Secret Royal Vampir

Secret Royal Vampir
eps 9


__ADS_3

Eps 9 [{|secret royal vampir|}]


Eps sebelum nya


"Siapa kalian?! Mengapa kalian menculik intan" Ucap erren sambil berteriak


"Pertanyaan pertama, kami adalah organisasi vampir yang berasal dari negara lain, pertanyaan kedua. Kami kesini seharusnya hanya mengantarkan barang yang di suruh tetua kami, hanya saja kalian mengganggu rencana kami dan berakhir seperti ini" Ucap salah satu vampir tersebut


"Terus, dimana Wanita yang kalian bawa tersebut? " Ucap axel


Setelah itu, salah satu vampir tersebut mengambil tubuh intan yang berada di dalam suatu ruangan.


"Ini cewek yang kau cari" Ucap nya sambil melemparkan intan ke erren


"I-intan! " Kata erren berlari ke arah intan


Saat itu erren terkejut, dia menyadari bahwa ternyata intan sudah mati, Erren merasa marah melihat teman baiknya telah mati.


"Kalian, berani sekali kalian membunuh intan" Ucap erren dengan hawa membunuh yang sangat pekat


Saat itu, axel yang merasa khawatir ingin menghentikan erren, namun entah kenapa lia menghadang axel untuk melakukan itu.


"Kenapa kau menghadang ku" Tanya axel


"Ini sangat berbahaya bagi dirimu, kekuatan nona itu sangat besar, sangat susah untuk menenangkan nya" Ucap lia


Setelah pembicaraan itu, erren berlari dengan kecepatan penuh ke arah para vampir tersebut namun sayang nya, pada pukulan pertama, vampir tersebut dapat menghindari nya dengan sangat mudah.


"Wah, lumayan juga kau" Kata vampir yang di serang erren tersebut


"Ck, aku tidak perlu pujian kalian, yang aku perkukan adalah nyawa kalian" Ucap erren dengan tegas nya


"Lebih baik kita juga membantu nona" Ucap lia berjalan maju


"Yah, kau benar. Mari kita habisi mereka" Jawab axel dengan sangat bersemangat


Di lain sisi di tempat yang amat jauh dari pertarungan tersebut.


Ace, ezra, dan steve ternyata sedang mengawasi tindakan yang di lakukan oleh Ryan.


Beberapa waktu mereka mengikuti Ryan, tak di sangka ternyata Ryan pergi ke tempat raja vampir untuk mendapatkan informasi mengenai kekuatan erren.


"Hoi, serius nih kita mau masuk ke wilayah raja vampir? " Tanya steve kepada yang lain


Ace pun menjawab"Ya iyalah, jika tidak usaha kita akan terbuang sia sia" Jawab Ace melangkah maju


"Hei tunggu in aku" Teriak steve


Setelah itu mereka masuk ke wilayah raja vampir untuk mengikuti Ryan


"Hm... Ace" Ucap ezra


"Kenapa?" Jawab nya


"Bukan kah kita bisa melihat apa yang Ryan lakukan dari "Cermin" Yang kau punya? "


Tiba tiba saja mereka berhenti di tengah jalan.


"Apa?! Jadi seharusnya kita tidak usah datang ke tempat ini gitu? " Ucap steve merasa kesal


"Eh, bukan kah seperti ini lebih menarik ya?kita bisa sekalian jalan jalan"

__ADS_1


"Jalan jalan dengkulmu! Kita capek capek datang ke sini dan ternyata ada cara yang mudah untuk mengawasi Ryan " Ucap steve sambil marah marah


Sesegera mungkin ezra menenangkan amarah steve yang tak terkendali itu.


"Apakah kau sudah baikan? " Tanya ezra


"Ah, sudah Terima kasih" Jawab steve


Ace memalingkan badan dan berkata "baiklah, ayo kita lanjutkan pekerjaan kita" Kata nya dengan bersemangat


Steve menghembus kan nafas dan berkata "sepertinya aku sudah salah pergaulan" Ucap ny sambil berjalan mengikuti Ace dan ezra


Mereka pun segera melanjutkan pengawasan mereka terhadap Ryan


Di sisi erren


"Akhirnya... Selesai... Juga... " Ucap erren merasa lega.entah kenapa setelah itu erren jatuh pingsan di dekat mayat vampir yg ia bunuh. Lia yang melihat erren pingsan pun segera menyuruh axel untuk memopong tubuh erren, sesegera mungkin axel langsung menuruti perkataan lia.


"Hufh, akhirnya pertarungan ini selesai juga" Ucap axel merasa lega


"Baiklah saat nya kita pul-"


lia terkejut melihat ada salah satu vampir yang masih hidup "apakah vampir ini sengaja di sisa kan nona untuk diinterogasi? " Tanya lia dalam hati


Setelah itu lia berjalan menuju ke vampir yang masih hidup tersebut untuk bertanya


"siapa pemimpin kalian? " Tanya nya


Namun sepertinya vampir tersebut tidak ingin menjawab pertanyaan mereka.


"Owh, kalian tidak ingin menjawab ya~" Ucap lia dengan tatapan kejam


Setelah mengetahui hal tersebut, lia kemudian bertanya 1 pertanyaan lagi ke vampir itu.


"Di mana pendeta tersebut berada? " Tanya lia. namun, sayangnya vampir tersebut seperti nya tidak mengetahui di mana pendeta tersebut berada.


mendengar kata kata vampir tersebut, mengetahui bahwa vampir itu sudah tidak berguna, dia pun langsung menebas kepala vampir tersebut dengan sekali ayunan tangan.


