
Eps 15 {|[secret royal vampir]|}
Eps sebelum nya
"Mereka orang gila dalam permainan game" Ucap Ace kepada Ryan. Ryan hanya tertawa mendengar kata kata Ace. Dia menatap Ace dan berkata "kau
juga sama seperti mereka,namun yang berbeda nya, Kau lebih tergila gila untuk berpura pura baik, padahal sebenarnya kau adalah monster pembunuh"ucap Ryan dengan senyuman menyeramkan.
Ace menatap Ryan dengan tatapan membunuh " Apa maksud mu?!" Ucap nya. "A- maaf keceplosan" Ryan menjawab nya dengan santai tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Ayo sedikit lagi!!" Steve berteriak keras.
Seketika suasana yang mencekam dari Ace dan Ryan sekarang menjadi sedikit lebih ringan.
Pertandingan ezra dan steve akan segera berakhir karena nyawa di antara mereka hampir habis.
Setelah pertarungan sengit antara steve dan ezra,pada akhir nya pemenangnya adalah steve. Walaupun ezra kalah, dia sama sekali tidak mempedulikan itu.
Saat jam pulang sekolah di sisi erren.
Erren saat itu langsung pulang ke rumah nya untuk beristirahat.
Di lain sisi di waktu yang berbeda.
Saat itu Lucifer sedang memesan tiket pesawat untuk nya agar segera kembali ke kota orbis. Tiba tiba saja, seseorang yang menelepon ny sebelum itu kini kembali menelpon Lucifer.
Lucifer pun tidak ada pilihan lain selain mengangkat telepon itu. Terdengar suara yang amat pelan dari telepon "halo, anda siapa ya? " Tanya Lucifer. Namun tidak ada jawaban dari orang yang menelepon tersebut. "Maaf tuan atau nyonya, saya ini sibuk jadi jangan ganggu waktu saya" Ucap nya sambil menggaruk kepalanya.
Tiba tiba saja terdengar suara yang amat pelan
"bunuh anak dari raja vampir itu"
__ADS_1
Lucifer yang mendengar hal tersebut pun kaget "tanpa kau suruh pun aku pasti akan membunuhnya" Ucap nya sambil tersenyum. Tiba tiba saja telepon itu mati, dan membuat lucifer bingung "siapa pula orang iseng yang sengaja nelpon cuman ingin bilang seperti itu" Ujar Lucifer sambil menghela nafas.
Tak lama kemudian, pesawat yg menuju ke keberangkatan lucifer selanjutnya pun telah datang. Lucifer memasuki pesawat tersebut dan duduk di kursi yang sudah di tandai.
Kembali ke sisi erren yang berada di sekolah. Pada saat jam pulang sekolah, tiba tiba saja ada yang menghadang nya di pintu kelas.
"Woe, kau ikut kami sebentar" Ucapnya kepada erren. Erren mengabaikan mereka dan segera keluar dari kelas.
"Ahh! Soal ni anak susah amat di bilang" Ucap mereka menghadang jalan erren. "Apa lagi sih yang kalian mau?!" Erren berteriak dengan rasa jengkel. Tiba tiba saja nata yang baru keluar dari kelas nya melihat kejadian itu dan segera menolong erren.
"Hoi.. Apa yang kalian lakukan dengan teman ku?!" Ucap nata menatap sinis ke arah mereka. "Hei cewek jal*n* ngapain kau menghalangi kami ha?!" Ucap salah satu wanita di kelompok tersebut. Nata hanya menatap nya dengan sinis, cewek itu pun merasa kesal dengan mereka.
"Tidak cukup kah pukulan ku tadi?" Ucap erren sambil tersenyum ke arah mereka.
Tiba tiba saja mereka perlahan mundur setelah mengingat apa yang di lakukan erren tadi di kantin.
"Kalian mau juga kah seperti tadi?" Erren berkata seperti itu sambil tersenyum mendekati mereka. Tiba tiba saja nata memegang pundak nya erren. "Ren, mau ku antar pulang gak?" Tanya nata melihat erren. "E-eh ngga perlu, nanti juga ada yang menjemput ku" Ucap erren. Mendengar hal tersebut nata langsung menarik lengan erren dan pergi dari sana.
Setelah sampai di depan gerbang sekolah, nata melihat seseorang yang berpakaian serba putih berdiri di seberang jalan. "Ah- nata, itu aku sudah ada yang jemput" Ucap erren kepada nata. "Bukankah dia orang yang tinggal bersama mu ya? " Tanya nata. "Iya, dia kali ini ingin menjemput ku, katanya mau mengajak ku pergi ke suatu tempat" Jawab erren. Setelah itu, mereka pun berpisah disana. Tak lama setelah erren pergi jauh dari sekolah, nata pun di jemput oleh supir pribadi nya.
