salahkah menjadi janda?

salahkah menjadi janda?
Permainan dimulai


__ADS_3

***


setelah acara pernikahan selesai Lula beserta keluarganya kembali ke kediaman tuan brahata sedangkan tuan prima beserta keluarganya juga mengikuti..


Lula yang satu mobil dengan Rian hanya diam dan Rian pun melakukan hal yang sama..


tidak ada pembicaraan hingga mereka sampai dirumah tuan brahata..


Lula membuka pintu mobilnya setelah mobil yang dikendarai oleh Rian sudah sampai digarasi rumah orangtuanya..


tuan brahata dan istrinya sedang duduk diruang keluarga bersama tuan prima dan istrinya dengan mengenakan pakaian santai..


"aku senang loh, kita sudah jadi besan.."


ujar tuan prima bahagia


"iya.. Alhamdulillah.."


jawab tuan brahata sekenanya..


tak lama Lula dan Rian pun ikut duduk diruang keluarga setelah berganti baju dengan baju santainya..


"ini dia.. pengantin barunya udah datang.." sahut istri tuan prima bahagia


Lula hanya tersenyum seadanya..


***

__ADS_1


kembali beberapa waktu yang lalu..


setibanya Lula dan Rian dirumah tuan brahata, Lula langsung beranjak menuju kamarnya..


setibanya didalam kamar..


"dik.. ada yang mau mas bahas.."


"apa mas?" tanya Lula sambil melihat suaminya itu melalui cermin meja riasnya karena Lula sedang duduk dikursi meja rias didalam kamarnya..


"sini.. kamu duduk dulu disini.." ucap Rian sambil menepuk tempat disampingnya karena ia sedang duduk di ranjang tidur Lula


Lula pun menghampiri suaminya tersebut ..


"dik.. mas mohon maaf kalau mas bersikap tidak adil padamu.. jujur, mas juga mencoba untuk membuka hati untukmu dan menerimamu sebagai istri mas.. mas akan berusaha sebaik mungkin.."


hati Lula sakit setelah mendengar perkataan suaminya tersebut..


bagaimana tidak, baru beberapa jam yang lalu orang yang mengambil sumpah dihadapan agama dan keluarganya mengatakan hal sepahit ini..


tapi, Lula cukup mengagumi kejujuran suaminya tersebut..


"mas tidak usah khawatir, kita akan bersikap seperti layaknya suami istri didepan keluarga kita saja"


"iya kamu benar.. terimakasih sudah mengerti"


kembali ke ruang keluarga di kediaman tuan brahata..

__ADS_1


"Rian.. saya sudah memberikan putri saya kepadamu, tolong jaga dia seperti saya menjaga dia.. jangan sakiti dia.. jika suatu hari nanti kamu tidak menyukainya jangan pernah mengatakan pada dirinya, bicaralah pada saya.. biar saya yang menjemput anak saya kembali kerumah saya.."


tuan prima, istrinya, dan juga Rian cukup terkejut mendengar perkataan tuan brahata terlebih lagi istrinya dan juga Lula


mereka menatap tuan brahata seolah tidak percaya setelah mendengar perkataan tuan brahata tersebut ..


raut wajah Rian mendadak menjadi pucat pasi seperti orang yang ketahuan sedang menyembunyikan sesuatu..


sementara Lula dan nyonya Brahata tampak berkaca - kaca menatap tuan brahata..


tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Rian.. lidahnya kelu hingga tidak terdengar suara menelan air liur didalam mulutnya..


"apa yang kamu bicarakan, putraku tidak akan seburuk itu brahata.."


ujar tuan prima sambil sedikit tertawa berusaha mencairkan suasana..


"aku hanya tidak ingin putriku merasakan sakit prim.."


"aku jamin putraku tidak akan menyakiti putrimu brahata.. percayalah..."


tuan brahata mencoba untuk mempercayai ucapan tuan prima begitu juga dengan nyonya Brahata..


namun tuan dan nyonya prima meyakinkan mereka dengan kesungguhan..


sementara Lula hanya mencoba untuk tersenyum manis, dihatinya sedang menertawai kebodohannya sendiri..


setelah percakapannya dengan Rian dikamarnya ia tidak mempunyai harapan untuk rumah tangganya..

__ADS_1


ia hanya mencoba untuk mengikuti alur dan bersikap sebaik mungkin sebagai istri maupun sebagai menantu untuk keluarga prima..


__ADS_2