
Eps 19 {|[secret royal vampir]|}
Beberapa waktu berlalu, akhirnya ia pun sampai di sekolah. "Apa yang kau lakukan di sini hm? " Ucap seseorang yang tak di kenal.
Lucifer tiba tiba saja berhenti dan melihat wajahnya. ia kaget, ternyata itu adalah ketua OSIS di sekolah nya. "K-ketua... " Ucap Lucifer sambil berjalan mundur. Ketua OSIS itu pun segera mendekati Lucifer. "Wah ada murid baru yang bernama Lucifer yah nih.. " Ucap ketua OSIS sambil tersenyum. Lucifer segera berlari dengan cepat menuju ke toilet.
Setelah sampai toilet Lucifer melihat pantulan dirinya di kaca. "Untung aja selamat dari tuh ketos" Ucap Lucifer menghela nafas.
Tiba tiba saja...
"BRAAK!" Suara pintu di dobrak.
Lucifer kaget mendengar itu, setelah ia melihat ke arah pintu tersebut "k-ketua?!?!" Ucap Lucifer berjalan mundur. "Iya Lucifer ku yang baik" Ucap nya sambil tersenyum.
Tiba tiba saja Lucifer terpojok oleh ketua OSIS itu.
//peringatan, novel ini tidak ada genre yaoi >~<
"Apa yang Anda mau ha?! " Ucap Lucifer yang terpojok sambil melihat mata ketua. Tiba tiba saja ketua OSIS menampar Lucifer.
"PLAK" suara tamparan.
Ketua OSIS menampar Lucifer dengan kuat, Lucifer pun shock dan terdiam sesaat. "Lain kali jangan main Nyelinap gitu" Ucap ketua OSIS. Setelah itu pun dia membawa Lucifer ke ruang OSIS.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya mereka pun sampai di ruang OSIS. Ketua OSIS duduk di bangku nya dan menyuruh Lucifer untuk duduk juga.
"Jadi Lucifer apa-" Di saat pembicaraan mau dimulai, tiba tiba saja diego masuk ke ruangan OSIS. Ketua OSIS pun bertanya kepada nya "ada apa diego?" Tanya Ketua OSIS. Saat mendengar nama diego, Lucifer sama sekali tidak menyadari siapa yang datang.
"Maaf Ketua, saya kesini untuk mengurus berkas berkas saya" Ucap diego sambil berjalan masuk. Tiba tiba saja Lucifer berbalik badan dan melihat siapa yang datang. Lucifer kaget melihat diego, ia berusaha untuk tetap tenang dan berpura pura tidak mengenal diego. Di lain sisi, diego yang melihat Lucifer. Dia sama sekali tidak kaget dengan keberadaan Lucifer, ia memang sengaja untuk bersekolah di tempat Lucifer.
__ADS_1
"Baiklah Ketua, karena urusan saya dengan anda sudah selesai, saya akan pergi ke kelas" Ucap Lucifer sambil berdiri dan keluar dari ruang OSIS. Bukannya kembali ke kelas, Lucifer malah berdiri di depan ruang OSIS.
Tak lama kemudian, diego keluar dari ruang OSIS. Ketika diego keluar, tiba tiba saja Lucifer menghentikan nya.
"Hm? Ada apa ya? " Tanya diego ke Lucifer. "Kenapa kau berada di sini ha?! Apa tujuan ku ke sini!? " Ucap lucifer sambil menarik kerah baju diego. Setelah lucifer menanyakan hal itu, diego tetap diam tanpa berbicara apapun. Lucifer yang sudah sangat jengkel akan kehadiran diego pun memukul tembok dengan upaya sebagai ancaman untuk diego agar tidak bertindak sembarangan. Lucifer pun pergi dari sana dan kembali ke kelasnya.
Di sisi erren.
Saat itu erren berada di rumahnya, bersama lia dan axel. Mereka bertiga duduk di kursi yang berada di ruang tamu. Erren hanya melihat axel tanpa berbicara apapun. "A-ada apa nona" Ucap axel. "Lia.. Apakah kau butuh kelinci percobaan untuk mencoba senjata mu itu? " Tanya erren kepada lia.
Lia bingung dengan ucapan erren, tetapi ia tetap menganggukkan kepala nya, karena memang benar, lia membutuhkan kelinci percobaan untuk menguji senjata nya. Tiba tiba saja erren menatap axel sambil tersenyum, axel yang menyadari dirinya di tatap oleh erren pun merasakan firasat yang tidak enak.
"Kenapa?" Tanya axel dengan ekspresi yang merasa cemas.
