
Altair Alvaro Fauzan. Manager tampan yang playboy, suka one night stand dengan berbagai wanita. Namun malang, kali ini ia tak tahu bahwa wanita yang bercinta dengannya saat ini adalah seorang hypersex
Pagi harinya, Rin terbangun dari tidurnya, menyadari sebuah lengan kokoh memeluk tubuhnya. Rin melepaskan pelukan Altair dari tubuhnya dan bergegas ke kamar mandi setelah itu menyiapkan makanan lalu bergegas ke studio melakukan pemotretan dengan meninggalkan Altair seorang diri dikamarnya.
—oOo—
"Selamat Pagi Pak Altair, ada kiriman paket untuk Bapak"
"Dari siapa?" tanya Altair
"Maaf Pak, kurir nya tidak menyampaikan pesan apapun. Tapi sepertinya ada sepucuk surat di dalam bingkisannya" Ujar Wanda - Resepsionis seraya menyodorkan paket bingkisan pada Altair
"Ah, ya. Terima kasih"
"Baik Pak"
"Kiriman dari fans lagi?" Mila tiba-tiba menghampiri mengagetkan Altair. Namun Altair tak menggubrisnya hanya melirik ke arah suara tersebut sebentar
"Hei, saya berbicara pada Anda"
"Sudah jam kerja. Cepat duduk ke kursi mu, dan lakukan pekerjaan mu"
"Sudah selesai semua. Lagipula ini masih pagi. Saya mau sarapan dulu" Ucap Mila dan berlalu ke mejanya, lalu mengambil bekal di dalam Lunch Bag
Altair mengawasi dari mejanya. melihat sekretarisnya itu, makan tanpa menawarkannya
'Sekretaris macam apa dia' gerutunya dalam hati
Mila menyadari Altair melihatnya dan terkekeh dalam hati karena Altair seperti anak kecil yang menelan ludah karena menginginkannya juga
Semakin Altair menginginkannya, semakin Mila sengaja memakan dengan penuh penghayatan dan sangat lama
"Kau ini sengaja ya membuat saya kepingin tapi tak menawarkannya?" Akhirnya Altair bersuara
"Hahahaha Kalau memang ingin, kenapa tidak bilang?"
"Nih, saya tau Anda sangat menyukai Paha Ayam Goreng M*D Spicy" Mila meletakkan makanan dipiring
"Dari mana kamu tau?"
Duuuhhhhhhh,, ****** banget sih Mil segala keceplosan tau makanan kesukaan dia
"Siapapun menyukainya"
"Tidak semua. Ada yang sukanya Dada Ayam, ada yang Paha, ada yang vegetarian"
"Ahhh aku harus ke toilet pak. Selamat menikmati"
Tanpa disadari dompet Mila terjatuh dilantai. Altair yang melihatnya, lalu mengambilnya.
Namun sesuatu tejatuh dari dalam dompet Mila
"Ini foto siapa? Apakah wanita ini Mila? Tapi berbeda sekali. Dan siapa lelaki ini? Seperti tidak asing"
Kepala Altair sakit saat mencoba mengingatnya.
Rasa sakit yang sama tiap dia mengingat masa lalunya
'aaaarrghhhhhhh'
Altair mencoba berdiri namun rasa sakitnya sangat tak tertahankan
"Pak Altair!!" Mila Khawatir saat masuk melihat Altair tergeletak dilantai
"Pak.. Bapak kenapa?"
"Aku tidak apa-apa"
"Kau yakin? Tidak ingin ku antar ke hospital?"
"Aku tidak mau ke hospital"
__ADS_1
"Bisa saja penyakit mu kambuh"
"Uhh.. Ti..Tidakk. Aku bisa sendiri. Sudah lanjutkan saja makan mu"
"Baiklah. Biar aku suapi ya. Setelah itu minum obat"
"Memangnya kau punya obatnya?"
"Tentu. Aku selalu membawa P3K kemana-mana" Jawab Mila diikuti senyuman Altair
"Umm... Mil. Tadi saya tak sengaja menemukan dompet mu terjatuh dan ada foto yang jatuh juga. Dia siapa?"
Degg.... Mila tidak tenang. Khawatir Altair akan mengenali
"Foto yang mana?" Mila pura-pura tenang
"Itu laki-laki yang di dompet mu. Pacar mu ya?"
"Ohhh... Itu kakak laki-laki saya. Saya single Pak. Tolong jangan menyndir saya ya. Saya tidak seperti Bapak yang bisa dengan gampangnya gonta-ganti laki-laki semaunya"
"Kenapa tidak bisa? kau kan cantik"
"bisa-bisanya kau merayu saat sakit seperti ini. Sudahlah sepertinya kau sudah sehat. Lanjutkan sendiri makan mu"
"heeeiiiiiii"
—oOo—
“Besok malam peresmian Apartement baru lo di Malang, kan?” Tanya Arga sambil menyetir
“Ya!” Gumam Altair. Matanya hanya memandangi jalanan kota Jakarta yang ramai
Dika dan Gilang saling memandang
Gilang menepuk bahu Altair “Lo terlihat seperti gadis yang sedang patah hati, bro!”
Dika tertawa
Altair mendengus “Diamlah! Aku sedang tidak ingin bercanda!”
