tahun mulai malas mengerjakan tanggung jawab mereka.


Akhirnya dengan dalih Yu Xian Er adalah jenius di era ini maka dia harus mengambil seorang jenius juga, terlebih keduanya sama sama menggunakan pedang panjang.


Di bingkai oleh puluhan kambing tua yang kehilangan semangat bekerja, Yu Xian Er akhirnya kalah telak.


Setelah terbang menggunakan pedang selama beberapa waktu, Yu Xian Er akhirnya sampai di puncak gunung Han.


Vila gunung Han kini terlihat bersih setelah di tata ulang oleh para murid, kolam yang semula penuh tanaman liar kini tampak indah dengan sebatang pohon persik yang mengelilingi kolam.


Meskipun Yu Xian Er seorang tetua, selama ini ia belum pernah mengunjungi gunung Han karena dia tidak pernah merasa sebosan itu hingga menyusuri gunung secara acak.


Setelah memasuki vila, Yu Xian Er melihat seorang pria muda duduk dengan posisi lotus di ruang tengah vila.


Pemuda itu tampak memejamkan matanya dan seluruh tubuhnya di liputi energi qi murni beratribut air yang secara perlahan membentuk kabut berwarna putih.


"Apakah ada yang bisa saya bantu, senior?.".


Melihat pemuda di hadapannya sudah menemukan dirinya dan bertanya tanpa basa basi membuat Yu Xian Er sangat marah karena pemuda itu bertanya bahkan tanpa membuka kelopak matanya! Pemuda itu masih memejamkan mata seakan tidak perduli dengan kedatangannya.


Dia adalah Yu Xian Er, jenius yang memasuki alam memadatkan dao ketika berumur 30 tahun!

__ADS_1


Sudah lama semenjak dia menjadi tetua dan ada murid yang begitu lancang kepadanya.


Hati Yu Xian Er yang memiliki gelar seorang jenius tidak bisa menerimanya.


__ADS_2