
Eps 13 {|[secret royal vampir]|}
Eps sebelum nya
"Jangan.. Pernah ikut campur.. Dalam hal hal yang berada.. Di luar kemampuan mu" Ucap Axel.
Erren terkejut, karena sepertinya kata kata di halaman terakhir ini adalah sebuah peringatan agar tidak ada seseorang pun yang mencari tau identitas mereka.
"Nona, anda mendapatkan buku itu dari mana? " Tanya lia menatap tajam ke erren. Erren hanya bisa diam dan mengalihkan pandangan nya, dia tidak mau lia dan axel terlibat dalam masalah tersebut.
Tiba tiba saja ada salah satu pelayan yang mengetuk pintu kamar erren.
" SIAPA ITU?! " ucap lia "s-saya hanya pelayan di sini, saya di suruh untuk memanggil nona erren dan yang lain untuk sarapan" Ucap Pelayan itu gemetar dan ketakutan. " Kalo begitu saya permisi dulu" Pelayan itu pun pergi dari sana.
Tak lama kemudian erren dan yg lain keluar dari kamarnya untuk menuju ke ruang makan.
Di sisi lain di waktu yang sama.
Yui dan xander pergi ke stasiun yang dimana itu adalah stasiun terjadinya masalah sebelum nya.
Saat mengelilingi bagian dalam kereta, xander dan yui melihat jejak sepatu yang sudah lama, padahal setelah kejadian di kereta tersebut, kereta itu sama sekali tidak pernah di pakai lagi.
Mereka mendekati jekak kaki tersebut, saat mereka melihatnya, jejak kaki itu terlalu kecil untuk ukuran sepatu anak remaja, mereka beranggapan bahwa jejak tersebut hanyalah jejak kaki seorang anak kecil yang tida sengaja masuk ke dalam kereta.
Saat mereka melihat jejak kaki tersebut, tiba tiba saja ada anak kecil yang datang entah dari mana, dan sudah berada di depan mereka.
"Hai paman" Ucap sang anak laki laki tersebut. Yui dan xander mundur perlahan lahan karena mereka merasakan bahwa anak kecil tersebut sungguh berbahaya.
Dengan keberanian, xander berusaha mendekati anak kecil tersebut. " Dik, sedang apa kau disini? " Xander memegang bahu anak kecil itu, tapi entah kenapa, tangan xander malah menembus tubuh anak kecil itu. Yui yang melihat nya sungguh kaget, dia berjalan mendekati anak kecil itu dan berusaha menyentuh nya, tapi sayang nya, Yui sama sekali tidak dapat menyentuh anak kecil itu.
"Perkenalkan, nama ku cain! " Ucapnya sambil tersenyum lebar. Dengan rasa gelisah yui menyebutkan nama nya "n-nama mu bagus, p-panggil saja aku yui" Ucap nya. Xander melihat yui, dalam hati Xander, dia senang memiliki rekan yang sungguh berani di banding dirinya.
Xander menatap mata anak bernama cain itu, "perkenalkan namaku Xander" Ucap ny sambil tersenyum. "Senang bisa bertemu dengan kalian" Ucap cain bahagia.
__ADS_1
"Kau ini sebenarnya mahkluk apa.."ucap Yui menatap sinis ke arah cain. Cain hanya tersenyum tanpa berkata apa apa. Yui melihat ke kaki nya dan merasa bahwa ukuran kakinya ini sungguh cocok dengan jejak sepatu di sana. Yui menyimpulkan bahwa cain lah pemilik jejak sepatu tersebut.
Setelah itu, yui dan Xander kembali ke pekerjaan nya dan mengabaikan keberadaan cain. Tak lama kemudian setelah semuanya selesai di periksa, yui berusaha mencari cain untuk di tanyai lebih lanjut. Tapi sayang nya, cain sudah pergi dari sana.
Di sisi Ryan dan yang lain
Pada saat itu, Ryan telah di lepaskan tali ikatan nya, tapi entah kenapa dia tidak melarikan diri dan malah berbincang dengan ezra dan yang lain.
Tak lama kemudian,mereka memutuskan untuk kembali ke kota orbis.
Di tengah perjalanan menuju kota orbis, tiba tiba saja steve mengalami masalah buruk, tak lain dan tak bukan adalah masalah terhadap perutnya, ternyata steve terkena diare.
Setelah itu mereka berusaha mencari toilet umum di sekitar sana. Saat menemukan toilet nya, Steve segera buru- buru untuk masuk ke toilet itu.
Tak lama kemudian, steve akhirnya keluar dari toilet dengan perasaan lega.
ezra, Ryan, dan Ace melihat steve dengan tatapan datar. Ryan berjalan ke arah ezra sambil menatap matanya.
