salahkah menjadi janda?

salahkah menjadi janda?
Penentuan tanggal


__ADS_3

sekembalinya Lula dan Aris dari tempat makan siangnya menuju kantor tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut dua manusia yang saling mencinta namun tak pernah diungkapkan..


setelah Aris memarkirkan motornya..


"udah, yang mau nikah jangan manyun Mulu.. jelek tau.." Aris seolah mencoba mencairkan suasana dengan mamerkan tingkah konyolnya..


tak pelak, Lula pun tertawa atas sikap sahabatnya tersebut..


sampailah mereka kedalam kantor..


"kerjanya yang fokus neng .."


Aris menyemangati Lula dengan tersenyum..


Lula berpikir, betapa beruntungnya ia memiliki sahabat yang dapat menjadi tempat curhatnya disaat ini..


tanpa ia ketahui, bahwa pada saat yang bersamaan ketika Aris sedang menyemangatinya, Aris juga berusaha untuk menyemangati diri sendiri agar tetap dalam keadaan normal sehingga tidak disadari oleh Lula bahwa ia sedang terluka..


saat jam kerja sudah usai..


Lula berjalan menuju pintu keluar karyawan sambil melihat kesana kemari dimana sosok sahabatnya itu..


"La.. Aris hari ini lembur gantiin aku.." ucap salah seorang teman seruangan Aris ketika melihat Lula kebingungan berjalan sambil melihat kesana kemari ..


"makasih yaa.." jawab Lula sekedarnya lalu sampailah dirinya diluar bangunan itu dan menghampiri ojol yang telah dipesannya..


sang ojolpun mengantarkan Lula ke kediamannya..


"terimakasih ya pak... kembaliannya buat bapak aja..."

__ADS_1


"terimakasih ya neng..." ujar sang ojol tersenyum senang karena Lula telah membayar dengan jumlah yang lebih besar dari nilai yang tertera diaplikasi ojol tersebut ..


Lula tidak menjawab, hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya kepada sang ojol lalu melangkah menuju rumahnya..


ceklek ..


begitu pintu dibuka....


"kamu udah pulang nak .. salam dulu sama calon mertuamu.." terdengar suara nyonya Brahata memberikan perintah kepada Lula dikarenakan saat ini dikediamannya sedang ada tuan dan nyonya prima yang berdiskusi mengenai tanggal pernikahan putra dan putri mereka..


Lula pun tersenyum lalu melaksanakan perintah bunda tercintanya..


setelah menyalami kedua calon mertuanya, Lula izin untuk masuk kedalam kamarnya..


Lelah..


itulah yang sedang Lula rasakan..


saat makan malam...


"nak.. tuan dan nyonya prima merencanakan bahwa putranya akan menikahimu dalam waktu dua Minggu kedepan.."


"apa??!"


begitu terkejutnya Lula, sampai - sampai ia hanya mampu menggenggam sendok dan garpu di tangannya dengan gemetar..


"Lula.. jika kamu tidak ingin menikahi Rian, katakanlah nak saat ini.. agar bunda memberikan pengertian kepada nyonya prima nak.." ujar nyonya Brahata dengan suara sedikit bergetar..


"insyaallah Lula siap Bun.. yah.."

__ADS_1


hanya itu yang mampu ia ucapkan..


mereka pun melanjutkan makannya tanpa ada yang mencoba untuk berbicara antara satu sama salin..


setelah siap makan, Lula izin untuk kekamar..


tuan dan nyonya Brahata hanya mampu menatap punggung anaknya yang menjauh dari pandangannya..


tanpa diketahui oleh Lula..


dikamar tuan dan nyonya Brahata...


"kenapa yah, ayah melakukan semua hal bodoh ini tanpa mencari jalan keluarnya bersama bunda?!" tanya nyonya Brahata kepada suaminya sambil meneteskan air matanya yang tidak dapat dibendungnya...


"maafkan ayah Bun.. ayah khilaf.."


"khilaf boleh yah, jangan jadikan anak sebagai tumbalnya.. Lula anak kita yah, anak kandung kita.. ayah tega membiarkan dia hidup dan tinggal bersama laki - laki yang bahkan kita sendiri tidak tahu seperti apa perilakunya!!" tanya nyonya Brahata dengan pandangan berapi - api menahan amarah..


"selama ini, setiap ayah mengambil keputusan selama itu tidak merugikan apakah pernah bunda melarangnya yah? sekarang anak kita yang ayah jadikan alat untuk membantu bisnis ayah apakah itu wajar yah? sebagai orang tua, kita lah yang harus berkorban hingga titik terakhir demi melindungi harga diri dan martabat keluarga kita yah.. bukan anak kita yang harus melakukan pengorbanan ini!!"


"entah setan apa yang merasuki ayah sehingga ayah menjerumuskan kebahagiaan dan masa depan anak ayah sendiri!"


"lihatlah yah.. jika suatu saat putri kita disakiti oleh laki - laki yang ayah jadikan menantu tanpa izin dari bunda ayah akan melihat akibatnya yah.."


setelah meluapkan emosi yang selama ini terpendam pada suaminya, nyonya Brahata meninggalkan kamarnya.. lalu, memilih untuk tidur sementara dikamar tamu..


kekecewaan yang dirasakan oleh nyonya Brahata yang disebabkan oleh tuan brahata sudah tidak dapat dikendalikannya..


tanpa berpikir panjang, demi bisnis agar terus berjalan tuan brahata menukar putrinya dengan sejumlah suntikan dana dari rekannya..

__ADS_1


betapa hancurnya hati nyonya Brahata, anak yang dikandung nya selama sembilan bulan, dilahirkan dengan mempertaruhkan nyawa, dan dibesarkan dengan kasih sayang semudah itu dinikahkan dengan pria yang bukan dikehendaki olehnya ..


__ADS_2