Mila. Mila. Mila
Itulah yang ada dipikiran Altair. Hanya Nadya. Gadis itu benar-benar telah menghipnotisnya.
Semakin lama Altair semakin merasa mengalami deja vu pernah menemui gadis itu sebelumnya tapi entah kapan dan dimana
Altair memegang kepalanya yang terasa sakit. Mungkin karena kepalanya terlalu keras memikirkan Nadya (lagi)!
‘Aku harus segera mengetahui siapa Mila sebenarnya. Gadis sialan itu membuat kepalaku sakit!’
“Gue rasa gue akan bawa Angel ikut kita ke peresmian besok. Lo nggak keberatan kan Al?”
Dika membuyarkan pikiran Altair
“Gue rasa bukan ide yang buruk” Timpal Gilang sambil membuka bungkus keripik
singkong yang berada dipangkuannya
Dika melirik Gilang yang berada disenelahnya lalu merampok keripik Dika
“Ya, gue ingin melihatnya memakai gaun. Pasti akan terlihat sangat sexy!” Celetuk Arga
Dika menatap tajam Dika “Itu milik gue. Gilang fucking Rein!”
Gilang tidak menggubris Dika dan melemparkan beberapa keripik Dika yang hendak ia makan ke arah Arga
“Cari gadis lo sendiri, pendek!”
Arga yang sedang meneytir meringis pelan pura-pura kesakitan
“Awww.. itu menyakitkan, bastard!”
Dika melempari Gilang dengan keripiknya
“Hey, jangan membuang-buang makananku *******!”
__ADS_1
Keripik itu jatuh pada rambut keriting Gilang dan sang pemilik rambut segera menyingkirkannya
“Kau juga membuangnya *Buceri!”
...
Angel membuka pintu dan bersorak gembira melihat Dika membawa lima box pizza jumbo.
Angel menyambar box pizza yang berada ditangan Dika lantas membukanya
"pantas saja kau lebar dan pendek" Dika terkekeh sembari mengacak-ngacak rambut Angel
Angel cemberut mendengarnya. Sedetik kemudian ia mencubit perut Dika
"Aww... Sakit njel"
"Itu adalah pembalasan karena kau mengataiku" Angel tak henti-hentinya mencubit perut rata Dika
Altair CS hanya menggeleng-geleng melihat Angel memakan satu box pizza sendirian dengan lahap yang entah kelaparan atau memang dia begitu karna pizza makanan kesukaannya
Mereka asik duduk dan mengobrol di bar kecil apartement Angel dan Angel sudah tertidur dengan mulut penuh noda pizza dan masih ada sepotong pizza ditangannya.
Dika mengambil sepotong pizza yang di genggam Angel lalu membuanganya bersama box pizza yang sudah kosong.
Tangan Dika meraih beberapa lembar tissue untuk membersihkan mulut dan tangan Angel yang penuh dengan noda makanan.
Altair tak habis pikir dimana Dika menemukan gadis ini
'Setahu ku tipe nya adalah gadis sexy yang menggoda. Berbeda dengan Angel. Walaupun Angel memang memiliki tubuh yang indah. Berisi dan menonjol'
Kini gadis itu sudah bersih tak ada lagi noda di tangan ataupun mulutnya.
Ia terlihat damai ketika sedang tidur.
Dika membawa Angel ke kamar dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya
Tiba-tiba saja tangannya mencengkram erat tangan Dika Matanya terbuka sedikit
"Temani aku tidur!"
Dika terbelalak mendengarnya
"Aku mohon!" Pintanya lagi
Dika akhirnya bergabung dengan Angel dikasur. Angel memeluk pinggang Dika dengan erat, sementara Dika mengelus rambut hitamnya. Beberapa detik kemudian Angel kembali terlelap
Gilang, Arga, dan Altair pamit dari depan kamar dengan menggunakan bahasa isyarat. Lalu meninggalkan Dika berdua di Apartement Angel.
—oOo—
"Selamat pagi!"
Dika membuka mata perlahan ketika sinar matahari menerpa wajahnya
Ia terlonjak melihat seorang gadis yang berbaring disampingnya. Ya siapa lagi kalau bukan Angel. Wajahnya sangat dekat dengan Dika dan Angel tersenyum manis memandangi Dika
"Hei, Selamat pagi little girl!" Sahut Dika seraya mengucek matanya
"Terima kasih ya pizzanya. Dan terima kasih juga. Pasti kau yang membawaku kemari ya? Karena seingatku, aku tertidur di sofa ketika sedang makan pizza. Apa aku merepotkan mu?
Dika sedari tadi hanya memerhatikan Angel ketika ia sedang berbicara. Gadis yang manis gumamnya
"Iya. Sangat merepotkan. Kau ini berat sekali. Ku rasa kau terlalu banyak makan"
Angel mengerucutkan bibirnya
"Aku tidak seberat itu, Dika.! Huuhhh"
Dika tertawa pelan kemudian mengusap rambut Angel
"Aku harus ke hospital hari ini. Banyak pasien yang akan visit. Kau tak keberatan kan aku tinggal sendiri?" Tanya Dika
Angel memutar bola matanya "Oh ayolah Dik, Aaku bukan anak kecil lagi"
"Baiklah. Kau bisa menghubungi ku jika butuh sesuatu!"
Angel menganggukan kepalanya
__ADS_1