Erren hanya tersenyum setelah axel bertanya kepada nya. "Axel.. Ku perintahkan kau untuk membantu lia menguji coba senjata nya" Ucap erren sembari tersenyum.
Ketika axel melihat ke belakang, ia sama sekali tidak melihat erren dan lia mengikuti nya. Tapi, tiba tiba saja erren dan lia dalam sekejap mata berada di belakang nya axel.
"BRUK"
Axel menabrak tiang listrik dengan amat kuat akibatnya axel terjatuh karena itu. "AXEEL!!" ucap erren dengan sigap menangkap axel.
"A-apa yang terjadi... Aku melihat nona ada dua-" Seketika axel pingsan dalam sekejap, erren panik dengan keadaan nya itu dan langsung bergegas pulang untuk mengistirahatkan nya.
Setelah sampai di rumah, erren langsung membaringkan nya di sofa dan menyuruh lia untuk mengambil air hangat.
Di sisi lain di tempat Ace dan yang lain.
"Tap... Tap... Tap... " Suara langkah kaki Ace yang berjalan menuju kamar Ryan dan yang lain.
__ADS_1
Setibanya di depan kamar mereka Ace terpikirkan sebuah rencana licik di dalam pikiran nya, dia kemudian kembali ke ruangan nya untuk mengambil handphone nya dan membawanya ke kamar Ryan dan yang lain. Sebelum Ace merencanakan ide licik nya tersebut, tiba tiba saja ezra menepuk pundak Ace yang mengakibatkan Ace yang hampir memukul ezra karena kaget.
"Apa yang kau lakukan Ace? " Tanya ezra tanpa rasa bersalah. Ace menatap ezra dengan raut wajah yang kesal, ia pun menjawab apa yang di tanya ezra "kau lihat saja, ini pasti akan menyenangkan" Ucap Ace sambil tersenyum.
Setelah itu, Ace masuk ke kamar Ryan dan yang lain dengan diam diam agar tidak membangunkan mereka. Ace menghidupkan alarm di headphone nya yang akan menyala dalam waktu 5 menit lagi.
Hitung mundur pun di mulai, sesegera mungkin Ace keluar dari kamar mereka dan kembali ke ruangan nya bersama ezra.
Tak lama kemudian
"3,2,1" Waktu di timer tersebut pun sudah habis, dan terdengar suara ketawa yang sangat menyeramkan dari kamar Ryan dan yang lain. Sontak Ryan dan stave terbangun karena kaget dengan suara tersebut. "SIAPA DI SANA?!?!" Ryan berteriak ketakutan sambil memegang sebuah tongkat.
Alih alih rencana Ace, Ace berakting seakan dia kaget dengan teriakan Ryan dan stave dan berpura-pura untuk menolong mereka. Sedangkan ezra hanya diam memperhatikan tindakan Ace tersebut.
"Apa yang terjadi di sini??! " Ucap Ace mendobrak pintu kamar mereka. Ketika masuk, Ace melihat Ryan dan stave yang sangat waspada dengan keadaan sekitar nya. Tiba tiba saja stave langsung berlari ke arah Ace dan bersembunyi di belakang nya.
"H-hei tenanglah, apa yang sedang terjadi? " Tanya Ace dengan wajah seakan akan tidak tahu apa apa. Sesaat ruangan tersebut tiba tiba hening karna sama sekali tidak ada yang menjawab pertanyaan Ace. "Tadi kami mendengar suara seseorang tertawa" Ucap Ryan yang memecah kan keheningan tersebut.
Tiba tiba saja ezra masuk ke dalam ruangan tersebut dan berjalan ke sebuah meja. Dia mengambil handphone Ace dan memberinya ke Ryan. "Suara tersebut berasal dari sini" Ucap ezra sambil tersenyum. Ryan mengambil headphone tersebut "tunggu, bukankah ini headphone nya Ace? " Ucap Ryan menatap Ace.
"A-ah sepertinya tadi ada yang mencari ku, aku pergi dulu ya" Seketika Ace langsung menghilang dari sana. "Gak di kejar tuh? " Ucap ezra dengan tatapan datar. "Kagak, paling dapat karma nya" Jawab ryan, seketika stave langsung memotong pembicaraan "eh eh, serius dapat karma nih?" Ucap stave
"ya iyalah, gak mungkin gak dapat"
Setelah itu stave pergi keluar untuk menjahili orang yang lewat. "Hm... Dia kenapa-" Tanya Ryan melihat ezra
"Biasa, penyakit wibu nya kumat lagi" Jawab ezra sambil berjalan keluar kamar. "Anjir wibu" Ujar Ryan sambil mengikuti ezra.
BERSAMBUNG
__ADS_1