"Baik baik saja kok, liburan mu gimana tuh disana? " Balas nata sambil tersenyum melihat layar handphone.
Setelah nata mengirim kan pesan tersebut, seseorang yang menggunakan nomor intan itu pun sama sekali tidak menjawab pesannya.
Di sisi lain, erren dan lia sedang dalam perjalanan pulang. Setelah sampai di rumah, erren di sambut dengan axel yang sedang membersihkan rumah.
"Selamat datang nona" Ucap axel menghampiri erren sambil tersenyum.
"Waah, Hai axel. Apakah pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya erren ke axel.
"Iya sudah nona" Jwb axel.
__ADS_1
Erren duduk di sofa dan berkata "axel duduk sini, lia juga" Ucap erren sambil tersenyum. Mereka berdua pun duduk juga di sofa. "Kenapa nona" Tanya lia ke erren.
Tiba tiba saja erren memasang wajah serius sambil melihat mereka berdua.
"Ini mengenai pendeta yang di bicara kan ayah ku kemarin" Ucap erren.
Flashback ke hari sebelumnya di saat sarapan.
Di saat itu erren sarapan di meja makan bersama ayahnya dan hanya mereka berdua saja. Erren menyantap makanan yang telah di hidangkan di sana. Di suasana hening seperti itu, tanpa adanya sebuah topik pembicaraan dan hanya ada suara alat makan yang berbunyi,tiba tiba saja raja berbicara kepada erren yang sedang asik makan.
"Erren, apa tujuan mu datang kemari" Ucap raja sambil menatap erren. Erren tersedak makanan nya ketika mendengar apa yang dikatakan raja. Dia segera mengambil air minum yang berada di dekatnya dan meminum air tersebut.
"A-ah, maaf sebelumnya tidak memberitahu Anda. Tujuan saya kesini hanya ingin menanyakan identitas seseorang" Ucap erren dengan wajahnya yang pucat. Raja yang mendengar perkataan erren merasa bingung.jika dia ingin mencari informasi seharusnya cari saja di tempat seseorang yang menjual informasi. Dalam hati raja, namun raja menyimpan pertanyaan nya yang seperti itu dan berkata " Siapa orang yang ingin kau ketahui identitas nya itu? " Ucap raja.
"Pendeta" Erren tersenyum melihat raja. tapi sebaliknya, raja malah kaget dengan kata kata yang di sebutkan oleh erren tersebut. Tiba tiba saja raja memalingkan wajahnya dan terdiam tanpa bersuara sedikit pun. Erren yang melihat tindakan raja merasa bingung
"A-ayah, ada apa? " Tanya erren.
Raja melirik ke arah erren sambil terdiam lama, erren semakin bingung dengan tingkah raja tersebut dia pun memberanikan diri untuk bertanya lagi.
"Ayah mengenal nya kan?" Ucap erren melihat raja. Raja pun mengangguk dan menatap balik erren.
"Pendeta itu bernama kiel, dia adalah seorang pendeta yang berkhianat dari para dewa dan dewi di dunia itu. Akibat penghianatan nya itu, dia mendapatkan kutukan yaitu harus hidup dengan meminum darah manusia ataupun hewan" Ucap raja.
"Tapi bukan kah itu sama saja seperti dia menjadi vampir? Kan dia juga bisa hidup tanpa meminum darah sama seperti ku" Tanya erren yang merasa bingung. Raja pun menjelaskan secara detail mengenai pendeta tersebut.
"Benar, dia seharusnya sama saja seperti kita bangsa vampir. Hanya saja dia memiliki keunikan di tubuhnya itu, yaitu sebuah tanda seperti lambang segitiga yang terletak di punggung nya. Tanda itu adalah kutukan sebenarnya dari para dewa dan dewi, jika saja dia tidak meminum darah dalam 3 hari. Maka dia akan menggila seperti monster dan menyerang seseorang yang berada di dekatnya"
Setelah mendengar hal itu, erren masih merasa bingung. "Apakah tidak ada cara untuk melepaskan kutukannya itu?" Tanya erren. Namun raja menggeleng kan kepalanya dan menatap erren sambil tersenyum dengan terpaksa.
BERSAMBUNG
__ADS_1
HAPPY NEW YEAAAARS!!! gk nyangka udah tahun baru aja. semoga kalian semua akan sehat selalu!!! hehe, dan jangan lupa dukung terus novel ini. maaf jika ceritanya tidak menarik, itu di karenakan saya yang masih pemula dan tidak memiliki pengalaman T_T
terimakasih semua!! sampai jumpa di episode selanjutnya!! byebye!!