
Eps 10 [{|secret royal vampir|}]
eps sebelum nya
Setelah lia pergi erren merasa menatap axel dengan heran karena dia sama sekali belum pergi dari rumahnya "hm.. Axel, benar kan itu nama mu? " Tanya erren kepada axel. Axelpun mengangguk kan Kepala nya dengan cepat.
"kenapa kau masih di sini?" Tanya erren merasa bingung
Setelah itu axel pun tersadar bahwa dia telah di tinggal oleh lia di rumah erren
"E-eh maaf kan saya nona, saya tidak tau bahwa kak lia sudah pergi. Kalo begitu saya pamit dulu" Ucap axel bergegas pergi
"Ka-kakak?! Bu-bukankah lia itu ketua nya... Au ah gak peduli" Ucap erren dalam hati
Keesokan harinya, erren pergi ke sekolah seperti biasa dengan merahasiakan bahwa intan telah meninggal, dia masih sangat syok mengetahui bahwa intan telah meninggal namun dia berhasil menyembunyikan raut muka sedih nya itu di hadapan umum.
Saat jam istirahat, tiba tiba saja nata datang ke kelas erren untuk mengobrol dengan nya.
"Hai erren apa kabarmu? " Tanya nata sambil berjalan ke arah erren.
Entah kenapa erren sama sekali tidak menjawab pertanyaan nata tersebut
" Door! " nata berteriak mengejutkan erren.
"E-eh, na-nata. Kenapa kau kemari? " Tanya erren yg merasa kaget
"Jawab dulu pertanyaan ku, kenapa kau tadi melamun? " Ucap nata sambil duduk di kursi dekat meja erren
Erren terdiam sejenak "apa yang harus ku beritahu ke dia, jika dia tahu kalo intan mati... Haa itu sangat gawat" Ujar erren dalam hati
"A-ah, aku hanya memikirkan ujian untuk akhir semester ini aja" Ucap erren merasa gugup
"Owh begitu, ku kira kau ada masalah apa" Jawab nata tersenyum bahagia
Setelah itu mereka saling mengobrol satu sama lain, tapi setiap nata bertanya mengenai intan, erren berusaha semaksimal mungkin untuk mengubah topik pembicaraan mereka
"Tunggu dulu, sepertinya ada yang aneh dengan mu erren" Kata nata merasa curiga. Erren terkejut mendengar kata kata nata "e-eh, apa maksud mu" Ucap erren.
"Hm... Sepertinya... Kau......
tidak membawa buku sains ya! " Ucap nata melihat ke arah meja erren
"Eh, i-iya, aku tidak membawanya" Jawab erren merasa lega.
__ADS_1
Namun erren merasa bingung bagaimana dia tau mata pelajaran selanjutnya sedangkan dia saja beda kelas dengan erren.
"Baiklah kalo gitu, aku kembali ke kelas ku dulu, sampai jumpa" Kata nata sambil berjalan keluar kelas erren
beberapa waktu berlalu akhirnya Sekolah pun berakhir.
Erren sesegera mungkin pulang ke rumah nya untuk mempersiapkan kepergiannya nanti malam.
Beberapa waktu berlalu.
Saat sore hari, lia dan axel datang ke rumah erren untuk mengantar nya ke tempat orang tua erren.
"Erren kami datang" Ucap lia memasuki rumah erren
"kenapa kalian cepat sekali datang nya? " Tanya erren ke mereka berdua
"Kami hanya ingin datang cepat aja" Jawab lia
Beberapa waktu mereka berbicara malam pun tiba.
"Nona, kita sudah mau pergi. Apakah nona sudah siap? " Ucap lia menuju ke kamar erren
"E-eh, aku sudah siap kok" Jawab erren berjalan keluar kamar
Setelah itu mereka pergi ke tempat raja vampir.
"Nona, kita sudah sampai. Apa kah nona ingin berkeliling dulu? " Tanya lia kepada erren ,Namun erren menggelengkan Kepala nya dan berkata "lebih baik kita langsung pergi ke tempat ayah ku"
"Ah nona benar, kita tidak ada waktu untuk jalan jalan" Ucap lia ke erren
Setelah itu mereka langsung pergi menemui raja vampir atau yang bisa di sebut ayah nya erren.
