salahkah menjadi janda?

salahkah menjadi janda?
menyerah


__ADS_3

mendengar pernyataan putrinya, tuan dan nyonya Brahata hanya bisa terdiam..


tampak kegusaran dalam raut wajah nyonya Brahata, namun sebisa mungkin ditutupi oleh senyumannya. ia takut, jika itu terlihat oleh putrinya maka putrinya akan goyah dalam mengambil keputusan..


"ehem.. istirahatlah dulu nak, sudah malam.. tidak baik untukmu jika harus memikirkan apa yang tidak perlu.." tutur tuan brahata


jika ucapannya, terdengar dalam dan mengalah tidak dengan hatinya..


tuan brahata tahu betul, jika sang putri sudah membuat keputusan maka akan sulit untuk merubahnya..


iya, itulah kekurangan sifat putrinya. Lula memiliki watak yang berpendirian teguh jika sudah memilih maka akan sulit untuk mengubah pilihannya..


"ayah.. pertimbangkanlah keputusan Lula.. Lula tidak ingin ayah dan bunda mengalami kesusahan dimasa depan.. biarlah Lula ikut membantu, sekiranya ayah dan bunda mengizinkan.. restuilah pernikahan ini yah.. untuk Lula, pasangan yang ayah pilihkan adalah yang terbaik untuk putri kesayangan ayah.. bagaimanapun rupanya, pekerjaannya, sifatnya Lula akan berusaha menjadi istri yang baik untuknya.." ujar Lula berusaha mengalah agar keluarganya tidak mengalami kesulitan..


"tidurlah nak... akan ayah dan bunda pikirkan..." ucap tuan brahata


tak lama waktu berlalu, fajar telah tiba dan Lula sudah diperbolehkan pulang kerumah dengan syarat harus meminum obat tepat waktu, menghindari stres, dan menjaga pola makan ..

__ADS_1


"terimakasih dokter, selamat siang.." Lula mengucapkan terimakasih kepada dokter yang telah memeriksakan kondisinya dan memperbolehkannya untuk pulang kerumah..


"Bun.. handphone Lula ada dimana?" tanya Lula yang sudah duduk dikursi belakang mobil tuan brahata..


"dirumah nak.. kemarin tidak bunda bawa.. ayah dan bunda sangat kalut melihat kondisimu nak, maka kami bergegas membawamu kerumah sakit" jawab nyonya brahata..


"hhmm.. iya Bun, pasti banyak telepon masuk dan juga pesan mengenai pekerjaan Lula Bun.." keluh Lula


tuan brahata tersenyum melihat keluhan putri kesayangannya melalui kaca yang ada diatasnya..


didalam hati tuan brahata, sangat kejamlah dirinya.. menukar putri kandungnya dengan harta yang bahkan belum tentu orang lain akan melakukan hal keji seperti dirinya kepada anaknya sendiri..


lain halnya dengan nyonya Brahata, wanita tersebut berusaha menutupi kerapuhan hatinya dikarenakan kekecewaan terhadap perbuatan suaminya itu..


bagaimana tidak, sang suami tidak mendiskusikan terlebih dahulu mengenai rencana peminjaman dana untuk menghindari kebangkrutan dengan imbalan menikahkan putrinya dengan anak dari rekan bisnisnya tersebut..


ingin marah, teriak, namun nyonya Brahata sadar jika apa yang sudah terjadi merupakan suatu bentuk kegagalannya dalam menjalani peran sebagai istri dan juga ibu bagi putri kesayangannya itu..

__ADS_1


kekecewaan yang dialaminya, tertutup rapat oleh sikapnya yang berusaha mengatakan semua akan baik - baik saja..


akan ada pelangi setelah hujan, bukankah begitu?


sesampainya dirumah, Lula langsung melangkahkan kakinya menuju kamar dan memeriksa handphone nya tersebut..


saat malam..


keluarga tuan brahata duduk dimeja makan untuk menikmati makan malam bersama.. setelah makan malam, Lula mengajak ayah dan bundanya untuk mendiskusikan rencana pernikahannya diruang keluarga..


Lula menarik nafas dalam dan menghembuskannya sebelum berbicara dengan tuan dan nyonya Brahata..


"ayah.. bunda.. bagaimana dengan pernyataan Lula semalam?" tanya Lula sembari melihat kearah ayah dan bundanya secara bergantian..


"maafkan ayah nak.. tapi.."


"tidak ada tapi - tapian yah.. Lula sudah ikhlas menerimanya.." sergah Lula saat tuan brahata ingin melanjutkan ucapannya..

__ADS_1


"baiklah, besok saat ayah meeting bersama tuan prima ayah akan mengatur pertemuan mu dengan putranya nak.." ujar tuan brahata dengan berat namun berusaha untuk mendamaikan kecamuk yang ada dibatinnya sendiri..


"baik ayah... Lula pamit istirahat dikamar ya yah.. Bun.. selamat malam" ujar Lula lalu mencium punggung tangan kedua orang tuanya hingga akhirnya Lula benar - benar menghilang dari pandangan mereka ..


__ADS_2