Secret Royal Vampir

Secret Royal Vampir
eps 18


__ADS_3

Eps 18 {|[secret royal vampir]|}


eps sebelum nya


Di sisi ezra dan yang lain.


Ketika stave bangun, ia melihat Ryan, Ace, dan ezra sedang tertidur pulas.


"Apa yang mereka lakukan semalam-" Pikir stave sambil melihat mereka.


Stave mengambil handphone nya dan melihat jam. Tak di sangka bahwa hari sudah siang,dia pun segera bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka nya.


Setelah selesai, ia melihat Ace yang sudah terbangun dari tidurnya. "Apakah nyenyak? " Tanya stave. "Tentu kagak" Ucap Ace sambil tersenyum paksa.


Disisi Lucifer.


"Sepertinya ini rumah hantu-" Ucap Lucifer yang ketakutan. Lucifer pun terus menjelajahi rumah tersebut, tiba tiba saja pandangan nya terfokus kepada sebuah foto yang terpajang di dekat tangga ke lantai dua.


"Foto nya bagus, apakah pemilik rumah ini dulu suka mengoleksi foto seperti ini ya" Ucap Lucifer sambil meraba-raba foto tersebut.


"PRANG"


Ada suara seperti sebuah kaca yang terjatuh, Lucifer pun kaget mendengar suara itu. "Apakah di rumah ini beneran ada hantu ya.. " Ujar Lucifer dalam hati.


Dengan membulat kan tekad, ia memberanikan diri untuk pergi ke asal suara tersebut.


Setelah tiba di asal suara tersebut ia melihat sebuah vas bunga yang sudah pecah. "Kayak nya nih rumah dah gak beres nih" Ucap batin Lucifer. Sesegera mungkin ia keluar dari rumah tersebut.


Setelah ia keluar, ia merasakan suatu energi yang aneh.sesegera mungkin ia langsung pergi dari rumah tua tersebut.

__ADS_1


Tak lama kemudian, dia sampai di sebuah pasar di dekat sana.


"Ngga di sangka di sekitar sini juga ada pasar, beli makanan dulu ah" Ujar batin Lucifer. Setelah melihat lihat, dia membeli 10 tusuk sate bakar. Sambil memakan sate tersebut, Lucifer berjalan jalan di pasar tersebut untuk menghilangkan jejaknya.


Disisi erren.


Di saat jam pelajaran ke dua di mulai, tiba tiba saja dia di panggil oleh kepsek untuk datang ke ruangannya. Sesegera mungkin erren izin ke gurunya dan segera pergi ke ruangan kepsek.


Setelah sampai, erren mengetuk pintu ruangan tersebut dan di sambut oleh asisten kepsek yang membuka kan pintu itu. Erren berjalan masuk dan berdiri di hadapan kepsek.


"Ada apa ya pak memanggil saya? " Tanya erren kepada kepsek tersebut.


"Kamu akan di berikan izin untuk libur selama satu bulan" Ucap kepsek. Erren terkejut mendengar apa yang di katakan kepsek. "T-tapi pak, saya sama sekali tidak meminta izin"ucap Erren mulai bingung dengan apa yang sedang terjadi. Tiba tiba saja lia masuk ke dalam ruangan tersebut " Tenang saja nona, saya yang meminta izin " Ucap nya. Erren terdiam dengan kondisi tersebut dan langsung menuruti apa yang di katakan lia.


Kembali ke sisi Lucifer.


"Pengawasan mu bagus juga" Ucap salah satu komplotan tersebut. "Bacot! Kalian ngapain ngikutin aku ha?! " Lucifer berteriak kepada mereka.


"Whoooss"


Tiba tiba saja salah satu komplotan itu muncul di depan Lucifer. Lucifer hanya diam menatap nya. " Kata tuan, kenapa kau sangat lama membereskan vampir tersebut " Ucap nya, lalu Lucifer tersenyum dengan tatapan yang menyeramkan. " Apakah aku harus terus menuruti perintah nya? Tidak kan, aku sama sekali bukan anj*ng pesuruh nya "


Ucap Lucifer.


"Buuk"


Lucifer meninju wajah vampir yang ada di dekatnya itu. "Hei... Bilang ke tuan kalian bahwa diriku sama sekali tidak suka di awasi begini. Jika tidak.. Aku akan berbalik membunuh nya " Ucap Lucifer dengan raut wajah yang suram.


Setelah itu, para sekumpulan vampir tersebut pun langsung pergi dari sana.

__ADS_1


" Sial, ngapain sih tuh para budak vampir pada nyamperin " Ucap Lucifer sambil pergi dari sana.


 


Saat itu erren pergi dengan nata ke sebuah tempat. tak lama mereka pergi, mereka tiba di sebuah pemakaman yang sangat jauh dari rumah mereka.


Erren tertegun. " Apa yang akan kita lakukan di sini " Tanya erren. Namun, lia hanya diam saja sambil pergi lebih jauh ke pemakaman tersebut. Dengan cepat erren langsung mengikuti nya.


"H-hei lia tunggu, kita mau kemana" Ucap erren berusaha menggenggam tangan lia. "Nona ikut saja dengan ku, nanti nona akan tau sendiri" Lia menjawab apa yang di tanya erren.


Setelah sampai tujuan, erren melihat sebuah gubuk di tengah tengah pemakaman. "Apa yang kita lakukan di sini" Tanya erren. "Nona masuk aja" Ucap lia sambil tersenyum. Errem pun segera masuk ke dalam gubuk tersebut. Ketika dia masuk, erren terkejut melihat isi yang ada di gubuk itu.


"Lia!!!! Kau dapat dari mana semua senjata ini?!?! " Ucap erren melihat senjata yang ada di situ. "Tentu saja saya kumpulkan nona" Kata lia dengan bangganya.


"Untuk apa semua senjata ini?" Tanya erren menghampiri lia. "Untuk membunuh para vampir pemberontak" Jawab lia. Erren bingung dengan perkataan lia "apa maksud mu? Kau kan tau kalo bangsa vampir tidak bisa mati oleh senjata seperti itu" Kata erren.


Mendengar ucapan erren, lia baru sadar akan hal itu. "T-tunggu, jangan jangan kau tidak ingat akan hal itu-" Erren seketika terdiam melihat lia yang mengangguk atas pertanyaan nya.


Keesokan harinya. Ketika pukul 09.17 di sekolah. "Anjir, gue telat" Ucap Lucifer sambil berlari menuju ke sekolah.


Beberapa waktu berlalu, akhirnya ia pun sampai di sekolah. "Apa yang kau lakukan di sini hm? " Ucap seseorang yang tak di kenal.


Lucifer melihat wajahnya dan kaget, ternyata itu adalah ketua OSIS di sekolah nya. "K-ketua... " Ucap Lucifer sambil berjalan mundur. Ketua OSIS itu pun segera mendekati Lucifer. "Wah ada murid baru yang bernama Lucifer yah nih.. " Ucap ketua OSIS sambil tersenyum. Lucifer segera berlari dengan cepat menuju ke toilet.


Setelah sampai toilet Lucifer melihat pantulan dirinya di kaca. "Untung aja selamat dari tuh ketos" Ucap Lucifer menghela nafas.


Tiba tiba saja...


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2