Saat mereka masuk, erren dan lia terkejut bahwa di sana ada Ryan yang sedang berbincang dengan ayah nya erren
Ryan yang melihat erren dan lia masuk tersenyum dan berkata "hallo" Ucap nya sambil melihat ke arah erren.
"Ka-kau, bukan kah kau yang ada di kereta tersebut" Tanya erren ke Ryan
Lalu Ryan berdiri dan berkata "benar, itu adalah aku"
Lia menatap nya dengan sinis. "Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya lia berjalan menuju Ryan
"E-eh, aku hanya ingin bertemu dengan raja arthur" Jawab Ryan merasa canggung
__ADS_1
Lia bingung dengan kata kata yang di bilang ryan"Arthur? Siapa Arthur? " Ucap lia merasa bingung, lalu Ryan pun berkata"hee bukan kah nama raja vampir ini adalah Arthur... "Ucap nya sambil tersenyum.
Lia kaget mendengar hal itu " A-apa, kau... Berani sekali kau berbicara yang tidak sopan seperti itu kepada yang mulia"ucap lia yang merasa marah, erren sesegera mungkin menahan lia agar tidak memukul Ryan
"Hm... Apakah kalian saling mengenal? " Tanya axel yang kebingungan.
Lalu erren mengangguk dan memberitahu bahwa dia pernah bertemu dengan Ryan saat berada di kereta api
Erren kaget mengingat bahwa saat dia bertemu dengan Ryan di kereta api, karena pada saat itu Ryan sama sekali bukan lah seorang vampir
"Tunggu dulu, jika kau di sini, itu berarti kau adalah vampir? Tapi kenapa saat di kereta api tersebut aku merasakan bahwa kau itu adalah manusia?" Tanya erren merasa bingung
"Yah... Itu benar, aku adalah vampir,kalo pada saat di kereta... Gak tau juga ya" Jawab Ryan tersenyum lebar ke arah erren
"Hei... apakah kalian tidak ingin duduk?" Tanya raja vampir
"A-ah maaf yang mulia atas ke tidak sopan'an saya" Ucap lia dan axel sambil membungkuk
Setelah itu erren, lia dan axel segera duduk di dekat raja vampir, saat itu tiba tiba saja ada urusan mendadak yang membuat raja vampir harus pergi sebentar dari sana.
"Maaf ya... Saya ada urusan sebentar" Ucap raja vampir sembari tersenyum meninggal kan ruangan tersebut.
"Hm... Kebetulan yang mulia tidak ada, aku ingin bertanya sesuatu padamu" Ucap lia berjalan mendekat Ryan
"Siapa kau sebenarnya? " Tanya lia dengan tatapan dingin nya
"E-eh, perkenalkan nama ku Ryan" Ucapnya
"Bukan itu yang ku tanyakan bodoh! " Lia berteriak dengan tegas ke arah ryan
Tiba tiba saja erren menarik lia dan berkata "He-hei, lia. Itu tidak sopan... " Ucap erren
"Maafkan saya nona"jawab lia sambil menundukan kepalanya
Axel menatap Ryan dengan tajam.
"tunggu dulu! Bukan kah kau ada dalam daftar para vampir kelas atas? " Ucap axel mendekat ke Ryan
Ryan terkejut mendengar hal itu "e-eh, apa itu daftar vampir kelas atas? " Tanya nya
"Itu adalah nama nama para vampir yang sangat kuat, bahkan vampir tingkat tinggi sendiri pun sangat susah untuk mengalahkan nya" Ucap axel dengan raut wajah gembira
Ryan menyangkal bahwa dia bukanlah vampir kelas atas tersebut, bahkan dia sama sekali tidak tau tentang daftar itu
__ADS_1
"Sudah lah axel, sepertinya kau salah orang. Bukan kah banyak seseorang yang bernama sama seperti ny"ucap erren
" Kau benar nona" Kata axel yang merasa kecewa