
mendengar tidak ada sahutan dari dalam kamar Lula, tuan bharata mengambil kunci cadangan lalu membuka pintu tersebut.
ceklek..
"Lula....!!" dengan suara yang naik beberapa oktaf tuan bharata terkejut mendapati pemandangan di depan matanya..
keterkejutan itu tidak hanya terjadi pada tuan bharata melainkan terjadi pula dengan nyonya bharata..
bagaimana tidak, nyonya Brahata melihat putri tercintanya tergulai lemas tak sadarkan diri diatas tempat tidurnya..
dengan terpogoh - pogoh tuan bharata membawa putrinya menuju rumah sakit terdekat menggunakan mobil dengan nyonya bharata duduk di belakang memangku putrinya yang tidak sadarkan diri..
"Lula... bangun sayang... bunda mohon..." ucap halus nyonya Brahata dengan suara lirih dan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
"Bun.. tolong jangan panik.. ayah tau ini kesalahan ayah.. seharusnya ayah tidak memaksa putri kita menikah sekarang Bun.." ujar tuan bharata disertai rasa sesalnya..
"iya yah... tapi, bagaimana ayah akan mengatakan hal tersebut pada rekan ayah?.. bukankah ayah sudah menerima suntikan dananya untuk bisnis ayah?" tanya nyonya Brahata
"benar Bun, tapi ayah akan mencoba mendiskusikan lagi dengan tuan prima agar tuan prima mau memberikan syarat yang lain.."
"setelah Lula ditangani dengan dokter, segeralah ayah menghubungi beliau.. agar masalah ini tidak berlarut yah.." pinta nyonya Brahata
tak lama berselang, mobil yang dikendarai tuan brahata telah sampai d depan ugd rumah sakit terdekat..
__ADS_1
terlihat beberapa petugas mendorong brankar..
tuan brahata lalu meletakkan putri kesayangannya diatas brankar tersebut lalu mendorongnya bersama tegana kesehatan yang lain diikuti nyonya Brahata di belakangnya..
"mohon, selamatkan anak saya dok.." ucap tuan brahata kepada dokter ugd yang sedang memeriksa keadaan putrinya..
"kita akan usahakan yang terbaik pak.." ujar dokter tersebut sembari tersenyum menunjukkan rasa hormat pada keluarga pasien..
perawat yang bertugas segera memasangkan infus ditangan Lula, dan saluran oksigen dihidung Lula atas perintah dokter yang bertugas..
tak lama, setelah pemeriksaan selesai dokter meminta tuan brahata untuk menyelesaikan proses administrasi dan meminta perawat yang bertugas untuk memindahkan Lula dikamar rawat inap..
"tuan brahata .." panggil dokter itu
"iya dokter..."
bam!!!
sungguh, tidak terduga setelah mendengar penjelasan dokter mengenai kondisi putrinya tuan brahata serasa tertampar atas prilakunya..
"sungguh.. ayah tidak menginginkan hal buruk terjadi padamu sayang... apalah daya ayah, yang terpaksa melakukan hal bodoh.. menukar putri kesayangan ayah dengan bisnis ayah..." batin tuan brahata berkata..
setelah dokter meninggalkan mereka, nyonya Brahata menepuk pelan pundak suaminya tersebut..
__ADS_1
"ayah, hubungi lah tuan prima.. ceritakan pada beliau mengenai keadaan putri kita.. semoga beliau bisa mengubah kesepakatan yang telah terjadi.." bujuk nyonya Brahata
"baik Bun.. ayah akan menghubunginya..."
tuan brahata pun melangkahkan kaki menuju taman didalam rumah sakit yang terlihat sepi untuk menghubungi tuan prima..
tuuutt....
tuuutt.....
tuuuuttt.....
"halo, tuan brahata..." sapa tuan prima
" ha.. halo tuan .." ujar tuan brahata dengan terbata
"ada apa tuan? apakah sesuatu telah terjadi?" tanya tuan prima kembali
setelah itu tuan brahata menjelaskan kondisi yang terjadi di rumahnya, hingga keadaan putrinya pada tuan brahata ..
namun....
"tidak bisa tuan, kesepakatan tetaplah kesepakatan... tidak ada cara lain untuk menggantinya .. apa tuan lupa, kita sudah menandatangi perjanjian tersebut diatas materai??" ujar tuan prima dari seberang telepon
__ADS_1
tanpa menunggu persetujuan, tuan prima lantas menutup panggilan dari tuan brahata...
"ya tuhaaaannnn....." ucap tuan brahata....