Rintik Luka

Rintik Luka
Flashback


__ADS_3

flashback on


Dimulai dari bagaimana kisah Azka dan Aira bisa terjadi. Si miskin dan si kaya bersatu di dalam bahtera rumah tangga. Yang mana untuk kaum old money, menikah dengan yang tak sesuai kasta atau setidaknya jelas bibit-bobot-bebet nya, tidak mungkin terjadi. Bagaimanapun, sebagai orang yang terpandang, sebisa mungkin garis keturunan mereka adalah yang terbaik. Atau setidaknya yang mampu berguna untuk kelangsungan piramida ekonomi keluarga mereka. Dalam kata lain, simbiosis mutualisme.


Well, Azka dan Aira dulunya adalah sahabat semasa putih abu-abu. Azka yang dari keturunan keluarga hedon, semasa sekolah sangat pemilih dalam hal berteman. Alasannya karena hampir semua teman yang mendekatinya adalah orang-orang yang tidak tulus berteman dengannya.


Sampai pada akhirnya, Azka bertemu dengan Aira di kelas 11 tepat pada saat pengumuman kelas baru. Kebetulan, Azka dan Aira sekelas serta duduk sebangku. Awal-awal perkenalan, Azka menutup diri pada teman sebangkunya. Dan Aira yang juga orangnya cuek, masa bodo, tidak terlalu mempermasalahkan itu. Walaupun seperti itu, Aira tetap mengajak Azka berbicara ataupun berdiskusi jika ada yang tak ia mengerti.


Memang terdengar ia juga memanfaatkan Azka, tapi ia berbeda dengan orang-orang yang Azka maksud. Aira hanya memanfaatkan dalam segi pengetahuan-ilmu, sedangkan teman-teman yang sebelumnya memanfaatkan seorang azka dalam segi ekonomi dan kepopuleran.


Maklumlah, Aira tipikal anak yang otaknya cukup mampet ketimbang teman-temannya yang lain. Ketika kesempatan ada di depan mata, Aira pergunakan dengan baik kegunaan teman sebangkunya. hahahha, Aira yang jahat.


Selang berjalannya hari, bulan, tahun, pertemanan mereka semakin baik. Azka sudah bisa membuka diri dan menerima Aira menjadi sahabatnya. Semua orang tahu mereka adalah sahabat yang layaknya prangko. Dimana ada azka, disitu ada Aira.


Diantara mereka tidak ada yang namanya confess, pernyataan cinta, jadian dan segala macam ***** bengeknya. Tidak ada. Jelas diantara mereka tidak ada yang ingin merusak persahabatan dengan yang namanya percintaan yang mana ujung-ujungnya adalah putus. Merusak persahabatan. Saling suka tapi tidak berani mengungkapkan.


Alasan Azka jatuh cinta pada Aira bukan karena kecantikan, kelembutan, kekayaan apalagi. Alasan ia jatuh cinta pada Aira karena alasan yang sederhana. Aira yang apa adanya, Aira yang pekerja keras, Aira yang mandiri dan Aira yang selalu menampakkan kedua lesung pipinya pada saat tersenyum.


Secara garis besar, Azka jatuh cinta pada Aira karena kesederhanaan wanita itu.


Azka menjaga rasanya dan dipendam. Setelah lulus sekolah menengah atas, Azka melanjutkan pendidikannya di kampus bergengsi di luar negeri. Managemen bisnis. Sedangkan Aira, memilih tak melanjutkan ke bangku kuliah. Dapat uang dari mana ia untuk bersekolah tinggi seperti teman-temannya yang lain. Untuk biaya hidup saja ia kepayahan.

__ADS_1


Bukannya Aira tak mau berusaha, tapi memilih bekerja adalah win win solution untuk keluarga kecilnya. Ia bisa membantu mencukupi kebutuhan mereka, biaya sekolah adiknya yang juga tidak sedikit, ditambah biaya pembayaran untuk utang mereka di beberapa tetangga.


Kasihan rasanya jika nenek yang sudah tua dan renta masih harus memikul sayur-sayuran ke pasar dan menjualnya sampai siang tiba.


Aira dan Azka sibuk pada urusan masing-masing. Masih saling menghubungi, walaupun tak se-intens dulu.


