
“Saya ingin bertemu dengan Altair Alvaro”
suara wanita yang sangat lantang kepada resepsionis di lantai 9
“Apakah Anda sudah membuat janji dengan Pak Manager?”
“Saya tidak punya janji. Dia tak membalas pesan atau mengangkat telepon saya”
“Mohon maaf, jika Anda tidak ada janji dengan Pak Manager. Anda tidak boleh masuk. Pak Manager tidak suka bertemu mendadak. Silahkan membuat janji terlebih dahulu”
“Persetan dengan Janji”
Ujar Wanita itu lalu berusaha menerobos masuk.
Tok
Tok
Tok
“Tuan Altair”
“Altair Alvaro!”
“Altair!”
Mila mendengar suara berisik diluar pintu.
Seorang wanita pirang memakai mini dress masuk ke dalam ruangan Altair
“Altair, where are you?” Gadis itu terus saja menyebut nama Altair
“Altair isn’t here! He’s at his meeting room” Jawab Mila
Gadis itu menggeram pelan
“Who are you, *****?”
Mila kaget mendengar ucapan gadis sialan itu
“You said I’m a *****? Hey, look at mirror first, *****! Dress kekurangan bahanmu. Berteriak-teriak diruangan Tuan Altair. So, you’re a ***** here!”
Gadis itu kembali menatap Mila. Tajam.
“Altair sangat sibuk, jadi jika ada urusan penting Anda bisa beritahukan pada saya, nanti akan saya sampaikan”
“Tidak perlu perantara. Saya bisa sampaikan sendiri.”
Gadis itu tetap bersikeras ingin bertemu
“Siapa kau ini? Kenapa ada di dalam ruangan Altair?” Tanyanya lagi.
Mila tak pedulikan perkataan Gadis itu dan memalingkan wajahnya
“Hei! lepaskan tanganku!” Gadis itu mencengkram tangan Mila
“Beraninya kau menggoda Altair, pacarku. Jangan dekati dia, dia milikku!”
“Ada apa ini?” Tanya Altair masuk ke dalam ruangan melihat Mila dan gadis pirang itu secara bergantian
“Sayang, Aku merindukanmu” Gadis itu melepas cengkramannya
Ucap gadis itu menghampiri lalu memeluk Altair namun Altair menghempasnya.
Terlihat raut wajah gadis itu murka
“Pulanglah Rin! Aku tidak ada kepentingan lagi denganmu!”
“Aku tidak mau”
“Mila, tolong kau arahkan dia dimana pintu keluarnya”
Ucap Altair berjalan seraya membuka jas hitamnya dan meletakkannya diatas meja kerja.
Mila tersenyum kemenangan
“Silahkan Nona” Mila mengarahkan gadis itu dan membukakan pintunya
“Tunggu pembalasanku nanti” Gertak gadiskekurangan bahan itu meninggalkan ruangan Altair.
“Gadis kekurangan bahan tadi siapa?” Tanya Mila memulai pembicaraan
“Adrine Calluella. Salah satu penggemar Saya!” Jawab Altair tanpa melirik Mila
__ADS_1
“Apa kau gila? Tidak malu semua orang dikantor melihat wanita berbeda-beda kekurangan bahan datang mencari mu?”
“Saya tidak peduli” Altair menjawab tanpa ekspresi
“Gadis itu meneror hidup Saya dan selalu mencari Saya. Sialan!”
Mila tertawa “Berapa banyak yang kau temui sejenis Rin dalam hidupmu?”
“Banyak, Saya tak ingat jumlah pastinya. Tapi Rin lah yang paling agresif. Ia hampir membuat Saya bercinta dengannya ketika Saya setengah mabuk” Tutur Altair
“Oh ternyata Tuan Altair suka minum” Ucap Mila dengan nada mengejek
Altair melirik Mila dengan ujung matanya “Hanya sesekali”
Mila hanya memagut-magut mendengarnya. Malas berdebat dengan pria jenius disampingnya
“Kenapa tadi kau tidak ikut meeting?”
Mila menatap Altair
“Jika saja tadi Saya ikut, Saya takkan bisa bertemu salah satu korban mu tadi kan?”
“Bisakah kau tak menyebutkan kalimat seperti itu? Saya atasan kamu. Harap jaga ucapan mu” Sahut Altair
“Saya kesal, bisa-bisanya Saya dipanggil ***** olehnya dan ia menuduh merebut kekasihnya ini. Cih, padahal jelas-jelas kekasihnya ini bukanlah tipe ku”
“Are you sure?” Tanya Altair bangkit dari duduknya
“Yes, of course! Tak sedikitpun Saya tertarik pada Anda”
“We’ll see, honey” Goda Altair seraya mendekati Mila menyentuh pipi gadis ini
Ucapan Altair membuat Mila merinding.
Tiba-tiba pikiran Mila teralihkan kembali pada gadis itu.
Ya, Mila seperti pernah melihat gadis itu sebelumnya, tapi dimana?
‘Aku mengalami deja vu mungkin’ batin Mila
Harus Mila akui gadis pirang tadi mempunyai paras cantik bak wanita latin. Dengan bibir yang seksi, dan sorot mata tajam yang mampu memikat hati jutaan pria ditambah tubuh semampai dibalut kulit kecokelatan khas daerah tropis yang membuatnya semakin mempesona.
Altair menemukannya di Blowfish Bar.
Sepulang kerja Altair bersama Dika ke bar untuk merefresh pikiran suntuk.
