salahkah menjadi janda?

salahkah menjadi janda?
Dilema


__ADS_3

setelah mendengar pernyataan tuan prima, tuan brahata hanya mampu menatap awan dilangit..


terasa runtuh semua harapan dalam hidupnya. bagaimana tidak, ia salah mengambil langkah sehingga yang dipertaruhkannya kebahagiaan putri kesayangannya dan bisnis yang menjadi sumber mata pencaharian keluarganya..


tuan brahata pun melangkahkan kakinya terseok - Seok memasuki kamar rawat inap putrinya..


"bagaimana yah?" tanya nyonya Brahata pelan saat melihat tuan brahata menghampiri putri mereka..


"tidak ada jalan keluarnya Bun.." ujar tuan brahata lirih sambil menahan tangis melihat keadaan putrinya.


"ayah......" tangis nyonya Brahata pun tak dapat ditahannya. begitu miris ia melihat keadaan keluarganya saat ini.


tanpa mereka sadari, ternyata Lula sudah sadar dari tidurnya namun ia hanya memilih untuk memejamkan mata mencari ketenangan..


"ya tuhaannn... apa jalan yang harus ku tempuh??" batin Lula terasa pedih, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan..


di satu sisi, kebahagiaannya sendiri, di sisi lainnya kebahagian serta Marwah orang tua yang harus ia jaga..


kebimbangan yang ia rasakan, disertai rasa takut hanya mampu ia pendam sendiri tanpa bisa ia utarakan..


jika ia memilih menjadi egois, maka bisnis orang tuanya serta nama baik keluarganya akan menjadi gunjingan orang lain..


hal itu, tentu bukanlah ia menginginkannya. Namun, jika ia memilih kebahagiaan orang tuanya akan seperti apakah masa depannya??


hidup bersama lelaki yang ia sendiri bahkan tidak tahu siapa dia, bagaimana rupanya, bahkan namanya sekalipun ia tidak tahu..

__ADS_1


Dalam kebimbangan yang tengah ia rasakan, akhirnya ia memilih untuk membuka perlahan matanya lalu menatap orang tuanya..


"ayah... bunda..." panggil Lula dengan suara serak..


"iya nak, kamu sudah sadar sayang..." ujar nyonya Brahata sembari menghampiri putrinya diikuti oleh tuan brahata


"haus Bun..." ujar Lula


"minumlah nak... ini..." sambil memberikan gelas yang berisikan air mineral kepada putrinya..


Lula pun meminum air tersebut, hingga kosong tak bersisa..


"makan sekarang ya nak..." pujuk tuan Brahata sambil mengelus rambut putrinya..


"baiklah sayang.."


seketika, hanya keheningan yang terjadi dikamar rawat inap Lula. tanpa ada yang mengambil inisiatif untuk memulai pembicaraan..


tak terasa, matahari sudah mulai menenggelamkan dirinya..


"Lula... maafkan ayah yang telah salah mengambil keputusan.." ucap tuan brahata sambil menatap serta mengelus rambut putrinya..


"ayah.. jika Lula menolak perjodohan ini, apa dampaknya dengan bisnis ayah?" tanya Lula tanpa mengalihkan pandangannya dari tuan brahata.


"sayang... jangan dipikirkan.. cukup kamu istirahat, sembuh, lalu kita pulang kerumah ya nak.." ujar nyonya Brahata menengahi pembicaraan antara suami dan putrinya..

__ADS_1


"benar kata bundamu nak... istirahatlah.. setelahnya biar menjadi tanggungjawab ayah.." ujar tuan brahata kemudian.


"tidak ayah... Lula hanya ingin tahu, apakah dampaknya akan sangat merugikan keluarga kita yah?" tanya Lula sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian..


hhhhhhhmmmm....


hanya helaan nafas panjang dan berat yang menjawab pertanyaan Lula. tuan brahata tidak mampu menceritakan segala kerugian yang akan terjadi jika Lula menolak perjodohan ini..


semua bisnis yang dibangun oleh tuan brahata akan menjadi tuan prima jika Lula tidak menikahi anak dari tuan brahata yang bernama Rian..


tentu Lula dapat merasakan akibat yang sangat merugikan keluarganya, jika ia menolak perjodohan yang tidak ia kehendaki.


setelah lama keheningan tercipta..


"nikahilah Lula dengan pria itu yah.. Lula ikhlas demi keluarga kita.." ucap Lula seketika..


serasa kembali ditampar oleh keadaan, tuan brahata hanya bisa terdiam mendengar ucapan putrinya..


"tidak sayang... biar ayah temukan jalan keluarnya .."


"tidak ayah.. Lula tidak akan goyah menjalaninya.. tentukan lah tanggal pernikahannya, Lula akan siap menjalaninya..."


"tidak nak .. ini menyangkut kebahagiaanmu sayang.." ujar nyonya Brahata..


"bundaaa.... Lula tahu, bisnis yang ayah bangun itu merupakan usaha ayah yang dimulai dari nol bunda.. tidak mungkin Lula akan berdiam mengejar kebahagiaan pribadi dengan mengorbankan bisnis ayah.. jika dengan menikahi pria itu bisnis ayah akan tetap berjalan apa salahnya Bun.. selama ini ayah dan bunda selalu mengutamakan kepentingan Lula, tanpa pernah meminta Lula untuk berkorban meskipun ayah dan bunda dalam keadaan tidak baik - baik saja.."

__ADS_1


__ADS_2