salahkah menjadi janda?

salahkah menjadi janda?
Heboh


__ADS_3

"nak.. tuan dan nyonya prima merencanakan bahwa putranya akan menikahimu dalam waktu dua Minggu kedepan.."


kata - kata dari nyonya Brahata masih tergiang ditelinga Lula..


ia harus menyiapkan mental agar tetap waras menjalani hidup..


Lula berangkat kerja menggunakan jasa ojol dikarenakan selama ini ia tidak mempunyai keberanian untuk mengendarai sepeda motor atau mobil karena trauma yang masih dialaminya ..


disaat usianya 13 tahun, Lula sempat mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga kejadian tersebut masih tersimpan didalam memorinya ..


sang ojol pun tiba lalu mereka berangkat menuju tempat tujuannya..


Lula tetap bersikap biasa saja tidak terlihat seperti orang yang akan menikah..


sekitar pukul 11.00 pagi sebelum jam istirahat siang..


tok.. tok.. tok..


"iya, masuk.."


sahut Bu Melisa dari dalam ruangan


"permisi Bu, mohon maaf mengganggu waktunya.."


"tidak apa - apa Lula.. duduklah.."


untuk saat ini Lula sedang berada didalam diruangan ibu Melisa yang merupakan Manager ditempatnya bekerja..


"saya ingin mengajukan cuti Bu .." ucap Lula sambil menyodorkan map yang dibawanya dari meja kerjanya..


"cuti apa tu la..?"


tanya Bu Melisa sambil membaca surat pengajuan cuti yang diajukan Lula..

__ADS_1


"waaahhh.. kamu mau nikah la? secepat itu?"


tanya Bu Melisa seolah tidak percaya dengan apa yang dibacanya..


"iya Bu, saya akan menikah.. mohon kiranya ibu dapat mengapprove cuti saya dan untuk undangan nanti akan saya kirimkan Bu.."


"sebentar deh, ibu mau tanya sesuatu sama kamu.."


"apa itu Bu?"


"kamu yakin ingin menikah diusia yang masih sangat muda ini la?"


selidik Bu Melisa sambil menatap bola mata Lula


seolah mendapat pertanyaan akan keraguan keputusannya Lula pun mantap untuk menjawab..


"iya Bu, insyaallah.."


sadar dirinya mendapat serangan melalui pertanyaan dari sang atasan, Lula pun memilih menjawab dengan santai dan tersenyum..


"doakan saja Bu, semoga kekal hingga akhir hayat .."


merasa Lula menutup akses untuk kehidupan pribadinya Bu Melisa pun hanya bisa menghela nafas panjang...


"hhhhmmmm.... oke lah la.. semoga bahagia dan kekal ya la.."


Lula akhirnya keluar dari ruangan Bu Melisa dan kembali ke meja kerjanya..


"ehemmm... yang mau nikah... auranya beda..."


goda Ratna rekan sebelah meja Lula sambil tertawa..


"ikh, kamu mah.."

__ADS_1


"udah siap lahir batin belum? nikah ibadah seumur hidup tau.."


"insyaallah.."


hanya itu jawaban yang dapat dijawab oleh Lula pada Ratna..


tak butuh waktu lama, kabar mengenai pernikahan Lula tersebar di seluruh area kerjanya tak sedikit pula yang usil dan ingin tahu mengenai kabar tersebut..


"insyaallah.."


jawab Lula seraya tersenyum jika ada yang bertanya mengenai kabar pernikahannya yang akan diakan dalam dua Minggu kedepan..


di lain ruangan ..


"ris, Lula mau nikah.. udah tau belum?" tanya Riko pada Aris


"udah.."


jawab Aris santai..


"lah, enggak sedih gitu? bukannya Lo cinta sama Lula?"


selidik Riko


"ko, tidak semua apa yang kita mau akan berjalan sesuai rencana kita kan.. jika memang pernikahan ini yang terbaik buat dia kenapa tidak?.. sebagai sahabat apapun keputusan yang dia ambil akan gue dukung sepenuh hati gue.."


"tapi Lo cinta kan sama dia?"


"jika semua rasa cinta harus diwujudkan dengan memiliki apa yang kita cintai bukankah itu termasuk sifat angkuh? tuhan maha mengetahui dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh umatnya.. jika memang sudah ditakdirkan oleh tuhan, bagaimanapun keras dan tajam perjalanannya pasti tetap akan bersatu.. sebaliknya, jika memang bukan ditakdirkan sekuat apapun dipertahankan akan tetap berpisah juga kan? sudahlah.. kita doakan saja yang terbaik"


Riko hanya bisa menganggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan Aris..


Riko paham, Aris mencoba untuk berdamai dengan takdir yang seolah sedang mempermainkan hidup temannya tersebut..

__ADS_1


__ADS_2