
Satu hari sebelum hari H Lula sudah mengambil cuti ditempat kerjanya..
segala persiapan sudah dilaksanakan..
tibalah esok hari pukul 09.00 pagi aula tempat acara akad nikah sudah dipenuhi oleh anggota keluarga inti maupun tamu khusus yang diperuntukkan untuk menjadi saksi nikah kedua insan yang tidak bersatu oleh kemauan hati..
Lula pun duduk berdampingan dengan Rian dimeja yang dipersiapkan untuk akad nikah..
Lula yang gemetaran hanya bisa menghela nafas tak henti mengucapkan istighfar didalam hatinya..
"Rian Eka prima, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandungku yang bernama Lula kharisma dengan mas kawin seperangkat alat sholat satu set perhiasan emas dan logam mulia seberat 13 gram dibayar tunai.."
"saya terima nikah dan kawinnya Lula kharisma brahata binti Agus Dani brahata dengan mas kawin seperangkat alat sholat satu set perhiasan emas dan logam mulia seberat 13 gram dibayar tunai..."
"bagaimana saksi, sah?"
tanya petugas KUA pada saksi dari masing - masing pihak mempelai
"SAH..."
jawaban lantang diucapkan oleh para saksi..
terdengar riuh tepuk tangan tamu yang menyaksikan acara sakral berlangsung..
tuan brahata yang menjadi wali nikah tampak menitikan air mata di pelupuk matanya..
setelah itu, Lula mencium punggung tangan seorang laki - laki yang telah sah menjadi suaminya baik Dimata hukum maupun Dimata agama..
mereka pun menandatangani segala berkas yang diberikan oleh pihak KUA dan dilanjutkan dengan acara photo keluarga..
__ADS_1
****
selama resepsi berlangsung..
Lula telah mengganti pakaiannya dengan menggunakan pakaian adat Sunda yang menjadi pilihannya untuk acara resepsi..
Lula tampak cantik dengan hiasan wajah natural dan siger yang bertengger di kepalanya..
Lula pun menghampiri Rian dimana ia telah duduk bersama kedua mertuanya dan juga orang tuanya untuk menyalami para tamu undangan..
pesta yang begitu meriah dihadiri oleh rekan bisnis, sahabat terdekat, dan teman masa kecil dari masing - masing pihak..
saat rekan kerja Lula menghampiri untuk bersalaman..
Lula memperhatikan dengan teliti tak nampak sosok sahabat yang ditunggu oleh dirinya ..
Lula hanya tersenyum menyapa semua tamu undangan yang menghadiri acara pernikahannya..
pikirannya melayang jauh..
ia teringat disaat ia mengatakan akan menikah, Aris yang merupakan sahabatnya tersebut mulai menjaga jarak bahkan terkesan menjauh dari dirinya..
jangankan bertegur sapa ditempat kerja, untuk berkirim pesan singkat saja tidak lagi ia lakukan..
disaat seluruh rekan kerjanya memberikan ucapan selamat, ia menilik mencari sosok yang bahkan tidak muncul dihari perayaan pernikahannya..
"mantennya jangan melamun atuh, nanti kesambet.."
ucap tukang rias menggoda Lula sambil tertawa
__ADS_1
"enggak koq.. mungkin sedikit lelah aja.."
jawab Lula sekadarnya
"hayo.. melamun apa? malam pertama ya.." goda yang perias
"jangan dilamunin, nanti kan dirasain.." sahut rekan perias wajah yang berada tak jauh darinya
Lula hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ocehan dari tukang rias wajahnya..
setelah selesai, Lula pun kembali ketempat dimana ia bersanding menjadi nyonya Rian prima menyalami para tamu undangan yang hadir..
***
di lain tempat..
"bener, enggak mau ke acara nikahan Lula?"
tanya Riko
"enggak, nanti enggak bisa move on"
jawab Aris datar
"setidaknya, datang kenapa.. Lula pasti berharap Lo datang.."
Aris tetap pada pendiriannya untuk tidak menghadiri pesta pernikahan Lula..
ia tidak ingin, keinginan hatinya untuk memiliki Lula semakin besar sehingga ia goyah untuk mencoba melupakan Lula..
__ADS_1
"semoga bahagia hingga akhir hayat kesayanganku, jika kita memiliki kehidupan lain setelah kita meninggal.. aku akan meminta pada Tuhan untuk mempersatukan kita dalam ikatan pernikahan.." ucap Aris didalam hatinya