
Eps 15 {|[secret royal vampir]|}
"Tapi bukan kah itu sama saja seperti dia menjadi vampir? Kan dia juga bisa hidup tanpa meminum darah sama seperti ku" Tanya erren yang merasa bingung. Raja pun menjelaskan secara detail mengenai pendeta tersebut.
"Benar, dia seharusnya sama saja seperti kita bangsa vampir. Hanya saja dia memiliki keunikan di tubuhnya itu, yaitu sebuah tanda seperti lambang segitiga yang terletak di punggung nya. Tanda itu adalah kutukan sebenarnya dari para dewa dan dewi, jika saja dia tidak meminum darah dalam 3 hari. Maka dia akan menggila seperti monster dan menyerang seseorang yang berada di dekatnya"
Setelah mendengar hal itu, erren masih merasa bingung. "Apakah tidak ada cara untuk melepaskan kutukannya itu?" Tanya erren. Namun raja menggeleng kan kepalanya dan menatap erren sambil tersenyum dengan terpaksa.
Kembali ke waktu sekarang.
Erren menjelaskan kepada lia dan axel dengn apa yang di bilang raj pada saat sarapan kemarin.
Setelah beberapa waktu erren menjelaskan, akhirnya lia dan axel pun mengetahui siapa sebenarnya pendeta tersebut.
Di sisi lain.
Para detektif yang menyelidiki kasus di kereta tersebut kembali ke kantor mereka. Di saat waktu istirahat, yui berjalan menuju meja kerja xander.
"Kenapa?" Tanya xander sambil melihat yui. Tiba tiba saja yui menarik tangan xander dan menyeret nya ke sebuah tempat yang sepi.
"H-hei, kau mau ngapain *baka yarou* (dasar bodoh) " Ucap xander salah mengartikan tindakan yui kepadanya. Yui yang melihat tingkah laku xander menampar wajahnya dengan sangat kuat. "Tobat lah kau wahai manusia bersoda!!" Ucap Yui merasa tertekan.
"Mohon maaf tapi yang benar berdosa" Xander menjawab perkataan yui sambil tersenyum. Xander mendorong yui dan berkata "kau tidak mau ada rumor yang aneh kan tentang kita" Ucap ny sambil tersenyum.
__ADS_1
Di sisi Ace dan yang lain..
Saat itu mereka berempat sedang Menonton sebuah film aksi di televisi, tiba tiba saja Ace merasa haus dan pergi ke dapur. Ketika sampai di dapur, Ace tidak melihat ada kulit pisang yang tergeletak di lantai dapur, ia pun tak sadar bahwa telah memijak kulit pisang tersebut.
"BRUUK!"
Ace terjatuh dan terdiam melihat sekeliling nya "kulit pisang sialan" Ucap Ace dalam hatinya sambil tersenyum paksa. Ezra dan yang lain mendengar suara jatuh Ace tersebut langsung melihat apa yang terjadi di dapur.
Awalnya, mereka memutuskan satu orang saja yang pergi untuk melihat. Mereka memutuskan itu dengan permainan suit batu, gunting, kertas.
"Batu, gunting, kertas! " Ucap mereka bertiga, ezra mengeluarkan gunting, stave mengeluarkan gunting, sedangkan Ryan mengeluarkan kertas.
"Nggaaaa!! Pasti kalian curang tuh, pokoknya main ulang! " Ucap Ryan merasa tidak Terima dengan hasil kekalahan nya. Namun, tindakan dan kata katanya bertolak belakang, dia malah menurut dan pergi memeriksa apa yang terjadi di dapur.
Ace yang melihat Ryan berlari kearah sontak terkaget "h-hei, Ryan! Jan lari di sana- " Tanpa sadar, Ryan memijak kulit pisang yang tadi belum di buang Ace, dia pun terjatuh karna kulit pisang itu.
"Ace goblok! Kenapa gak di singkirin sih nih sampah" Ryan berdiri sambil berteriak memarahi Ace yang ada di sana. "Ya siapa suruh lari lari" Ujar Ace dengan raut wajah datar.
Karna suara jatuh Ryan sungguh keras, ezra dan stave pun langsung menghampiri mereka yang berada di dapur. "Apa yang terjadi disini?!" Ucap stave merasa khawatir. setelah melihat keadaan disana, stave pergi ke sofa dan duduk sambil menonton televisi. Ezra pun juga begitu, dia mengikuti stave yang menuju ke sofa.
"Rekan ngga ada ahklak" Ucap Ryan.
Ketika malam hari, di sebuah gang yang tak jauh dari rumah erren. Terjadi sebuah keributan yang mengakibatkan para tetangga di dekat sana terbangun, termasuk juga erren yang rumahnya tak jauh dari sana.
__ADS_1
"Akkh- suara apasih itu, berisik amat" Ucap axel yang terbangun dari tidurnya. Ketika dia bangun, ia melihat erren dan lia yang bersiap siap untuk pergi keluar rumah. " Nona? Anda mau kemana? " Tanya axel kepada erren.
" Melihat apa yang terjadi di luar, habisnya dari tadi berisik banget" Ucap erren sambil keluar dari rumah. "H-ha? Hee nona tunggu! " Ujar axel sambil keluar rumah mengejar erren.
Erren melihat kondisi sekitar dan terus berjalan ke arah suara keributan itu. Tak lama kemudian, tiba tiba saja suara berisik itu berhenti. Erren yang menyadari nya sesegera mungkin berlari ke sebuah gang kecil di dekat sana bersama lia dan axel.
Ketika mereka memasuki gang tersebut, mereka melihat keadaan gang itu yang berantakan, seperti tong sampah yang terterjatuh, ataupun beling kaca yang pecah. Saat mereka pergi lebih jauh, mereka kaget karna melihat 3 mayat manusia yang telah mati dengan keadaan bagian lehernya terdapat 2 lubang kecil seperti bekas gigitan dan darah mereka yang telah tidak ada.
" No-nona, apakah semua ini perbuatan vampir- " Tanya axel yang tidak tega melihat para mayat tersebut. "Sepertinya benar, tapi siapa yang melakukan semua ini.. " Erren menjawab pertanyaan axel sambil mendekati para mayat tersebut.
"Lia, segera panggil ambulance dan suruh mereka cepat datang kemari" Ucap erren. Lia pun dengan cepatnya menuruti perintah erren dan segera memanggil ambulance.
Di sisi lucifer di waktu bersamaan.
Lucifer sedang dengan santainya membaca buku, tapi tiba tiba saja ada yang mengetuk jendela kamarnya padahal kamar nya itu berada di lantai 3.
" Anjir- siapa yang ngetok jendela malam malam- jangan jangan setan" Ucap Lucifer ketakutan sambil menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Senior buka jendela nya" Terdengar suara seorang pria dari luar, lucifer pun penasaran siapa yang mengetuk jendela nya pada tengah malam seperti ini. Lucifer berjalan menuju keluar jendela, dan membuka jendela tersebut.
"K-kau?!" Ucap lucifer berjalan mundur
BERSAMBUNG
__ADS_1