
sesampainya Lula di kantor..
"pagi neng.. lesu banget mukanya.." sapa Aris sambil tersenyum pada Lula
"lagi galau aku tuh.." jawab Lula sambil memanyunkan mulutnya
"kenapa? diputusin pacar?" tebak Aris
"entar jam istirahat aku cerita deh.." jawab Lula
"hhmm.. oke.. entar mau makan siang dimana? atau kamu mau makan apa?"
"ditempat biasa aja.."
"oke" jawab Aris sembari memberikan kode jempol tangannya..
saat jam istirahat siang ..
tibalah mereka di warung soto favorit mereka yang letaknya tidak terlalu jauh jaraknya dari tempat tempat kerja ..
mereka mengendarai sepeda motor milik Aris, dengan menempuh waktu perjalan sekita 10 menit saja..
saat mereka sudah berada didalam warung tersebut Aris dengan cepat memesan makanan mereka kepada penjual soto tersebut ..
"yang biasa ya bude.." ucap Aris kepada bude yang merupakan pemilik warung soto sambil tersenyum..
"siaappp boss.." jawab jawab bude tersebut kepada Aris sambil sedikit tertawa
__ADS_1
iya, bude tersebut sudah hapal dengan pesanan yang Aris dan Lula ketika mereka makan di warungnya ..
mereka sering makan disana, dimulai saat mereka masih mengenakan seragam SMK nya..
tak heran, jika bude soto itu mengira mereka merupakan sepasang kekasih sejak jaman SMK dikarenakan kedekatan mereka yang kemana - kemana selalu berdua..
tak jarang, selain bude orang lain pun akan memikirkan hal yang sama karena perhatian Aris ke Lula seperti perhatian layaknya sepasang kekasih..
namun, Lula hanya menganggap Aris sebagai sahabatnya tidak lebih..
bukan tidak, sejujurnya Lula jatuh hati kepada Aris semenjak mereka masih duduk di bangku sekolah, namun Aris tidak pernah menyatakan perasaannya sehingga Lula memilih untuk mengurung perasaannya agar tidak menyakitinya maupun Aris jika ternyata Aris hanya menganggapnya sebagai sahabat juga ..
makanan pesanan mereka pun telah tertata di meja, akhirnya mereka pun menyantapnya..
"jangan kebanyakan cabe, inget maag kamu neng" ujar Aris
setelah habis makan, akhirnya Lula pun memulai perbincangan serius dengan Aris
"aku mau nikah ris.."
deg..
seperti dihantam batu besar perasaan Aris mendengar perkataan Lula
"aku dijodohin ris dengan anak rekan bisnis ayahku ris.."
Aris hanya bisa terdiam dan menundukkan pandangannya dari Lula..
__ADS_1
"Aris.." panggil Lula
"udah yakin mau nikah muda?"
"aku mencoba untuk menjalaninya ris.. jujur, ini sangat berat.. namun, aku memilih untuk patuh pada orang tuaku ris.."
"apakah tidak ada jalan keluar selain menikah muda? bukankah kamu punya cita - cita yang tinggi la.."
"iya, aku punya cita - cita tinggi ris, tapi bisnis ayah dipertaruhkan.. aku rasa jika dengan ini aku bisa membantu kedua orang tuaku kenapa tidak?"
"kamu yakin tidak akan menyesal?"
setelah mendengar pertanyaan dari Aris sebenarnya hati Lula yang sedari awal ragu untuk menikah bertambah ragu dan bimbang..
namun, sebisa mungkin dia akan mencoba bersikap normal seolah pilihannya untuk menatap hidup dengan pria asing merupakan pilihan yang tepat..
"jika kamu sudah yakin, aku doakan agar pernikahanmu dengan pria itu bisa terlaksana dengan baik dan kamu pun hidup bahagia dengannya.." ucap Aris dengan suara berat menandakan sesungguhnya ia merasakan sedih yang luar biasa..
Lula yang merupakan orang dicintai oleh Aris akan menikah dengan orang asing..
Aris memang mencintai Lula namun ia masih belum mampu untuk mengutarakan perasaannya..
Aris takut, bahwa Lula hanya menganggap dirinya sebagai sahabat tidak lebih sehingga rasa sayang dan cintanya pun dikungkung agar tidak semakin kuat..
namun, Aris hanyalah manusia biasa..
perasaan yang telah coba untuk dihilangkan, ternyata sangat kuat bahkan setelah ia mendengar pernyataan Lula yang akan segera menikah Aris merasa sebagian dunianya runtuh tak bersisa..
__ADS_1
harapan untuk menggapai cita - cita dengan orang orang dicintainya pupus..