Hingga pada satu waktu mereka kembali dipertemukan. Lebih tepatnya, Azka yang datang dan mencarinya. Azka tak ingin lagi memendam rasanya yang sudah menggunung pada Aira. Azka mencintai Aira sedekat nadi. Sejauh jarak ke bulan dan kembali lagi.


Namun jalannya untuk mendapatkan Aira tak semudah itu. Aira berusaha untuk realistis walaupun hati rasa tertarik akan ajakan Azka untuk meminangnya. Bagaimanapun, mereka ibarat bumi dan bulan. Ibarat upik dan abu. Ia merasa tak pantas untuk bersanding dengan sang Arjuna.


Azka si pejuang tangguh, tak mundur akan sikap Aira. Ia malah semakin semangat untuk mengejar cintanya dan meyakinkan Aira untuk menerima pinangannya. Dan berkat kegigihan itu, Aira akhirnya menerima pinangan Azka.


Namun ceritanya belum selesai sampai disitu. Masih ada Mami dan beberapa sanak saudara dari Azka yang jelas-jelas menentang rencana baik, Azka.


"Masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari Aira yang jelas bibit-bebet-bobotnya. dan yqng paling penting, setara dengan keluarga kita, Nak!" itu adalah penentangan yang terang-terangan Maminya katakan di depan dirinya dan juga Aira.


Aira hanya bisa memilin jemarinya di pangkuan. Berusaha menahan sesak di dada atas kebenaran yang orangtua Azka katakan. Aira ibarat semut kecil diantara para gajah yang mengelilinginya.


"Tapi Azka maunya Aira, Mi! Azka tidak perduli dengan semua standar calon mantu yang Mami katakan. Azka terima semua keadaan Aira, Mi. Karena yang akan menjalani bahtera rumah tangga itu, azka. Bukan Mami!"


Untuk pertama kali dalam hidup Azka, lelaki itu akhirnya menentang perkataan dari keluarganya. Maafkan dirinya yang sudah durhaka seperti ini.

__ADS_1


Apa yang Azka katakan sukses membungkam Mami nya dan terdiam menatapnya dengan amarah yang kentara. Tak terima dengan kemauan anaknya. Selama ini anaknya sangat penurut padanya. Di depannya ini bukan Azka nya. Azka anaknya adalah anak yang selalu menuruti segala ucapannya. Dipanginya Aira dengan kebencian.


"Azka mohon, kali ini aja... biarkan Azka setidaknya tidak disetir sama Mami. Biarkan Azka mendapat satu kali saja kesempatan untuk memilih. Selama ini Azka sudah menuruti semua permintaan Mami. Apapun itu. Tapi Azka mohon, restui Aska menikahi Aira, Mi!"


Terjadi jeda cukup lama di ruang tamu malam itu sampai pada akhirnya, "Kalau itu mau kamu, jangan salahkan Mami jika suatu hari nanti kamu menyesal telah menikahi, Aira!" Setelah mengatakan itu, Mami pergi dari sana kembali ke kamarnya tanpa menatap dua pasang anak manusia yang berharap pada pilihan mereka.


Papi yang sedari tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara dan memberikan restu pada anaknya. Hanya dengan anggukan pada sentuhan terakhir kalimatnya, mampu membuat Azka tersenyum lebar dan menggenggam tangan Aira semakin erat.


Pernikahan pun terlaksana tiga bulan kemudian. Setelah melalui banyak proses, mereka berdua akhirnya disatukan dalam bahtera rumah tangga. Azka yang kaku dan tertutup, menyingkap semua sifatnya setelah menikah. Menjadi lelaki yang penyayang, menatap penuh cinta, tulus dan bertanggungjawab.


Pernikahan yang adem ayem, saling terbuka, penuh cinta.


Tapi ternyata, Aira terbuai pada air yang sangat tenang. Karena sebuah malapetaka sedang mengintai di balik air yang tenang.


dan cerai adalah kata akhir dari pernikahan mereka....


🌧️🌧️🌧️🌧️🌧️


happy reading. I wish, suatu saat jika ada yang membaca novel ini, jangan lupa untuk like dan komen sebagai bahan acuan author dalam hal penulisan.


Love you reader sekebon❤️❤️

__ADS_1


Novel By_me LM


__ADS_2