Steve ke sakitan karena pukulan Ryan "h-he, kau ngapain mukul kepalaku?!"
Ucap steve merasa kesal ke Ryan. Ryan hanya tersenyum dan berkata "tadi ada serangga di rambut mu" Steve merasa ketakutan, karena serangga adalah mahkluk yang dia benci.
Steve menjabat tangan Ryan "terimakasih Ryan! Kau telah menyingkirkan serangga itu!" Ucap Steve yang merasa bahagia. Ace dan ezra yang melihat kejadian itu berpikiran bahwa otak Steve suah tidak benar.
"Sepertinya otak nya rusak" Kata ezra dan Ace dalam hati.
Ryan segera pergi dari sana karena tidak tahan dengan tingkah Steve, yang lain pun segera menyusul Ryan.
Di lain sisi. Erren sepertinya jg sudah ingin kembali ke kota orbis, tapi mereka kembali dengan sebuah sihir yg dapat memindahkan objek mahkluk hidup ke suatu tujuan yang telah di tentukan.
Tak lama kemudian, erren berpamitan dengan raja karena akan segera pergi. Tapi, sebelum erren pergi raja memberi erren sebuah hadiah berupa kalung yang sungguh indah. Erren segera memakai kalung tersebut dan pergi dari sana.
Setelah sampai di rumah, erren segera membereskan barang barang yang ia bawa. Tiba tiba saja erren berteriak dengan keras, lia dan axel yang mendengar segera berlari ke kamar erren untuk menolongnya. Siapa sangka, erren berteriak karena ada banyak sekali kecoa di dalam lemari pakaian nya. Lia yang melihat pun segera menang erren sedangkan axel sama sekali tidak bergerak, itu di karenakan dia juga tidak menyukai kecoa.
__ADS_1
Dengan adanya lia, akhirnya semua kecoa itu telah teratasi dengan baik.
Lia menatap ke arah axel, axel pun merinding ketakutan dengan tatapam lia. "A-ada apa ketua" Ucap axel merasa ketakutan. "Kau kenapa tidak membantu ku menyingkirkan hewan ini?" Lia mengatakan itu sambil tersenyum. Axel hanya diam dan tidak menjawab, dia tidak ingin bahwa ada orang tau jika dia takut dengan hewan kecoa.
"Kenapa si axel manggil lia 'ketua' lagi, bukannya sebelum itu dia manggil kakak" Dalam hati erren yang merasa bingung.
Keesokan hari nya, saat pagi hari.
Erren bergegas untuk pergi ke sekolah nya. Di perjalanan dia tak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan di depan nya.
"A- maaf kan aku!" Erren membungkuk 90 derajat. "Tidak apa apa kok" Ucap orang tersebut sambil tersenyum. Erren menegakkan badan nya dan melihat wajah orang tersebut. "Kau pasti sedang terburu buru, maaf jika menghadang jalan" Ucap nya. "I-iya" Ucap erren yang merasa gugup. Setelah itu, erren segera berlari menuju ke sekolah nya.
Untung saja erren datang tepat waktu ke sekolah dan pada akhirnya dia tidak mendapatkan hukuman dari guru pengawas.
Saat pelajaran di mulai, erren sama sekali tidak memperhatikan apa yang guru jelaskan. "Eren" Guru terus memanggil nama erren, pada akhirnya guru mengambil tindakan. Guru itu melemparkan erren dengan sebuah penghapus papan tulis tepat mengenai kepalanya.
Erren kaget karena di lempar penghapus oleh gurunya. "hadir buk" Ucap erren sambil berteriak. Seisi kelas tertawa mendengar apa yang erren katakan.
"Erren, sepertinya kamu tidak suka kelas saya ya, kalau begitu silakan keluar dari kelas saya sekarang!" Ucap guru itu. Erren pun segera keluar dari kelas, dia pergi ke atap sekolah untuk menenangkan dirinya.
Di sisi lain para detektif.
Saat itu xander datang telat lagi ke kantor. "Lagi lagi kau telat, pasti karna tidur malam" Ucap yui sambil memeriksa dokumen. Xander mendekati yui dan berkata "hei.. Tadi saat ku di jalan ada hal yang mengganggu, makanya ku datang telat"
Seketika yui berhenti memeriksa dokumen. "Apa yang menggangu mu?" Tanya yui.
"Yaah.. Tadi saat di jalan, ada seorang gadis yang menabrak ku sepertinya murid sma" Ucap Xander kepada yui.
Mendengar hal itu, yui hanya diam tanpa bereaksi sedikit pun. Yui melanjutkan tugasnya untuk memeriksa dokumen.
"Cih, gk asik" Ucap Xander kembali duduk ke mejanya sambil kesal.
bersambung
__ADS_1