Dika memarkirkan mobilnya di depan bar, kemudian masuk ke bar bersama Altair.
Sedangkan Altair duduk dan memesan wine.
Altair berdiri dari tempatnya menghampiri Dika namun tiba-tiba...
Woosh..
Wine yang dipegang wanita dihadapannya mendarat dibajunya. Altair sempat terpesona
melihat kecantikan wanita itu, tapi sadar ia telah mengotori baju mahalnya.
“Ma..maaf” Wanita itu ketakutan
“Its okay, hunny. Siapa namamu?” tanya Altair
“Rin. Adrine Calluella” Jawab Rin mengulurkan tangannya yang mungil
“Rin? Nama yang cantik. Secantik orangnya. Namaku Altair Alvaro. Mari temani aku minum disini”
Ujar Altair seraya mencium tangan Rin.
Rin mengikuti Altair memesan kembali wine yang tadi telah tumpah dan meminumnya hingga mabuk berat. Kepalanya terasa pusing dan tak sadarkan diri.
Altair terkejut melihat Rin tak sadarkan diri langsung dan menggendongnya ala bridal style membawanya pulang ke apartmentnya.
Dika yang melihatnya dari dance floor lantas mengejar Altair.
“Who is she?”
“Tak ada waktu, besok saja ku ceritakan. Pinjam kunci mobil mu”
Ujar Altair yang dilempar kunci oleh Dika
“Mau lo bawa kemana?”
“Apartemen gue”
“Oke besok pagi, gue kesana” Altair segera masuk ke mobil bersama Rin disisinya.
__ADS_1
Setiba di apartemen, Altair langsung menidurkan Rin ditempat tidurnya. Dia duduk disisi tempat tidur memandangi Rin yang sudah tertidur. Tubuhnya proporsional dan sexy, wajahnya sangat cantik meski tanpa make up. Hidungnya mancung dan bibir pinknya menggoda Altair untuk menciumnya.
Otaknya yang sebagian telah dipengaruhi wine membuatnya berpikiran kotor.
Tiba-tiba saja Rin terbangun dan mensergap bibir Altair.
Ciuman Rin yang awalnya lembut lama kelamaan menjadi ganas. Mau tak mau Altair membalasnya.
Altair berusaha menahan Rin. Untunglah tak berapa lama Rin kembali terlelap
—oOo—
“Good Morning, Handsome”
Ujar Rin seraya membuka jendela kamar Altair.
Membuat Altair terbangun karena silaunya mentari pagi memasuki celah jendela
“Hai, Good Morning, hunny. Do you still hangover?”
“Just a little bit”
“Okay. I’ll make a cup of coffee for you.”Altair mengecup pipi Rin yang duduk disampingnya
“Kamu bisa masak?” Tanya Rin tiba-tiba menyusul di dapur melihat Altair sedang memasak Omelete
“Udah diem aja duduk disitu. And enjoy your breakfast”
Ujar Altair menuangkan Omelete yang tadi dimasaknya ke piring dan memberinya pada Rin
“Gimana enak gak?” Tanya Altair karena Rin terlihat senyum-senyum memakannya
“Ya better lah untuk seorang pria tajir yang hobinya ngebar”
“Setidaknya aku tidak menyerang duluan”
“Hei, kau menyindir ku?”
Altair terkekeh mendengarnya
“Hahaha tidak. By the way kau orang pribumi?” tanya Altair penasaran
“Tidak. Aku dari Brazil. Aku disini untuk urusan pekerjaan” Jawab Rin
“Tapi kau fasih bahasa indonesia?"
"Ibuku indonesia"
"Oh begitu. Urusan pekerjaan Model majalah dewasa?”
“Ahh iya.. Dari mana kau tahu?”
“Disini”
Altair menunjuk majalah yang ia genggam di dapurnya. Terlihat wajah Rin memerah tersipu malu
“Bolehkah aku melihat kau melakukan pose seperti ini di depan ku?”
“Jangankan lihat. Kau pun bisa menikmatinya”
Ucap Altair seraya mengecup bibir Rin dan tangannya bergerilya memegang payudara Rin
“Baiklah kalau begitu besok malam kau harus memuaskan ku. Sekarang mandilah dan pakailah kembali baju mu. Jangan pakai lingerie seperti itu. Temanku akan segera datang” Perintah Altair
Dan benar saja tak lama, Dika datang untuk mengambil mobilnya.
—oOo—
Hari yang ditunggu pun tiba.
Altair menjemput Rin di studionya bekerja.
Altair menggendong Rin ke dalam kamar dan merebahkannya ditempat tidur. Merobek lingerie merah yang dikenakan Rin lalu melepas G-Stringnya.
Rin juga melepas pakaian Altair hingga mereka tak memakai sehelai benangpun.
Altair lalu naik ke atas tubuh Rin. Mencium bibir mungil Rin dengan lembut dan Rin pun membalasnya.
Beralih dari bibir ke leher Rin memberinya kissmark. Setelahnya menghisap ****** Rin yang sudah menegang.
Lalu ciuman Altair menyusuri tubuh indah Rin menuju ke vaginanya, menjilati ******** Rin.
__ADS_1
“Ahh..Kau sudah basah sayang. Kau sudah siap untukku” Ujar Altair lalu memasukkan kejantannanya di kewanitaan Rin. Satu kali hentakan langsung memenuhi diri Rin
Altair mulai memompakan kejantanannya di dalam Rin