salahkah menjadi janda?

salahkah menjadi janda?
Terpaku


__ADS_3

"selamat malam om .. Tante.. maaf saya terlambat.." ujar Lula yang sudah berdandan secantik dan sesopan mungkin sambil memamerkan senyumannya yang manis dan tak lupa untuk mencium punggung tangan calon kedua mertua secara bergantian..


pandangan Lula beralih menatap sesosok laki - laki manis berbadan atletis dengan sedikit brewok tipis..


"ya Tuhan.. apakah dia calon suamiku?" tanya Lula dalam hatinya..


"perkenalkan, ini Rian anak om dan Tante.. ini calon suamimu nak.." ucap tuan prima


Lula pun lalu bersalaman dan tersenyum ..


didalam hatinya, seperti sedang terjadi gemuruh yang luar biasa..


penampilan yang tidak terlalu buruk untuknya, dan juga ada sedikit perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan..


setelah acara makan malam kedua keluarga itu, mereka pun langsung mengobrol diruang keluarga..


"Lula.. ajaklah calon suami ke taman, agar kalian dapat lebih mengenal antara satu sama lain..." ucap tuan brahata


"baik yah..."


Lula pun mengajak Rian untuk pergi ke taman depan rumahnya..


tak ada satupun yang ingin memulai percakapan.. keduanya sama - sama terdiam dalam kurun waktu yang lumayan lama..


tiba - tiba


"usiamu berapa Lula?" tanya Rian tiba - tiba

__ADS_1


"baru 19 tahun.. kamu?"


"aku sedikit lebih tua darimu.. aku sudah berusia 33 tahun.."


seketika mata Lula melotot seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya..


"lalu, aku harus memanggilmu apa?" Lula bertanya dengan polosnya


"kamu panggil aku mas aja.. apakah kamu keberatan jika aku memanggilmu dengan sebutan adik?" tanya Rian kemudian


"terserah kamu aja... mas .."


ada perasaan geli ketika Lula memanggil pria yang akan menjadi suaminya itu dengan sebutan mas..


namun, sebisa mungkin ia akan menerima dan menjalani apa yang sudah seharusnya ia jalani...


Lula pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat..


setelah sampai dikamar, Lula pun membersihkan make up dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur kesayangannya..


daster bergambar tokoh kartun, menjadi favoritnya..


setelah itu, ia pun membaringkan diri dikasur dan akan segera tidur..


tiba - tiba handphonenya bergetar menandakan ada pesan masuk, ia pun langsung membuka dan membaca pesan yang dikirimkan untuknya..


..."Dik.. ini nomor mas.. disimpan ya"...

__ADS_1


seketika bola mata Lula melotot melihat setelah membaca pesan tersebut..


lalu, ia tersadar sewaktu ia mengobrol dengan Rian ditaman rumahnya Rian telah meminta nomor handphonenya..


..."iya mas.."...


begitu lah balasan singkat dari Lula untuk Rian..


Lula pun menonaktifkan handphone nya dan memilih untuk berlabuh dalam peraduannya.. ia tak lupa berdoa semoga Tuhan selalu melindungi ia dan keluarganya dalam keadaan apapun..


jam pun berdering menandakan sudah pukul 05.00 tak lupa Lula menunaikan kewajibannya sebagai umat yang beragama..


disetiap doanya terselip kata "ya Allah, ya Tuhanku.. jika ini yang terbaik untuk hambamu, maka mudahkanlah jalannya.. jika bukan yang terbaik, makan jauhkanlah.." begitulah sepenggal doa yang Lula panjatkan kepada sang pencipta..


Lula pun bersiap akan melakukan rutinitasnya yaitu bekerja dipagi hari dan akan melanjutkan kuliah dimalam harinya..


saat Lula sudah siap dengan seragam kerjanya, ia mengaktifkan handphonenya dan...


..."pagi dik.. jangan lupa sarapan.."...


pesan yang ia terima dikirim oleh Rian calon suaminya..


..."iya mas.."...


begitulah balasan singkat yang dikirim oleh Lula..


bukan Lula tidak bisa bersikap romantis, namun sejujurnya ia masih berat untuk menerima calon suaminya itu namun ia tetap berusaha menerima dengan segenap jiwanya..

__ADS_1


__ADS_2