"Baiklah, saat nya kita untuk pulang" Ucap lia


"Baik ketua" Kata axel


Mereka pun pergi dari sana dan pulang ke rumah erren


Di sisi ezra, ace, steve yang mengikuti Ryan menuju ke kerajaan raja vampir


"Eh, Ace. Apakah kau serius ingin mengikuti nya ke sana? " Tanya steve merasa khawatir


"Tentu saja" Jawab Ace dengan tegas


Beberapa waktu berlalu,Saat mereka ingin memasuki gerbang tersebut,tak di sangka mereka di hadang oleh para penjaga yang berada di sana.


"Berhenti di sana, ada keperluan apa kau datang kemari" Ucap si penjaga


"U-uh maaf sepertinya saya tersesat..." Ucap ezra bergerak mundur


Tiba tiba saja ezra berlari jauh dengan Ace dan steve yang mengikuti nya di belakang


Saat berlari beberapa saat, akhirnya ezra berhenti di suatu tempat yang lumayan dekat dengan tempat raja vampir. steve sangat bingung, kenapa ezra tiba tiba berlari.


"Kenapa kau berlari dari penjaga? Kita kan bisa menjelaskan nya kepada mereka" Tanya steve yang merasa kebingungan

__ADS_1


Lalu ezra pun menjawab"mereka tidak akan mendengar kan nya dan pada akhirnya kita akan bertarung juga dengan mereka, dari pada ada korban, dan masalah semakin banyak, lebih baik kita kabur saja"ucap ezra


Tiba tiba saja Ace memotong pembicaraan dan berkata


"baiklah dari pada panjang lebar lebih baik kita menyusup saja"


"Kapan kita akan melakukan nya? " Tanya ezra kepada Ace


lalu Ace pun menjawab "besok malam pada jam tepat 12 malam"


Steve terkejut mendengar kata kata Ace tersebut "hoi, itu terlalu malam, aku pasti sudah sangat mengantuk pada saat itu" Ucap Steve yang tidak setuju


"Terserah padamu, tapi yang jelas kau harus ikut jika kau tidak ikut, kami terpaksa harus menyeret mu untuk ikut dengan kami" Kata Ace memalingkan badan


"Akkhh, itu terlalu sembrono!"Ucap Steve


Ace pun mendekati steve dan berkata "Makanya kau harus ikut dengan kami"


Ezra menepuk pundak sreve dan berkata "Sudah lah steve, lebih baik kau menurutinya dari pada nanti dia bertindak sangat tidak jelas" Ucap ezra yang mendukung tindakan ace


Di waktu yang sama di sisi erren


Saat itu mereka sedang berdiskusi mengenai seorang pendeta yg di bicarakan oleh para vampir sebelum nya


"Menurut mu seberapa kuat pendeta ini?" Tanya axel


"Entahlah kita sama sekali belum pernah bertemu dengan pendeta tersebut" Jawab lia.


Tiba tiba saja erren keluar dari kamar nya dan menghampiri lia dan axel yang sedang berdiskusi


"Ada apa ini... Kenapa kalian terlihat serius" Ucap erren berjalan ke arah lia dan axel


Lia terkejut karena saat itu mungkin saja erren belum pulih sepenuhnya, dia segera menghampiri erren dan menopang tubuh nya


"Nona, lain kali kau jangan memaksa kan dirimu" Ucap lia sambil menopang erren. Lalu erren pun menjawab "maaf kan aku lia, saat itu aku kehilangan kendali" Ucap erren sambil tersenyum


Saat erren mau duduk, dia bertanya "apa yang sedang kalian lakukan? " Tanya nya. Lalu lia pun menjelaskan nya "Hm... Sebenarnya pada saat nona pingsan, saya mendapatkan informasi dari vampir yang tidak nona bunuh untuk menanyakan siapa pelaku dibalik terjadi masalah ini.pada saat itu vampir tersebut bilang bahwa seorang pendeta yang telah menyewa mereka untuk mencari masalah di kereta pada saat itu"


Mendengar hal itu erren bertanya kepada lia "apakah kau tau siapa pendeta tersebut? " Tanya nya


"Belum, kami sama sekali belum mengetahui nya... " Jawab lia


Pada saat pembicaraan mereka berdua, tiba tiba saja axel menyela pembicaraan nya "bagaimana jika kita tanya kan saja kepada ayah anda nona? " Ucap nya


Erren terkejut mendengar hal itu" Ah! Kau benar juga, baiklah kita akan pergi besok! "Ucap erren. " Ta-tapi nona, besok itu terlalu mendadak belum lagi nona harus sekolah, saya sangat khawatir dengan kesehatan nona"kata lia merasa khawatir


Namun erren malah tersenyum kepada lia "apa kah kau akan mementingkan dirimu sendiri saat teman terbaik mu mati? " Ucap erren kepada lia. Lia tidak dapat berkata apa apa dan langsung menyetujui hal yang akan mereka lakukan untuk besok hari


"Baiklah nona, karena sudah sangat malam saya akan pulang ke rumah" Ucap lia berjalan pergi


Setelah lia pergi erren merasa menatap axel dengan heran karena dia sama sekali belum pergi dari rumahnya "hm.. Axel, benar kan itu nama mu? " Tanya erren kepada axel. Axelpun mengangguk kan Kepala nya dengan cepat.


"kenapa kau masih di sini?" Tanya erren merasa bingung


Setelah itu axel pun tersadar bahwa dia telah di tinggal oleh lia di rumah erren


"E-eh maaf kan saya nona, saya tidak tau bahwa kak lia sudah pergi. Kalo begitu saya pamit dulu" Ucap axel bergegas pergi


"Ka-kakak?! Bu-bukankah lia itu ketua nya... Au ah gak peduli" Ucap erren dalam hati


bersambung

__ADS_1


__ADS_2